Kompas.com - 10/04/2020, 16:35 WIB
Hari Kuliner Nasional dari GoFood. Dok. Instagram GoFoodHari Kuliner Nasional dari GoFood.

JAKARTA, KOMPAS.comGoFood mengadakan kembali program tahunan Hari Kuliner Nasional (Harkulnas) dari 1 April-5 Mei 2020. 

Dikutip dari siaran pers, Harkulnas menjadi salah satu solusi yang dihadirkan oleh GoFood dalam meningkatkan jumlah pesanan mitra merchant UMKM. 

Termasuk menjaga penghasilan harian mitra driver, serta menghadirkan kuliner bagi masyarakat di tengah imbauan untuk #dirumahaja.

Baca juga: 16 Restoran, Kedai, dan Hotel Layani Pesan Antar Makanan Khas Indonesia di Jakarta

"Kami terus mencari jalan agar mitra merchant GoFood yang 96 persennya adalah UMKM bisa terus memperoleh penghasilan untuk menjalankan usahanya,” kata Chief Food Officer Gojek Catherine Hindra Sutjahyo, siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (9/4/2020).

Catherine juga menyebutkan GoFood berusaha menempatkan prosedur keamanan dan higienitas sebagai prioritas di masa pandemi virus corona

Program Harklunas akan diikuti 55.000 outlet merchant dan menawarkan lebih dari 183.000 menu kuliner dengan harga khusus.

Ada beberapa promo Halkulnas dari GoFood seperti berikut:

  • Setiap hari kulineran: diskon hingga 40 persen  untuk menu HARKULNAS GoFood setiap hari.
  • Happy hour: diskon 70 persen menu HARKULNAS GoFood setiap hari Kamis & Sabtu pukul 13.00 – 16.00 WIB.
  • Puncak HARKULNAS GoFood 5 Mei: diskon 55 persen sepanjang hari.

Program HARKULNAS hadir untuk pelanggan GoFood di Jabodetabek dan 15 kota lainnya seperti Bandung, Surabaya, Palembang, Makassar, Semarang, Medan, Bali, Yogyakarta, Manado, Malang, Padang, Lampung, Solo, Pekanbaru, dan Batam.

Untuk bisa menikmati promo ini, pelanggan bisa mengunjungi layanan GoFood di aplikasi Gojek dan mengetuk banner HARKULNAS untuk menemukan merchant kuliner terdekat.

Baca juga: Ini Kebijakan Gojek bagi Para Drivernya di Tengah Wabah Virus Corona

Pihak Gojek juga berharap melalui program HARKULNAS, penjualan harian usaha kuliner UMKM dapat meningkat sehingga tetap menggerakkan roda ekonomi selama masa pandemi.

“Kami melihat pandemi ini menimbulkan pergeseran pola konsumsi, yang biasanya pemesanan dilakukan di tempat (dine-in), sekarang berpindah ke online sejalan dengan himbauan pemerintah untuk beraktivitas dari rumah,” jelas Catherine.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X