Kompas.com - 24/04/2020, 06:00 WIB
Ilustrasi restoran tutup. SHUTTERSTOCKIlustrasi restoran tutup.


JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak physical distancing diterapkan untuk mencegah penyebaran virus corona, banyak restoran di Indonesia yang memilih tutup.

Menurut, pemilik Warung Pasta & Locarasa Chef Ragil, bisnis food and beverage masih dapat bertahan dengan cara memberikan layanan pesan antar makanan dan take away.

"Kita masih bisa bertahan dengan menjual makanan secara itu. Ke depannya kami akan membuat makanan-makanan retail," kata Chef Ragil dalam video conference bersama sejumlah pakar industri pariwisatalainnya melalui acara Talk-Bar Together We Can How We Get Through The Uncertainty bersama Ikatan Alumni STP Bandung, Kamis (23/4/2020).

Ia yakin bahwa dalam tiga bulan ke depan bisnis makanan sudah lebih baik daripada keadaan saat ini. Ia memprediksi restoran belum bisa buka hingga tiga bulan ke depan.

Namun, lanjutnya, ia berharap enam bulan ke depan, restoran sudah boleh dibuka kembali dan menerima tamu.

Baca juga: Pesan Antar Makanan Bisa Bantu Hotel dan Restoran saat Wabah Corona?

"Dengan kondisi yang masih social distancing, masih harus jaga jarak. Misalnya yang tadi kapasitas restoran 50 orang jadi seperlimanya," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ragil berharap 1,5 tahun ke depan, kondisi sudah menjadi new normal. Artinya, kata dia, orang sudah mulai berani untuk berdekat-dekatan jika vaksin sudah ditemukan.

Restoran.
lenordik.com Restoran.
Namun, sebelum semua itu diwujudkan, ia mengatakan akan lebih baik jika bisnis fokus dulu pada bagaimana caranya agar orang membeli makanan di muka.

"Oleh karena itu saat ini kita buka banyak Pre Order, pemesanan. Hal ini supaya kita tahu berapa yang harus dibuat dan harus dikirim agar biaya pengeluarannya kecil. Karena pada saat ini kita harus tahu dan pintar bagaimana caranya mengatur keuangan dan benar-benar menjual apa yang dipesan customer di luar sana," tambahnya.

Beberapa restoran, kata Ragil telah menerapkan strategi tersebut dengan cara menjual produk makanan lauk pauk seperti Frozen Food (makanan beku) dan Ready To Cook (bahan makanan siap dimasak).

Baca juga: 7 Restoran dengan Layanan Pesan Antar Frozen Food, Buat Bekal di Rumah Aja

Bukan tanpa alasan, Ragil mengatakan produk seperti ini memang tengah diminati masyarakat yang hanya bisa berada di rumah sekarang.

Cara lainnya yang dilakukan restoran adalah menjual stok makanan.

"Karena pada saat ini bagi mereka sudah tidak ada untungnya menyimpan stok, yang penting adalah cashflow," terangnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Tips Staycation dengan Lansia saat Pandemi Covid-19

7 Tips Staycation dengan Lansia saat Pandemi Covid-19

Travel Tips
Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Travel Update
8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

Travel Tips
Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Travel Update
Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Travel Update
Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Travel Update
3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

Travel Tips
Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Travel Update
Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Travel Update
Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Travel Update
Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Travel Update
Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Jalan Jalan
Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.