Kompas.com - 14/04/2020, 09:35 WIB
Ilustrasi wisatawan Indonesia. shutterstock.com/Nopphone_1987Ilustrasi wisatawan Indonesia.

KOMPAS.com - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Surakarta memprediksi sektor pariwisata punya pekerjaan besar setelah pandemi virus corona (Covid-19) berakhir.

Dilansir Antara, pekerjaan besar yang dimaksud adalah melonjaknya kunjungan wisatawan di berbagai tempat wisata.

"Saat ini kan orang lebih banyak di rumah, setelah berlalunya Covid-19 ini akan ada lonjakan wisatawan yang sangat besar," kata Wakil Ketua Asita Jawa Tengah Daryono di Solo, Senin.

Baca juga: Prediksi Tren Liburan Setelah Pandemi Corona, Apa Saja?

Bahkan, menurut Daryono, karakter wisatawan juga akan berbeda. Menurut dia, setelah pandemi corona, potensi wisata minat khusus akan lebih banyak dikunjungi.

"Jadi bukan mice tourism, tetapi lebih spesifik, seperti culture tourism, culinary tourism, dan tempat wisata alam yang akan banyak didatangi, karena orang ingin yang sifatnya fresh and healthy," katanya.

Ia mengatakan, segmentasi pasar yang akan dibidik untuk wisata minat khusus ini, yakni wisata premium.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tiket.com Imbau Masyarakat Tunda Mudik untuk Cegah Penyebaran Corona

salah satu bagian bangunan di Keraton SoloKOMPAS.com/NUR ROHMI AIDA salah satu bagian bangunan di Keraton Solo
Menurut dia, ke depan orang akan lebih peduli terhadap keamanan dan kenyamanan, sehingga mereka akan lebih berhati-hati dalam menentukan tempat yang akan dikunjungi.

"Ini yang dicari oleh premium tourism, mereka betul-betul ingin menikmati kunjungan wisatanya," katanya.

Oleh karena itu, saat ini pihaknya tengah mengimbau para pengelola tempat wisata untuk mulai melakukan inventarisasi dan memanfaatkan waktu kosong guna mempersiapkan diri.

"Mereka (wisatawan) butuh tempat yang nyaman dan aman, jadi servis yang baik sangat diperlukan. Oleh karena itu, pengelola wisata harus mempersiapkan diri terkait ini," katanya.

Baca juga: Wali Kota Ambon akan Buatkan Museum atau Buku untuk Kenang Glenn Fredly

Sementara itu, Daryono juga berharap agar seluruh pengelola wisata bisa memberikan pelayanan yang prima sehingga tidak terjadi penumpukan di tempat wisata tertentu.

"Dengan demikian, wisatawan bisa memiliki banyak pilihan, tetapi tetap spesifik," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Cara Mengatasi Mabuk Udara di Pesawat, Kurangi Makan Makanan Asin

8 Cara Mengatasi Mabuk Udara di Pesawat, Kurangi Makan Makanan Asin

Travel Tips
Artotel Group Bakal Fokus ke Teknologi pada 2022

Artotel Group Bakal Fokus ke Teknologi pada 2022

Travel Update
5 Cara Temukan Kursi Terbaik dan Ternyaman di Pesawat

5 Cara Temukan Kursi Terbaik dan Ternyaman di Pesawat

Travel Tips
Penutupan Akses ke Tempat Wisata Gunung Salak Aceh Utara Diperpanjang

Penutupan Akses ke Tempat Wisata Gunung Salak Aceh Utara Diperpanjang

Travel Update
Perancis Perketat Kebijakan untuk Turis Asing guna Cegah Omicron

Perancis Perketat Kebijakan untuk Turis Asing guna Cegah Omicron

Travel Update
Penyekatan di Check Point di Yogyakarta Saat Nataru Tidak Boleh Dilakukan

Penyekatan di Check Point di Yogyakarta Saat Nataru Tidak Boleh Dilakukan

Travel Update
Satpol PP Yogyakarta Bakal Lakukan Pemeriksaan Surat Kesehatan untuk Turis di Malioboro

Satpol PP Yogyakarta Bakal Lakukan Pemeriksaan Surat Kesehatan untuk Turis di Malioboro

Travel Update
Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Travel Tips
Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Travel Update
Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

Travel Update
Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Travel Update
Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.