Kompas.com - 22/04/2020, 11:00 WIB
Salah satu pantai di Likupang Timur, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Dok. Kementerian PariwisataSalah satu pantai di Likupang Timur, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan anggaran pembangunan lima destinasi super prioritas tidak akan dipotong.

Kelima destinasi super prioritas itu yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), dan Likupang (Sulawesi Utara).

Baca juga:
- Bikin 5 Destinasi Super Prioritas Kebanggaan Baru Indonesia, Ini Rencana Wishnutama
- Baca juga: Kemenhub Rampungkan Fasilitas di 5 Destinasi Super Prioritas 2020

"Kami sepakat dengan Bu Ani (Menteri Keuangan Sri Mulyani), program-program pembangunan lima tourist destination di mana Kementerian Perhubungan terlibat, itu tidak dipotong tapi dimasukkan pada multiyears," kata Luhut yang juga Menteri Perhubungan Ad Interim dalam rapat kerja virtual dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Luhut menjelaskan alasan tidak dipotongnya anggaran sektor pariwisata, yakni karena sektor tersebut menjadi salah satu sektor unggulan untuk mendongkrak ekonomi sehingga pengembangannya dinilai tidak boleh terganggu.

Panorama Danau Toba dilihat dari The Kaldera. DOK. BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAREKRAF/BEKRI Panorama Danau Toba dilihat dari The Kaldera.

"Pariwisata ini salah satu yang paling cepat bisa rebound, maka jangan sampai terlalu terganggu," katanya.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian APBN Tahun Anggaran 2020, Kementerian Perhubungan mengubah postur anggaran dengan rincian pagu akhir anggaran menjadi Rp 36,99 triliun dari sebelumnya Rp 43,11 triliun. Dengan demikian, terdapat penghematan R p6,13 triliun.

Kementerian Perhubungan juga melakukan relokasi anggaran untuk kegiatan percepatan penanganan COVID-19 sebesar Rp320,7 miliar.

Relokasi anggaran diperuntukkan untuk pengadaan peralatan pencegahan dan penyebaran virus, pembelian alat pengaman diri, pembelian multivitamin penambah daya tahan tubuh, honor dan petugas piket hingga pengadaan alat dukung seperti termometer.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.