Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saran Bagi Pelaku Pariwisata agar Dapat Bertahan di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

Kompas.com - 08/04/2020, 19:07 WIB
Syifa Nuri Khairunnisa,
Silvita Agmasari

Tim Redaksi

Pelaku pariwisata harus bisa mengkomunikasikan mengenai apa saja yang akan dipersiapkan dan disediakan untuk konsumen setelah pandemi ini berakhir.

 

Hal ini juga berkaitan dengan price, menentukan harga yang pantas yakni murah tapi tidak terlampau murah.

“Mainkan harga Anda. Jangan memberi terlalu murah yang akhirnya jadi murahan. Fleksibilitas itu penting. Harus fleksibel, misalnya jual 5 malam di hotel saya yang nantinya bisa diambil dalam satu tahun ke depan. Ini kan menarik," jelasnya.

Contoh laind ari Hermawan adalah paket wisata yang bisa dikredit atau bisa bundling (dijadikan satu benefitnya).

Baca juga: Pegawai Hotel Perlu Bantuan Langsung Tunai karena Wabah Virus Corona

"Hotel yang ditambah check up kesehatan. Hotel ditambah apa, itu akan menarik orang. Kalau dikomunikasikan mulai sekarang, Anda sudah mulai mencuri start atau overtacking at the corner,” pungkas Hermawan.

Nantinya, setelah berhasil menyalip para pesaing dan berada di tahap yang aman, Hermawaan menyebutkan para pelaku pariwisata baru bisa memainkan aspek produk.

Sekarang ini, pelaku pariwisata disarankan untuk fokus surviving.

Ilustrasi wisatawan di Bali.shutterstock.com/Davide+Angelini Ilustrasi wisatawan di Bali.

“Kalau Anda memainkan empat hal ini, ada kemungkinan konsumen Anda yang loyal tidak akan pergi kemana-mana," jelasnya.

Ia memprediksi konsumen akan melakukan pemesanan untuk periode yang akan datang setelah mereka merasa pandemi virus corona sudah akan berakhir.

Pelaku pariwisata harus mengejar para konsumen untuk mau memesan di periode tersebut.

Selain itu, mereka juga harus memberikan jaminan beberapa hal yang akan meyakinkan konsumen untuk tetap bertahan.

Baca juga: 5 Eksperimen Dalgona Coffee yang Bisa Kamu Bikin di Rumah

Salah satunya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sejenis pandemi ini, pelaku usaha akan memberikan fleksibilitas terkait refund dan reschedule.

Pelaku usaha juga bisa membuat berbagai paket menarik yang berfokus menargetkan wisatawan domestik dan mancanegara terutama dari negara-negara tetangga. 

Hermawan juga menyebutkan kesiapan destinasi dalam hal keamanan dan mitigasi bencana jadi prioritas karena perilaku wisatawan yang akan berubah usai pandemi virus corona.

“Mereka masih takut dan akan cari destinasi yang dianggap aman dan sehat. Harus ada juga aspek fleksibilitas dan mitigasi. Mereka takut kalau pandemi seperti ini ada lagi," pungkas Hermawan. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pemandian Air Panas Lejja: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka 2024

Pemandian Air Panas Lejja: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka 2024

Jalan Jalan
Curug Goong di TN Gunung Gede Pangrango, Punya Dinding yang Mirip Gong

Curug Goong di TN Gunung Gede Pangrango, Punya Dinding yang Mirip Gong

Travel Update
Pantai Tanjung Bajau Singkawang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Pantai Tanjung Bajau Singkawang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Pungutan Turis Asing di Bali Capai Rp 117 Miliar sejak 14 Februari

Pungutan Turis Asing di Bali Capai Rp 117 Miliar sejak 14 Februari

Travel Update
Cara Membuat Api Unggun yang Aman di Alam Bebas

Cara Membuat Api Unggun yang Aman di Alam Bebas

Travel Tips
3 Tips Memilih Vila di Bali di Tiket.com, Pesan Jauh Hari

3 Tips Memilih Vila di Bali di Tiket.com, Pesan Jauh Hari

Travel Tips
4 Atraksi Budaya di Pulau Kaledupa di Wakatobi, Ada Festival

4 Atraksi Budaya di Pulau Kaledupa di Wakatobi, Ada Festival

Jalan Jalan
Bandara Internasional Komodo Akan Layani Rute Kuala Lumpur-Labuan Bajo pada September 2024

Bandara Internasional Komodo Akan Layani Rute Kuala Lumpur-Labuan Bajo pada September 2024

Travel Update
3 Rekomendasi Pantai di Pulau Kaledupa, Lihat Sunset di Pantai Hoga

3 Rekomendasi Pantai di Pulau Kaledupa, Lihat Sunset di Pantai Hoga

Jalan Jalan
4 Rekomendasi Spot Diving di Pulau Kaledupa Wakatobi

4 Rekomendasi Spot Diving di Pulau Kaledupa Wakatobi

Jalan Jalan
9 Tempat di Dunia yang Ramah bagi Pejalan Kaki

9 Tempat di Dunia yang Ramah bagi Pejalan Kaki

Jalan Jalan
East Java Fashion Harmony 2024 di Tulungagung, Upaya Promosi Wastra Tenun

East Java Fashion Harmony 2024 di Tulungagung, Upaya Promosi Wastra Tenun

Travel Update
Tips Aman dan Nyaman Travelling Naik Motor, Kuasai Kendaraan

Tips Aman dan Nyaman Travelling Naik Motor, Kuasai Kendaraan

Travel Update
3 Rekomendasi Pameran pada Juni 2024, Ada Arsip Benyamin Suaeb

3 Rekomendasi Pameran pada Juni 2024, Ada Arsip Benyamin Suaeb

Travel Update
Pengalaman ke Taman Sejarah Bandung, Tempat Nongkrong Gratis Kaya Cerita

Pengalaman ke Taman Sejarah Bandung, Tempat Nongkrong Gratis Kaya Cerita

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com