Kompas.com - 21/04/2020, 21:15 WIB
Pelaksana Tugas Bupati Bener Meriah, Sarkawi (nomor dua dari kanan), saat menjajal Sungai Peusangan di Kecamatan Gajah Putih, Bener Meriah, Aceh, Sabtu (9/2/2019). KOMPAS.com/IWAN BAHAGIA SPPelaksana Tugas Bupati Bener Meriah, Sarkawi (nomor dua dari kanan), saat menjajal Sungai Peusangan di Kecamatan Gajah Putih, Bener Meriah, Aceh, Sabtu (9/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) melaporkan industri wisata arung jeram di Indonesia diperkirakan akan kehilangan 347.000 wisatawan nusantara dalam setahun. Hal ini terjadi karena dampak pandemi wabah corona.

Ketua Umum FAJI Amalia Yunita mengatakan berdasarkan hasil survei online kepada 50 responden dari operator wisata arung jeram, diperkirakan sebanyak 7.804 karyawan saat ini sudah dirumahkan.

Baca juga: Operator Wisata Goa Indonesia: Pemasukan Sudah Tidak Ada, Beban Tagihan Jalan Terus

"Dan sebagian besar responden operator hanya mampu mempertahankan usahanya maksimal selama tiga bulan," kata Yuni dalam video conference dengan Kompas.com, Senin (20/4/2020).

Yuni juga mencatat operator wisata arung jeram yang tergabung dalam FAJI akan kehilangan sebanyak sekitar 99.000 orang wisatawan mancanegara (wisman) dalam setahun. 

Wisatawan berpetualang arung jeram mengarungi sungai X Badeng di Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (8/2/2019). Wisata Arung Jeram di Sungai X Badeng kembali beroperasi, setelah sebelumnya terganggu akibat tanah longsor di Gunung Pendil yang mengakibatkan pendangkalan debit air di sungai itu.ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA Wisatawan berpetualang arung jeram mengarungi sungai X Badeng di Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (8/2/2019). Wisata Arung Jeram di Sungai X Badeng kembali beroperasi, setelah sebelumnya terganggu akibat tanah longsor di Gunung Pendil yang mengakibatkan pendangkalan debit air di sungai itu.

Selain itu, tercatat juga bahwa sebanyak 94 persen usaha wisata arung jeram masuk dalam skala usaha mikro dan kecil. Hanya eman persen yang masuk dalam skala usaha menengah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun sebagian besar operator memiliki karyawan kurang dari 50 orang.

Yuni juga melaporkan adanya pembatalan akibat dampak Covid-19 selama Maret hingga Juni yang telah mencapai angka Rp 6,9 miliar untuk 50 responden.

"Hingga kini FAJI terdiri dari sekitar 200 operator wisata arung jeram yang berjalan di 70 sungai," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini yang bisa dilakukan oleh pekerja wisata arung jeram dan operator adalah berusaha mandiri masing-masing untuk bertahan hidup.

Yuni menceritakan bahwa banyak pekerja di arung jeram yang saat ini beralih profesi menjadi petani.

Wisata arung jeram di Kali Progo, Magelang, Jawa Tengah.Dokumentasi Progo Rafting Magelang Wisata arung jeram di Kali Progo, Magelang, Jawa Tengah.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.