Kompas.com - 11/04/2020, 13:15 WIB
Suasana terminal penumpang Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (30/3/2016). Angkasa Pura II terus mengembangkan bandara ini dan pembangunan ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2016. KOMPAS.com / Eris Eka JayaSuasana terminal penumpang Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (30/3/2016). Angkasa Pura II terus mengembangkan bandara ini dan pembangunan ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2016.

JAKARTA, KOMPAS.comPT Angkasa Pura II (Persero) memberlakukan penyesuaian jam operasional di 12 bandara untuk mengoptimalkan layanan, serta mendukung pencegahan menyebarnya virus corona (Covid-19).

Berdasarkan siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (11/4/2020), 12 bandara tersebut yakni Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Sultan Thaha di Jambi, dan Bandara Depati Amir di Pangkalpinang.

Kemudian Bandara Fatmawati Soekarno di Bengkulu, Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh, Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya, dan Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang.

Selanjutnya Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Supadio di Pontianak, Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, dan Bandara Banyuwangi.

Baca juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau, Operasional Bandara Radin Inten II Masih Normal

Di tengah pandemi virus corona, 12 bandara tersebut beroperasi dengan waktu lebih singkat dibandingkan dengan kondisi normal.

Kebijakan tersebut sudah mendapat persetujuan dari regulator dengan diterbitkannya Notice to Airmen (NOTAM) terkait jam operasional masing-masing bandara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bandara Radin Inten II Lampung, Kamis (7/3/2019).KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Bandara Radin Inten II Lampung, Kamis (7/3/2019).
Penerbangan dalam kondisi khusus

President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, mengatakan, kendati jam operasional dipersingkat, namun 12 bandara tersebut tetap siaga mengantisipasi sejumlah penerbangan dalam kondisi khusus.

"PT Angkasa Pura II tetap siaga apabila ada pesawat yang mengalami kendala teknis dan operasional, dan membutuhkan bandara untuk mendarat," kata Awaluddin.

"Kami juga siaga jika ada penerbangan terkait medis dan penerbangan logistik, khususnya yang mengangkut sampel infection substance COVID-19," lanjutnya.

Baca juga: Kereta Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu Tidak Beroperasi Sampai 31 Mei 2020

12 bandara tersebut juga tetap dibuka jika ada pesawat yang terpaksa mendarat di luar jam operasional, entah karena keterlambatan keberangkatan di titik asal dan lainnya.

Awaluddin menuturkan, dipersingkatnya jam operasional dapat menjaga aspek kesehatan para pelancong dan personel bandara.

Menurutnya, hal paling utama di tengah wabah virus corona adalah kesehatan dan keselamatan para pelancong dan personel bandara.

"Kami sudah melakukan penyesuaian pola operasional dan penyesuian jam operasional sehingga memungkinkan diterapkannya konsep work from home dan physical distancing bagi personel operasional di bandara,” tutur Awaluddin.

Baca juga: Bandara Soetta Sediakan 270 Parking Stand untuk Tempat Parkir Pesawat

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Travel Update
7 Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Bandara

7 Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Bandara

Travel Tips
PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru Batal

PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru Batal

Travel Update
Cara Cuci Baju di Hotel, Tanpa Ribet dan Hasilnya Bersih

Cara Cuci Baju di Hotel, Tanpa Ribet dan Hasilnya Bersih

Travel Tips
Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah World Tourism Day 2022

Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah World Tourism Day 2022

Travel Update
Hindari Pakai Gelas Hotel untuk Minum, Ini Sebabnya

Hindari Pakai Gelas Hotel untuk Minum, Ini Sebabnya

Travel Tips
12 Desa Wisata yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Ada Oro Oro Ombo

12 Desa Wisata yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Ada Oro Oro Ombo

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.