Kompas.com - 25/04/2020, 18:47 WIB
Adi Murdani warga Banjarmasin di Nepal mendapatkan bantuan berupa uang tunai dari KBRI yang diwakilkan oleh Konsultan Kehormatan di Kathmandu, untuk dibelikan logistik selama dia terlockdown di Nepal, Kamis (23/4) 2020. (Antaranews Kalsel/HO/Adi Murdani). Dok. Antaranews Kalsel/HO/Adi MurdaniAdi Murdani warga Banjarmasin di Nepal mendapatkan bantuan berupa uang tunai dari KBRI yang diwakilkan oleh Konsultan Kehormatan di Kathmandu, untuk dibelikan logistik selama dia terlockdown di Nepal, Kamis (23/4) 2020. (Antaranews Kalsel/HO/Adi Murdani).

Pada 22 dan 23 Maret masih semi karantina, hanya ada pembatasan jam malam. Kemudian 24 Maret hingga sekarang karantina wilayah total.

"Seharusnya, pada 26 Maret saya telah kembali ke Indonesia, tetapi hingga sekarang saya masih terkatung-katung di sini, tidak jelas kapan bisa kembali," katanya.

Sempat dikejar polisi karena beli bahan makanan

Saat ini, Adi dan rekannya tinggal di hotel Yala Peak di Kathmandu. Di tempat tersebut, dia bersama rekannya membantu karyawan hotel memasak makanan.

Beberapa hari sekali, dia harus keluar hotel untuk membeli persediaan logistik, walaupun harus dengan sembunyi-sembunyi.

"Situasinya sulit karena semua serba tutup termasuk supermarket, yang paling dikhawatirkan banyak orang adalah stok makanan. Untungnya, 1 April bandara sudah dibuka. Para turis masih bisa bernafas lega, meskipun akhirnya karantina wilayah diperpanjang," tuturnya.

Karantina wilayah kedua diperpanjang hingga 7 April dan bandara ditutup hingga 15 April dan baru dibuka sepekan setelah karantina wilayah #stayhome berakhir. 

Baca juga: Bagaimana Tren Wisatawan Setelah Pandemi Corona Berakhir?

Saat karantina wilayah itu supermarket maupun warung-warung warga ada yang buka dengan sembunyi-sembunyi.

"Saya masih bisa kabur ke warung-warung itu pada jam yang kemungkinan tidak ada polisi, yang bikin sedih harga kebutuhan lebih mahal. Apalagi status saya di sini warga negara asing, selalu dapat harga bule kalau belanja," katanya.

Karantina wilayah ketiga diperpanjang hingga 15 April dan bandara ditutup hingga 30 April atau 2 pekan setelah karantina wilayah #stayhome berakhir, baru bandara dibuka.

Namun, supermarket dan warung diperbolehkan buka antara pukul 16.00-18.00 waktu setempat dan sudah tidak sembunyi-sembunyi lagi kalau mau belanja.

Karantina wilayah diperpanjang lagi dari 16-27 April. Kali ini lebih ketat kembali seperti karantina wilayah pertama.

"Saya pernah diusir polisi dan disuruh pulang ke hotel saat mau ke supermarket," katanya.

Pernah juga, dia harus lari dari razia polisi saat mau belanja ke toko bahan makanan. Terakhir  pada 19 April, saat antre membeli roti di warung dibubarkan polisi dan tokonya langsung tutup.

"Alhamdulilah, hari ke 31 terkarantina, pada Kamis (24/4) saya mendapatkan bantuan berupa uang tunai dari KBRI yang diwakilkan oleh Konsultan Kehormatan di Kathmandu, untuk dibelikan logistik," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X