Kompas.com - 13/04/2020, 10:39 WIB
 Juara bertahan MotoGP Marc Marquez saat menjajal mengendarai transportasi lokal khas Bangkok, Tuk-Tuk pada Rabu (3/10/2018). Twitter/MotoGP Juara bertahan MotoGP Marc Marquez saat menjajal mengendarai transportasi lokal khas Bangkok, Tuk-Tuk pada Rabu (3/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu ikon Thailand, tuk tuk kini harus beralih fungsi. Tuk tuk yang dulu berfungsi sebagai transportasi wisatawan kini menjadi pengantar paket.

Dilansir dari Bangkok Post, moda transpotasi tuk tuk terkena imbas virus corona (Covid-19), salah satunya karena sepinya turis asing di Bangkok.

Oleh karena itu, beberapa sopir tuk tuk bersatu untuk menawarkan layanan pengiriman paket dengan harga terjangkau.

Baca juga: Tuk-tuk, Transportasi Mirip Delman di Angkor Wat Kamboja

Sekitar 50 pengemudi tuk tuk telah membentuk Tuk Tuk X dan mereka meluncurkan bisnis tersebut pada hari Selasa lalu tanggal 7 April lalu.

Pada akun resmi Facebooknya, mereka menawarkan pengiriman barang di Bangkok. Biayanya mulai 180 baht atau setara dengan Rp 86.000 per perjalanan dengan beberapa kali pemberhentian.

Syarat paket yang dapat diangkut adalah tidak lebih dari 90 sentimeter dan panjang 100cm, tetapi tidak ada batasan berat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, titik angkut harus berada dalam jarak 10 kilometer dari Victory Monument, Bangkok. Jam layanan adalah pukul 9 pagi hingga 6 sore.

"Kami telah menerima sekitar 40 panggilan sejauh ini," kata Kitichai Siraprapanurat, kepala eksekutif Navatas Hospitality, perusahaan yang mengelola Smiling Tuk Tuk, dikutip oleh Bangkok Post.

Smiling Tuk Tuk sering menawarkan perjalanan bagi wisatawan. Adapun beberapa pelanggan utama mereka adalah wisatawan asing dari Eropa, Korea Selatan, Hong Kong dan China.

Baca juga: Aktivitas Seru di Bangkok: Tur Malam Hari Naik Tuk Tuk

Biasanya pada bulan-bulan awal tahun seperti ini, tuk tuk ramai penumpang dari turis asing. Sebab pada musim seperti ini tingkat kunjungannya masih tinggi.

Namun tahun ini berbeda, karena pandemi corona, turis asing tidak bisa berpergian dan warga lokal harus tetap berada di rumah.

"Semua turis telah pergi setelah 15 Maret lalu," kata Kitichai.

Thailand juga mengalami krisis pariwisata. Tecatat, pada Februari 2020, terdapat 2 juta wisatawan memasuki Thailand.

Angka tersebut mengalami penurunan 4 persen dari 3,6 juta kunjungan di tahun lalu di bulan yang sama, menurut Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand.

Di sisi lain, pariwisata merupakan salah satu motor utama penggerak ekonomi Thailand, tetapi Covid-19 mendorong Otoritas Pariwisata Thailand untuk memangkas proyeksi tahun ini.

Banyak pengemudi tuk tuk untuk sementara meninggalkan pekerjaan dan kembali ke rumah mereka, dikarenakan penurunan tajam penumpang wisatawan asing.

Lalu pengemudi tuk tuk lain harus menemukan cara untuk bertahan hidup. Tuk Tuk X menjadi salah satu alternatif bagi mereka, dengan fokus pada usaha kecil dan menengah yang mengandalkan e-commerce untuk bisnis.

Baca juga: Prediksi Tren Liburan Setelah Pandemi Corona, Apa Saja?

Kitichai merasa Tuk Tuk X bisa menjadi solusi bagi pengendara Tuk-tuk saat ini dan bisa membantu orang lain.

Sebab, dengan paket yang dapat dikirim tidak memiliki batasan pada bobot dan kendaraan dapat berhenti di beberapa perhentian dalam satu perjalanan. Semuanya terangkum dengan satu harga.

"Kami akan mengurus barang dan paket pelanggan, seperti kami akan mengurus barang kami sendiri," kutipan dari halaman Facebook mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyekatan di Check Point di Yogyakarta Saat Nataru Tidak Boleh Dilakukan

Penyekatan di Check Point di Yogyakarta Saat Nataru Tidak Boleh Dilakukan

Travel Update
Satpol PP Yogyakarta Bakal Lakukan Pemeriksaan Surat Kesehatan untuk Turis di Malioboro

Satpol PP Yogyakarta Bakal Lakukan Pemeriksaan Surat Kesehatan untuk Turis di Malioboro

Travel Update
Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Travel Tips
Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Travel Update
Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

Travel Update
Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Travel Update
Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.