Kompas.com - 07/04/2020, 14:08 WIB
Ilustrasi kuil di China. PIXABAY/HBIESERIlustrasi kuil di China.

Teks ini menggambarkan anjing sebagai salah satu dari enam hewan yang dipelihara manusia.

Ini berarti bahwa enam hewan tersebut adalah sumber daging. Namun, ketika pertanian berkembang dan mengubah kebiasaan makan menjadi mengonsumsi daging sapi, domba, ayam, maupun babi.

Lantas, anjing pun bertahap dihentikan untuk dikonsumsi.

Sejarah lain juga mengatakan bahwa sebelum dinasti Qin dan Han, telah terjadi kekacauan perang terus menerus dan menyebabkan standar hidup menjadi rendah serta kesulitan mendapat daging.

Kemudian, binatang buangan dan anjing penjaga yang mati karena penyakit atau usia tua tidak disia-siakan. Nenek moyang pun menggunakannya sebagai bahan masakan.

Daging anjing hampir tidak pernah digunakan untuk persembahan para dewa

Daging anjing juga bukanlah makanan yang penting bagi manusia, termasuk persembahan kurban.

Melansir China Dialogue, persembahan kepada para dewa dan leluhur mereka serta upacara kerajaan mewah pun biasanya menggunakan daging seekor sapi atau kuda.

Sementara itu, untuk upacara yang kurang penting menggunakan seekor babi atau domba, sedangkan orang biasa akan memberikan daging babi, ayam atau ikan.

Anjing hampir tidak pernah digunakan, dan dianggap tidak sopan jika diberikan kepada roh. Hal itu pun masih terjadi hingga sekarang bahwa daging anjing tidak cocok untuk para roh bahkan para tamu.

Perlahan, anjing pun tidak disukai setelah dinasti Han. Filosofis Taoisme yang naik takhta pada akhir dinasti Han melihat anjing sebagai haram dan diyakini merusak upaya untuk menjalani kehidupan sederhana.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.