Kompas.com - 09/04/2020, 22:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com  - Setiap tanggal 8 April warga Jepang khususnya dari Shibuya merayakan Hari Hachiko

Hari spesial ini khusus memperingati kematian Hachiko, anjing jenis Akita Inu yang terkenal akan kisah kesetiannya pada majikan.

Para penggemar Hachiko berkumpul di patung Hachiko yang terletak di Shibuya untuk memberi penghormatan dengan menaruh bunga. Namun tahun ini Hari Hachiko tidak dirayakan.

Dilansir dari Time Out, Tokyo dan enam prefektur lainnya di Jepang berada dalam keadaan darurat karena meningkatnya kasus virus corona.

Baca juga: Hari Hachiko, Menyelisik Kisah Anjing Setia di Jepang

 

Kota ini perlahan-lahan sepi dan orang-orang semakin sering tinggal di rumah.

Hari peringatan Hachiko tahun ini terlihat sangat sepi dan tidak ada perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Patung perunggu Hachiko di Stasiun Shibuya, Tokyo, menjadi destinasi wisata yang menarik banyak pelancong.KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Patung perunggu Hachiko di Stasiun Shibuya, Tokyo, menjadi destinasi wisata yang menarik banyak pelancong.

 

Beberapa orang malah mengenakan masker wajah pada Hachiko. Banyak yang merasa pemandangan tersebut menggemaskan dan mengharukan,

Namun Ketua Asosiasi Pariwisata Kota Shibuya, Jungo Kanayama mengimbau warga Tokyo untuk tidak memasang masker di patung Hachiko.

Sebab kota dan seluruh dunia sedang berjuang melawan penyebaran virus corona dengan sumber daya yang semakin menipis.

Ia menyarankan untuk tidak memboroskan masker yang sudah sangat sedikit.

Baca juga: Alasan Orang Jepang Sering Pakai Masker, Salah Satunya Hindari Serbuk Bunga

Sejarah patung Hachiko

Seorang wisatawan berfoto di samping patung anjing Hachiko di dekat Stasiun Shibuya, Tokyo, Jepang.KOMPAS/REGINA RUKMORINI Seorang wisatawan berfoto di samping patung anjing Hachiko di dekat Stasiun Shibuya, Tokyo, Jepang.

Terlepas dari perayaan Hari Hachiko di tangah pandemi virus corona, patung Hachiko merupakan salah satu ikon dari Kota Tokyo.

Patung ini juga sebagai salah satu tujaun wisata di Shibuya, Tokyo, yang ramai dikunjungi wisatawan lokal hingga wisatawan mancanegara.

Selain sebagai simbol kesetiaan Hachiko, sejarah patung ini juga unik. 

Baca juga: Unik! Masker Jadi Oleh-oleh Khas Jepang

Ketika Ketua Nihon Ken Hozonkai (Asosiasi untuk Pelestarian Anjing Jepang) Hirokichi Saito,  menerbitkan sebuah artikel di surat kabar Asahi Shimbun mengenai anjing bernama Hachi.

Kisah itu  menarik hati para pembaca dan Hachi dengan cepat menjadi ikon publik.

Kata 'Ko' ditambahkan pada akhir nama Hachi untuk menunjukkan rasa hormat atas pengabdian dan kesetiaannya pada majikan.

Ia akhirnya menjadi dikenal dengan nama Hachiko. Kisah Hachiko bergema luar ke daerah-daerah Jepang, banyak orang yang terharu hingga terenyuh karena kisahnya.

Salah satu cuplikan film Hachiko ketika anjing ini menunggu kepulangan Parker di stasiun.YouTube Salah satu cuplikan film Hachiko ketika anjing ini menunggu kepulangan Parker di stasiun.

Salah satunya adalah pemahat dan pembuat patung kenalan Saito bernama Teru Ando.

Ia membuat patung tersebut mulai tahun 1933. Patung perunggu Hachiko akhirnya selesai dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya.

Pada April 1934, anjing Hachi menyaksikan sendiri peresmian patung dirinya itu. 

Patung perunggu itu pernah ikut dileburkan saat perang dunia ke dua. Patung asli itu dilelehkan hanya sehari sebelum perang berakhir.

Baca juga: Cerita Taman Hiburan di Jepang: Tutup, tapi Bersiap Sambut Pengunjung

Kabar yang beredar mengatakan bahwa logam itu digunakan untuk memproduksi suku cadang untuk lokomotif untuk jalur Tokaido.

Setelah perang, putra Ando si pemahat patung Hachiko bernama Takeshi, membangun patung baru.

Inilah patung Hachiko yang dapat dilihat sampai saat ini. Patung di Stasiun Odate tempat kelahiran Hachiko juga  dilelehkan selama perang, tetapi sudah dibangun kembali pada 1967.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panduan Wisata ke Bangsring Underwater Banyuwangi, Masuk Cuma Rp 5.000

Panduan Wisata ke Bangsring Underwater Banyuwangi, Masuk Cuma Rp 5.000

Jalan Jalan
Scoot Sediakan Rute ke Jeju Korea Selatan, Harga Mulai Rp 4 Jutaan

Scoot Sediakan Rute ke Jeju Korea Selatan, Harga Mulai Rp 4 Jutaan

Travel Update
Tempat Foto Pre-wedding Maudy Ayunda, Ini Pesona Bukit Wairinding di Sumba

Tempat Foto Pre-wedding Maudy Ayunda, Ini Pesona Bukit Wairinding di Sumba

Jalan Jalan
Mesut Özil ke Indonesia, Sandiaga Harapkan Ini untuk Pariwisata

Mesut Özil ke Indonesia, Sandiaga Harapkan Ini untuk Pariwisata

Travel Update
Sandiaga: Viralnya Rowo Bayu Bisa Bantu Kembangkan Wisata Banyuwangi

Sandiaga: Viralnya Rowo Bayu Bisa Bantu Kembangkan Wisata Banyuwangi

Travel Update
Rute ke Air Terjun Kapas Biru dari Malang, Bisa Naik Bus Umum

Rute ke Air Terjun Kapas Biru dari Malang, Bisa Naik Bus Umum

Travel Tips
Jabodetabek PPKM Level 1, Kapasitas Mal hingga Bioskop 100 Persen

Jabodetabek PPKM Level 1, Kapasitas Mal hingga Bioskop 100 Persen

Travel Update
8 Tempat Trekking di Sentul Bogor, Bisa Buat Anak dan Keluarga

8 Tempat Trekking di Sentul Bogor, Bisa Buat Anak dan Keluarga

Jalan Jalan
Fasilitas Bangsring Underwater Banyuwangi, Bisa Renang dengan Hiu 

Fasilitas Bangsring Underwater Banyuwangi, Bisa Renang dengan Hiu 

Jalan Jalan
Jembatan Gantung Terpanjang Dunia, Capai 721 Meter di Republik Ceko 

Jembatan Gantung Terpanjang Dunia, Capai 721 Meter di Republik Ceko 

Travel Update
5 Negara Sumbang Kunjungan Turis Asing Terbanyak di Bali

5 Negara Sumbang Kunjungan Turis Asing Terbanyak di Bali

Travel Update
Wisata Cuntel: Mau Glamping, Agrowisata, atau Sekadar Cuci Mata di Lereng Merbabu, Bisa!

Wisata Cuntel: Mau Glamping, Agrowisata, atau Sekadar Cuci Mata di Lereng Merbabu, Bisa!

Jalan Jalan
6 Persiapan Trekking buat Pemula, Jangan Langsung Berangkat

6 Persiapan Trekking buat Pemula, Jangan Langsung Berangkat

Travel Tips
Lokasi Syuting KKN di Desa Penari: Wisata Batu Kapal di Bantul, Yogyakarta

Lokasi Syuting KKN di Desa Penari: Wisata Batu Kapal di Bantul, Yogyakarta

Jalan Jalan
Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.