Pengalaman Ikut Virtual Tour Lawang Sewu, Seru Sekali!

Kompas.com - 23/04/2020, 20:10 WIB
Suasana gedung bekas kantor pusat NISM, Lawang Sewu, di Semarang pada Juli 2019 lalu. J OsdarSuasana gedung bekas kantor pusat NISM, Lawang Sewu, di Semarang pada Juli 2019 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com – Banyak hal yang bisa kamu lakukan selama physical distancing. Salah satunya adalah mengikut virtual tour.

PT Kereta Api Pariwisata (Kawisata) menyelenggarakan virtual tour pertama berkeliling Lawang Sewu pada Kamis (23/4/2020) pukul 10.00 – 10.40 WIB melalui aplikasi Zoom.

“Kegiatan ini diselanggarakan sebagai upaya kami untuk menghadirkan travelling kepada masyarakat yang sudah rindu travelling di tengah pandemi Covid-19,” kata Manager Humas Kawisata, Ilud Siregar, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (22/4/2020).

Baca juga: Main ke Lawang Sewu Melalui Tur Virtual, Begini Caranya...

Ilud menuturkan bahwa Lawang Sewu merupaka destinasi wisata sejarah yang menyimpan banyak cerita menarik dan patut diketahui masyarakat.

Tidak hanya itu, gedung tersebut merupakan aset yang dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dikelola oleh Kawisata.

Untuk mengikuti tur tersebut, peserta harus melakukan registrasi ke nomor 081316846235 atas nama Rizka.

Nantinya Rizka akan mengirimkan beberapa informasi seputar pembayaran dan waktu pemberian ID Zoom.

Selanjutnya kamu perlu membayar Rp 15.000 ke rekening Mandiri 1220005450849 atas nama PT Kereta Api Pariwisata.

Baca juga: Ingin Liburan ke Korea? Yuk Jalan-jalan ke 6 Tempat Wisatanya Lewat Tur Virtual

Pengalaman virtual tour di Lawang Sewu

Saya berkesempatan untuk mencoba virtual tour tersebut bersama dengan 85 anggota tur lainnya. Kami ditemani oleh seorang pemandu tur bernama Andre.

Tur virtual Lawang Sewu yang diadakan oleh PT Kereta Api Pariwisata (Kawisata) pada Kamis (23/4/2020).kompas.com / Nabilla Ramadhian Tur virtual Lawang Sewu yang diadakan oleh PT Kereta Api Pariwisata (Kawisata) pada Kamis (23/4/2020).

Sebelum tur dimulai, Rico selaku host menyambut kami yang sudah siap untuk berjalan-jalan secara virtual. Kami diimbau untuk mematikan mikrofon agar suara Andre terdengar.

Rico juga menjelaskan bahwa peserta tur bisa menanyakan pertanyaan melalui kolom obrolan yang terletak di kanan aplikasi Zoom.

Selanjutnya, Andre muncul di layar zoom dan menyambut anggota tur. Dia sudah berada di halaman depan Lawang Sewu dan siap memimpin tur.

Lawang Sewu atau yang dulunya disebut dengan Het Hoofdkantoor van de Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatscappij, dibangun pada 27 Februari 1904.

Baca juga: Pengalaman Ikut Virtual Tour Kampung Tugu, Apa Menariknya?

Awalnya, gedung yang terletak di kawasan Tugu Muda, Semarang, merupakan kantor pusat perusahaan kereta api swasta.

Andre menjelaskan bahwa “Lawang Sewu” bukanlah sebuah nama gedung melainkan julukan yang diberikan oleh masyarakat Semarang.

“Lawang” yang berarti “banyak” disematkan pada gedung tersebut karena memiliki pintu yang banyak. Andre mengatakan gedung tersebut memiliki setidaknya 928 pintu.

Destinasi wisata heritage Lawang Sewu Semarang yang ditutup sementara waktu untuk pencegahan virus corona.KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Destinasi wisata heritage Lawang Sewu Semarang yang ditutup sementara waktu untuk pencegahan virus corona.


Setelah memaparkan beberapa penjelasan, Andre membawa kami masuk ke sebuah gedung kecil yang berfungsi sebagai kamar mandi.

Kamar mandi tersebut masih memiliki perlengkapan kamar mandi zaman dahulu.

Uniknya Andre menjelaskan makna simbolik dari konfigurasi warna dan benda di kamar mandi tersebut.

Baca juga: Yuk, Virtual Traveling ke 4 Masjid dengan Akulturasi Budaya di Jawa

Andre juga menjelaskan bahwa kamar mandi dan seluruh gedung Lawang Sewu memanfaatkan sumur yang memiliki kedalaman yang mencapai ratusan meter untuk sumber air.

Dulunya, air tersebut ditampung di dalam dua buah tanki besar yang terletak di dua menara Lawang Sewu.

Sampai sekarang sumur tersebut masih dimanfaatkan sementara tangki di menara sudah tidak digunakan.

Ilustrasi Lawang Sewu, Semarang.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Lawang Sewu, Semarang.

Penjelasan Andre yang rinci akan sisi lain Lawang Sewu ini terbilang menarik untuk diikuti.

Menjelajahi gedung utama Lawang Sewu

Gedung A merupakan gedung utama Lawang Sewu. Ciri khas gedung tersebut adalah aksen berwarna kuning, putih, dan cokelat yamg menghiasi bangunannya.

Kami kemudian dibawa ke sebuah ruangan yang memiliki diorama kecil. Diorama tersebut menggambarkan Lawang Sewu secara keseluruhan, lengkap dengan tamannya.

Baca juga: Sehari ala Ada Apa dengan Cinta 2, Ini Itinerary Virtual Tur di Yogyakarta dan Jawa Tengah

Di sini, Andre memaparkan bahwa rata-rata ruangan yang ada di sana memiliki total pintu sebanyak lima sampai delapan pintu. Ruangan yang memiliki diorama tersebut memiliki enam pintu.

Kami kemudian melanjutkan perjalanan ke sebuah lorong. Andre mengatakan bahwa wisatawan yang menyusuri lorong-lorong di sana kerap merasakan perubahan temperatur yang cukup ekstrem.

Ilustrasi Lawang Sewu, Semarang.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Lawang Sewu, Semarang.

Namun, hal tersebut tidak terjadi karena sesuatu yang mistis.

Ada alasan tersendiri yang berhubungan dengan arsitektur bangunan Lawang Sewu. Suhu ini juga yang membuat karyawan di Lawang Sewu dulu betah di kantor.

Salah satu fitur paling menarik yang saya lihat selama menjelajahi Lawang Sewu secara virtual adalah sebuah altar besar yang memiliki kaca patri di bagian belakangnya.

Kaca patri tersebut merupakan hasil karya seniman asal Belanda bernama J.L. Schouten dan Studio T.Prinsenhof.

Gambar pada kaca patri tersebut dijelaskan Andre memiliki makna dengan industri kereta api.

Ilustrasi Lawang Sewu, Semarang.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Lawang Sewu, Semarang.

Lihat kondisi Kota Semarang yang sepi dari Lawang Sewu

Saat Andre berada di balkon lantai dua Lawang Seru, ia mengarahkan handphonenya ke Tugu Muda.

Dari situ saya dapat melihat jalanan Kota Semarang yang sepi akibat imbauan untuk tetap berada di rumah.

Melalui balkon tersebut saya juga melihat sebuah kereta api tua yang terletak di halaman Lawang Sewu.

Baca juga: Itinerary Wisata Virtual Yogyakarta, Keliling Kota Gudeg dari Gawai atau Latop

Andre mengatakan bahwa balkon tersebut sering digunakan sebagai tempat untuk foto pre-wedding.

Namun, balkon tersebut dan balkon di lantai tiga cukup rentan dan sedikit bergoyang.

Jika bukan lewat virtual tour kami tidak akan diperbolehkan beramai-ramai melihat pemandangan dari balkon tersebut.

Sebab pada kondisi biasa, balkon tersebut ditutup untuk kunjungan umum.

Ilustrasi Lawang Sewu, Semarang.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Lawang Sewu, Semarang.

Virtual tour Lawang Sewu ini rencananya akan diselenggarakan lagi. Di virtual tour bagian dua, Andre mengatakan akan mengajak wisatawan berkeliling basement Lawang Sewu.

“Untuk saat ini, saya akan perlihatkan pintu masuk ke basement dulu. Untuk penjelasan dan tur keliling basement bisa dilakukan di virtual tour chapter 2,” kata Andre.

Bagian basement ini jujur sangat menarik saya. Lantaran banyak desas-desus mistis mengenai basement Lawang Sewu.

Saya tertarik ingin tahu lebih jelas sejarah basement Lawang Sewu.

Baca juga: Kisah Lawang Sewu, Berjuang Demi Hilangkan Nuansa Mistis

Kesimpulannya virtual tour Lawang Sewu ini terbilang menarik. Apalagi jika kamu pencinta sejarah, virtual tour ini sangat seru diikuti.

Kapan lagi kamu bisa berkeliling Lawang Sewu dalam kondisi sepi dan mengungkap sisi sejarah yang jarang terdengar?

Untuk informasi virtual tour Lawang Sewu selanjutnya ikuti informasi pengumuman lewat Instagram @kawisata.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Dusun Semilir yang Ditutup, Bagaimana Seharusnya Protokol Kesehatan di Tempat Wisata?

Belajar dari Dusun Semilir yang Ditutup, Bagaimana Seharusnya Protokol Kesehatan di Tempat Wisata?

Whats Hot
Kanada Perpanjang Pembatasan Perjalanan Internasional hingga 2021

Kanada Perpanjang Pembatasan Perjalanan Internasional hingga 2021

Whats Hot
Libur Akhir Tahun Dipangkas, Contek Itinerary Roadtrip ke Bogor, Purwakarta, Bandung

Libur Akhir Tahun Dipangkas, Contek Itinerary Roadtrip ke Bogor, Purwakarta, Bandung

Jalan Jalan
Catat, Ini Syarat Tourist Visa untuk Wisatawan Indonesia ke Thailand

Catat, Ini Syarat Tourist Visa untuk Wisatawan Indonesia ke Thailand

Whats Hot
Langgar Protokol Kesehatan, Wisata Dusun Semilir Ditutup

Langgar Protokol Kesehatan, Wisata Dusun Semilir Ditutup

Whats Hot
Jepang Punya Maskot Anti-Corona, Namanya Koronon

Jepang Punya Maskot Anti-Corona, Namanya Koronon

Whats Hot
Catat, Jadwal Terbaru Libur Akhir Tahun 2020 Setelah Dipangkas

Catat, Jadwal Terbaru Libur Akhir Tahun 2020 Setelah Dipangkas

Whats Hot
Jumlah Wisman ke Sumut Naik, Mayoritas dari Malaysia

Jumlah Wisman ke Sumut Naik, Mayoritas dari Malaysia

Whats Hot
Kuota Pendakian Gunung Piramid Dibatasi, Apa Alasannya?

Kuota Pendakian Gunung Piramid Dibatasi, Apa Alasannya?

Whats Hot
Gunung Piramid Punya Tingkat Bahaya Tinggi untuk Pendakian

Gunung Piramid Punya Tingkat Bahaya Tinggi untuk Pendakian

Whats Hot
Kemenparekraf Sosialisasikan Protokol CHSE untuk Pendakian Gunung

Kemenparekraf Sosialisasikan Protokol CHSE untuk Pendakian Gunung

Whats Hot
Libur Akhir Tahun, Ratusan Tempat Cuci Tangan Disiapkan di Tempat Wisata Gunungkidul

Libur Akhir Tahun, Ratusan Tempat Cuci Tangan Disiapkan di Tempat Wisata Gunungkidul

Whats Hot
Pariwisata di Nusa Penida Mulai Pulih, Ada Ratusan Wisatawan Saat Akhir Pekan

Pariwisata di Nusa Penida Mulai Pulih, Ada Ratusan Wisatawan Saat Akhir Pekan

Whats Hot
Ada Pedagang Positif Covid-19, Pasar Gede Solo Sisi Timur Tutup 7 Hari

Ada Pedagang Positif Covid-19, Pasar Gede Solo Sisi Timur Tutup 7 Hari

Whats Hot
Gunung Semeru Erupsi, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Buka

Gunung Semeru Erupsi, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Buka

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X