Kabar Gembira, Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Akhirnya Dapat Insentif Fiskal

Kompas.com - 17/04/2020, 19:38 WIB
Ilustrasi wisatawan mancanegara menyaksikan Tari Kecak di Pura Uluwatu. SHUTTERSTOCK/MAZUR TRAVELIlustrasi wisatawan mancanegara menyaksikan Tari Kecak di Pura Uluwatu.


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akhirnya memutuskan untuk memperluas sektor usaha penerima insentif fiskal.

Ada 11 sektor lain di luar manufaktur yang mendapat insentif fiskal, salah satunya sektor pariwisata

Menanggapi hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang paling terdampak dari virus Covid-19.

Baca juga: Hotel di Indonesia Mulai Luncurkan Promo Voucher dengan Masa Berlaku Hingga 2 Tahun

"Keputusan perluasan insentif pajak ini tentunya sesuai dengan harapan kita bersama,"kata Wishnutama seperti dikutip siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (16/4/2020).

"Bahwa industri di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif turut mendapatkan insentif pajak yang akan mempermudah industri dalam menghadapi dampak dari COVID-19 ini," lanjut Wishnutama.

Ia juga mengatakan sejak kemunculan pandemi Covid-19, Kemenparekraf menyadari bahwa kondisi tersebut akan memberikan pengaruh besar terhadap industri pariwisata.

Lanjutnya, Kemenparekraf segera merancang berbagai strategi untuk dapat membantu menjaga industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Panorama Pulau Padar. SHUTTERSTOCK/PRAWAT THANANITHAPORN Panorama Pulau Padar.

Adapun tiga tahapan yang digarap Kemenparekraf untuk menanggulangi dampak Covid-19 ini di antaranya tahapan tanggap darurat, pemulihan (recovery), dan normalisasi.

Pada masa tanggap darurat, Kemenparekraf  berfokus dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Hal ini termasuk berkoordinasi dengan Kementerian atau lembaga terkait agar para pelaku parekraf bisa menerima insentif untuk meringankan beban dan biaya operasional.

"Berbagai usulan terus kami sampaikan kepada Kementerian/Lembaga lain sehingga ada sinergi yang baik untuk meminimalkan dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata," ujar Wishnutama.

Baca juga: 5 Cara Dukung Restoran dan Hotel Selama Pandemi Corona, Beli Voucher sampai Tulis Review

Ia pun mengajak pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) untuk saling membantu, dalam menghadapi kondisi ini.

Kata dia, saat ini Kemenparekraf juga telah membuka jalur pengaduan dan pelaporan melalui call center dan website untuk melaporkan kondisi di sektor parekraf.

Selain itu, Kemenparekraf juga telah membentuk Pusat Krisis Teintegrasi.

Sebelumnya pada Selasa (14/4/2020) malam, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pernyataannya di Jakarta mengatakan pemerintah memutuskan memperluas insentif perpajakan. 

Ada sebelas sektor lain di luar manufaktur guna memastikan perusahaan bisa bertahan di tengah hantaman Covid-19.

Baca juga: Intip 2 Hotel yang Disiapkan Kemenparekraf untuk Tenaga Medis Covid-19

Adapun sebelas sektor tersebut termasuk transportasi, perhotelan, perdagangan, dan lainnya.

Insentif pajak yang diberikan meliputi pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) untuk karyawan, restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) dipercepat, serta pengurangan angsuran 30 persen PPh Pasal 25.

Kemenparekraf realokasi anggaran Rp 500 miliar untuk bantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif

Toko suvenir di obyek wisata Baby Grave Kambira, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Selasa (18/11/2014).  KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Toko suvenir di obyek wisata Baby Grave Kambira, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Selasa (18/11/2014).

Kemenparekraf merealokasi anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk membantu menyelamatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam masa darurat COVID-19.

Wishnutama mengatakan pihaknya telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat COVID-19.

Baca juga: Kemenparekraf Realokasi Anggaran Rp 500 Miliar untuk Bantu Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Dikutip dari ANTARA, pihaknya merealokasi anggaran untuk lima program khusus selama masa darurat COVID-19.

Program pertama yakni penyediaan fasilitas untuk Tenaga Kesehatan RS Rujukan rekomendasi Gugus Tugas Nasional.

Di sisi lain dilakukan berbagai gerakan dan program yang melibatkan dan membantu pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif secara langsung.

Selain itu mendorong berbagai program ketahanan usaha dan bantuan langsung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kemudian pelatihan online di bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Selanjutnya Kampanye Nasional dengan berbagai stakeholders berkaitan dengan COVID-19 serta mendorong berbagai program ketahanan usaha dan bantuan langsung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X