Viral Komentar Netizen Soal Lambatnya Refund OTA, Ini Konfirmasi Alur Refund

Kompas.com - 06/04/2020, 17:15 WIB
Ilustrasi Pesan Tiket Pesawat sebagai Bagian dari Rencana Perjalanan SHUTTERSTOCKIlustrasi Pesan Tiket Pesawat sebagai Bagian dari Rencana Perjalanan

JAKARTA, KOMPAS.com – Di akun media sosial milik beberapa online travel agent (OTA) di Indonesia cukup banyak terdapat komentar dari warganet perihal kesulitan mereka mengajukan refund dan/atau reschedule tiket pesawat dan hotel pada OTA.

Baca juga: Cara Refund Tiket Pesawat dan Hotel di Pegipegi, Tiket.com, dan Traveloka

Banyak daerah yang menutup perbatasan atau wilayah mereka terkait mencegah penyebaran pandemi corona ( Covid-19 ).

Hal itu berdampak pada adanya pembatasan rute perjalanan, konsumen jadi harus melakukan pengajuan refund/reschedule tiket pesawat dan/atau hotel mereka untuk beberapa waktu ke depan.

Baca juga: Bukan Refund, Kamu Bisa Reschedule untuk Bantu Industri Pariwisata

Menurut pengamatan Kompas.com, dari tiga OTA yang ada di Indonesia yakni Traveloka, Tiket.com, dan Pegipegi, ketiganya sama-sama mendapatkan aduan dari konsumen.

Seperti yang diadukan oleh akun @nopian_hidayat yang menulis, “Woiii..respon dong emailnya..masa voucher hotel ga bisa direfund???...ini kan force majeure.”

Contoh aduan yang diberikan oleh konsumen perihal keterlambatan respon yang diberikan OTA terkait refund dan rescheduleDok. Instagram Tiket.com Contoh aduan yang diberikan oleh konsumen perihal keterlambatan respon yang diberikan OTA terkait refund dan reschedule

Selain aduan terkait lambatnya pelayanan OTA, ada juga konsumen yang mengajukan aduan perihal ketidaksinambungan respon antara pihak OTA dan pihak hotel/maskapai.

Seperti yang diadukan oleh akun @_nizamzafran yang menulis, “baru saya baca balasan email saya,, refund/reschedule tidak dipenuhi. Padahal pihak hotel approve reschedule asalkan kita bisa menghubungi pihak pegi2 untuk memberikan voucher yg baru. Kemaren malah sama hotelnya dikasih free updrade kamar biar anak happy stay di kamar.”

Contoh aduan konsumen terhadap OTA Pegipegi terkait ketidaksinambungan informasi antara partner dan OTADok. Instagram Pegipegi Contoh aduan konsumen terhadap OTA Pegipegi terkait ketidaksinambungan informasi antara partner dan OTA

Ada juga akun @nesyanotasiana yang menulis, Refund tiket saya kenapa blm di proses, ya saya sudah email saya sudah telp Batik air dr mereka sudah bisa di cancel tinggal pihak traveloka seolah dipersulit padahal pembatalan ini krn COVID19, yg ada ajuran Pemerintah Jg, kami akan Adukan ke Layanan Pemerintah...”

Contoh aduan konsumen pada OTA Traveloka terkait keterlambatan respon terkait refundDok. Instagram Traveloka Contoh aduan konsumen pada OTA Traveloka terkait keterlambatan respon terkait refund

Ada juga aduan terkait kenaikan harga yang dialami oleh konsumen kala ingin mengajukan reschedule untuk kamar hotel yang sudah ia pesan sebelumnya.

Seperti yang diadukan oleh akun @okkyarintasari yang menulis, “Tolong dong kalo diperbolehkan reschedule harganya manusiawi. Masa saya minta reschedule hotel dikasih harganya 2x lipat dari harga awal. Pihak hotel sudah kooperatif dgn saya. Mereka pun juga kaget saya diberi harga reschedule oleh pegi2 nambahnya sampai 7,8 juga. Saya reschedule juga terpaksa karena ada wabah corona ini. CS dihubungi tidak ada tanggapan sama sekali.”

Contoh aduan konsumen terkait perubahan harga antara tiket yang sudah ia beli dan tiket baru yang akan ia rescheduleDok. Instagram Pegipegi Contoh aduan konsumen terkait perubahan harga antara tiket yang sudah ia beli dan tiket baru yang akan ia reschedule

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X