Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan Orang China Sering Pakai Masker, Bagian dari Pengobatan Tradisional?

Kompas.com - 09/04/2020, 14:03 WIB
Nabilla Ramadhian,
Yuharrani Aisyah

Tim Redaksi

Sumber Quartz

JAKARTA, KOMPAS.com – Penggunaan masker di China sudah cukup familiar sebelum adanya pandemi corona ( Covid-1 ).

Salah satunya masalah polusi parah yang terjadi di China membuat masyarakatnya mengadopsi penggunaan masker sehari-hari.

Selain karena polusi, mengapa orang China sering pakai masker? Tour Leader Tony Tjia berbagi pengalamannya terkait hal tersebut.

Baca juga: Pengalaman Tour Leader Indonesia di Tengah Kebiasaan Orang Jepang, China, Korea Pakai Masker

Tour Leader Tony Tjia, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/4/2020), menuturkan bahwa semua kalangan, baik itu anak-anak maupun orang dewasa dari seluruh kelas sosial, selalu menggunakan masker.

Akibat polusi tersebut, tingkat kesadaran masyarakat China untuk mengenakan masker lebih tinggi. Terlebih di beberapa kota besar seperti Beijing.

Berdasarkan pengalamannya selama memegang wilayah China sebagai seorang tour leader, Tony mengatakan bahwa untuk melihat langit biru, kamu hanya akan mendapatkan kesempatan 3 – 4 hari dalam satu tahun.

Kendati demikian, terdapat alasan selain polusi akan kebiasaan mereka mengenakan masker.

“Penggunaan masker biasa dilakukan ketika sakit atau flu. Sudah dari zaman dulu. Sudah merupakan pola kebiasaan dari kehidupan mereka sehari-hari untuk menggunakan masker,” tutur Tony, mengutip Kompas.com.

Berbagai bentuk dan gaya masker wajah digunakan warga untuk melindungi dirinya.AFP/ANDY WONG Berbagai bentuk dan gaya masker wajah digunakan warga untuk melindungi dirinya.

Saat berkunjung ke China, Tony mengatakan bahwa kamu tidak akan menemukan masyarakatnya yang sedang batuk atau flu tanpa menggunakan masker.

Sama halnya dengan kamu akan jarang melihat masyarakat China menggunakan masker ketika sehat. Kecuali saat sedang mengendarai motor, atau mereka yang merupakan pekerja bangunan.

Meski begitu, Tony menuturkan bahwa hampir seluruh masyarakat China akan menggunakan masker saat menjelang musim dingin, saat musim dingin, dan setelah musim dingin.

“Di negara empat musim, mereka takut flu walaupun itu flu ringan. Mereka takut karena saat musim dingin lalu mereka terkena flu, risikonya nyawa,” kata Tony.

Sementara di musim semi, mereka menggunakan masker sebagai langkah pencegahan terjadinya alergi serbuk bunga.

Penggunaan masker dipengaruhi ajaran kesehatan pengobatan tradisional China

Melansir Quartz, kendati polusi dan penyakit yang ditularkan melalui udara ada di mana-mana, namun terdapat alasan filosofi.

Baca juga: Orang Jepang, China, dan Korea Sering Pakai Masker, Ternyata Ini Alasannya...

Terlebih pada negara-negara yang dipengaruhi oleh Taoisme dan ajaran kesehatan pengobatan tradisional China, salah satunya China. Kedua hal tersebut dipandang sebagai elemen sentral kesehatan yang baik.

Berbagai bentuk dan gaya masker wajah digunakan warga untuk melindungi dirinya.AFP/ANDY WONG Berbagai bentuk dan gaya masker wajah digunakan warga untuk melindungi dirinya.

Halaman:
Sumber Quartz
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Travel Tips
Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Travel Update
Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

Travel Tips
Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Jalan Jalan
4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

Travel Tips
Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Travel Update
Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Jalan Jalan
 7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

Jalan Jalan
5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

Travel Tips
Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com