Kompas.com - 25/04/2020, 11:54 WIB
Para wisatawan berpose di sekitar kolam pemandian sakral di Goa Gajah, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (2/4/2018). Goa Gajah merupakan salah satu destinasi wisata di Bali yang banyak dikunjungi wisatawan baik asing maupun domestik. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIPara wisatawan berpose di sekitar kolam pemandian sakral di Goa Gajah, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (2/4/2018). Goa Gajah merupakan salah satu destinasi wisata di Bali yang banyak dikunjungi wisatawan baik asing maupun domestik.


JAKARTA, KOMPAS.com – Dampak dari pandemi corona terhadap industri pariwisata Bali begitu besar.

Pasalnya, ketika industri pariwisata berhenti bergerak, maka berdampak pada ekonomi dan banyak sektor lain di Bali. Pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi Bali.

Menurut data Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada bulan April 2020 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019 lalu, menurun hampir 100 persen.

Baca juga: Mencoba Bertahan, Hotel Berbintang di Bali Turunkan Harga Semurah Kos-kosan

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Sukawati mengatakan bahwa Bali jadi salah satu daerah yang mengalami dampak pandemi corona paling parah. Pasalnya, sekitar 60 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali berasal dari sektor pariwisata.

“Tidak hanya pariwisata, sektor lain juga terdampak (penurunan wisatawan)," ujar Tjokorda dalam sesi Industry Roundtable online edisi keempat yang digelar oleh Markplus, Inc. dan Jakarta Chief Marketing Officer (CMO), Jumat (24/4/2020).

Contohnya, lanjut Tjokorda, sektor pertanian. Biasanya hasil pertanian di Bali terserap hotel-hotel yang jumlahnya mencapai 140.000 kamar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sekarang tidak ada lagi dan para petani oversupply,” katanya.

Dalam data dari GIPI, pada Januari 2020 lalu jumlah wisman ke Bali sempat meningkat 11 persen.

Lalu jumlah wisman menurun pada Februari 2020 sebesar 18 persen. Pada masa ini semua penerbangan dari dan ke China sudah mulai ditunda.

Pantai Melasti, salah satu wisata populer di Bali. SHUTTERSTOCK/IRISKARIGHTNOW Pantai Melasti, salah satu wisata populer di Bali.

Jumlah penurunan semakin drastis pada Maret 2020. Penurunan mencapai 42,32 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X