Kompas.com - 22/04/2020, 11:39 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak pandemi Covid-19, perlahan bisnis wisata bahari di Indonesia anjlok. Para pelaku wisata bahari kehilangan pekerjaan. Sebagian besar sudah diberhentikan.

Ketua Umum Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) Ricky Soerapoetra mengatakan, semua orang yang bekerja di usaha wisata selam, tidak mendapat pemasukan ataupun pendapatan dengan ditutupnya tempat wisata selam.

Baca juga: Semua Tutup, Operator Wisata Arung Jeram Hanya Mampu Bertahan Tiga Bulan

"Yang paling berharga khususnya wisata selam itu kan SDM (sumber daya manusia), dari segi pekerja informal mulai dari mereka yang mengangkut barang-barang atau alat selam, hingga pekerja tetapnya mulai di-PHK atau dipulangkan, tapi tetap kan perusahaan harus bertanggung jawab," kata Ricky saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/4/2020).

Sementara itu, Wakil Direktur Oye Selam Indonesia, Herri, salah satu operator wisata selam di Indonesia menuturkan pemasukan industri wisata selam bergantung pada perjalanan.

"Karena memang keseluruhan kegiatan di industri selama ini kan 60 persen harus trip, kalau lokasi sendiri ditutup ya kita engga bisa berbisnis. Akhir Maret kemarin kita sudah berhenti total industrinya," kata Herri saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/4/2020).

Anggota Oye Selam IndonesiaOye Selam Indonesia Anggota Oye Selam Indonesia
Bisnis wisata selam yang anjlok ini membuat seluruh pelaku usaha wisata selam memutar otak untuk bertahan hidup semampu mungkin.

Herri mengatakan, semua pelaku usaha banting setir untuk bertahan hidup demi mencukupi kebutuhan rumah tangga, salah satunya menjual hasil laut.

"Banyak dari kami yang sementara harus banting setir untuk bertahan hidup, terutama dive center yang berada di daerah yang pendapatan mereka dihasilkan dari para tamu pendatang dari luar. Mereka bertahan dengan mencari hasil laut untuk dijualbelikan," ujarnya.

Baca juga: HPI Bali Soal Kartu Pra Kerja: Saat Ini Lebih Butuh Uang daripada Pelatihan

Sementara bagi pelaku usaha wisata selam yang berada di kota besar, ia bersama rekan-rekan lainnya hanya bertahan di rumah dan sebagian memulai berdagang lewat platform online.

Herri mengatakan bahwa semua jadwal trip yang sudah dijadwalkan untuk tahun 2020 dibatalkan. Hal ini otomatis membuat pelaku usaha selam tak mendapat pemasukan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.