Jokowi Yakin Pariwisata Booming Tahun Depan, Kemenparekraf Siapkan Industri Pariwisata

Kompas.com - 18/04/2020, 19:08 WIB
Hotel Grand Sahid Jaya sediakan akomodasi untuk tenaga medis Rumah Sakit Pelni, rujukan untuk penanganan corona (Covid-19). DOK. BIRO KOMUNIKASI KEMENPAREKRAFHotel Grand Sahid Jaya sediakan akomodasi untuk tenaga medis Rumah Sakit Pelni, rujukan untuk penanganan corona (Covid-19).

Usai rapat terbatas, Wishnutama mengatakan pihaknya telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat agar sektor parekraf termitigasi selama pandemi.

"Presiden mengarahkan bahwa kita akan melakukan program perlindungan sosial bagi para pelaku wisata dan Kemenparekraf merealokasi anggaran Rp 500 miliar, ini potensinya akan dikembangkan terus," katanya seperti dikutip siaran pers yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Kemenparekraf Realokasi Anggaran Rp 500 Miliar untuk Bantu Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan secara intensif sebagai salah satu upaya untuk dapat memberikan berbagai bantuan terhadap sektor parekraf.

"Realokasi kita juga akan melakukan berbagai macam program yang sifatnya padat karya dan ini akan dilakukan pengkajian lebih lanjut dengan kementerian-kementerian terkait, termasuk stimulus ekonomi untuk industri pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif ini agar bisa bertahan melalui situasi saat ini," jelasnya.

Kemenparekraf juga telah berupaya dengan berbagai program khusus selama masa darurat Covid-19.

Caranya yaitu dengan menyediakan akomodasi dan transportasi untuk tenaga kesehatan sesuai SOP kesehatan dari Kemenkes dan WHO. Ada sekitar 1.725 tenaga kesehatan yang telah terfasilitasi.

Kemudian, ada gerakan masker kain yang memberdayakan para pelaku UKM dengan target mencapai 1 juta masker kain.

"Kami juga menyiapkan program lauk siap saji. Seperti lauk dendeng kering, abon, dan sebagainya. Di sisi lain program ini akan melibatkan dan membantu pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif secara langsung,” tambah Wishnutama.

Baca juga: Kemenparekraf Adakan Program #BeliKreatifLokal dan Lauk Kering untuk Bantu UMKM

Kemenparekraf juga berupaya menyiapkan destinasi yang sesuai dengan kondisi "new normal" paska Covid-19 sesuai prinsip higienitas dan sanitisasi, menawarkan pengalaman lokal unik, hingga manajemen pengunjung yang baik sehingga tidak terjadi penumpukan.

Selain itu, destinasi pariwisata juga didorong untuk terus berbenah dan semakin agresif dalam menerapkan prinsip pembangunan pariwisata yang berkelanjutan yaitu resilience, sustainable, dan responsible.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X