Kompas.com - 25/04/2020, 21:04 WIB
Ilustrasi dalgona coffee, kopi foamy yang videonya viral di media sosial. SHUTTERSTOCK/STEFAN CSONTOSIlustrasi dalgona coffee, kopi foamy yang videonya viral di media sosial.

JAKARTA, KOMPAS.com - Main TikTok ketemu dalgona coffee, buka Instagram ketemunya juga dalgona coffee. Tidak bisa dipungkiri, dalgona coffee sedang digandrungi oleh pengguna media sosial.

Semua orang seakan mengunggah foto dan video tutorial membuat dalgona di media sosial.

Ada yang berhasil, ada pula yang gagal membuat dalgona coffee. Ada yang berussaha informatif ada juga yang sekedar mengangkat sisi komedi saat membuat dalgona coffee. Semua orang seakan tersihir dengan minuman ini.

Baca juga: 5 Eksperimen Dalgona Coffee yang Bisa Kamu Bikin di Rumah

Dilansir dari CNA Lifestyle, minuman yang berbahan dasar susu, gula, dan kopi instan ini menjadi tren sejak awal Maret 2020.

Video tutorial membuat susu dan foam kopi itu mulai membanjiri timeline media sosial seperti Instagram, TikTok, Twitter dan lain-lain.

Dalgona coffe jadi populer disinyalir karena bahannya sedikit, murah, dan mudah didapat. Selain itu membuat dalgona coffee juga sukses menjadi pelepas jenuh saat masa karantina.

Namun sebenarnya dari mana asal usul dalgona coffee? Mengapa pula awalnya sangat terkenal dari Korea Selatan dan merambah sampai ke penjuru dunia?

Sejarah Dalgona

Dalgona CoffeeShutterstock Dalgona Coffee

Saat ini jika orang ditanya mengenai “dalgona coffe” kebanyakan akan menerangkan secangkir minuman kreasi dari susu. Kemudian di atasnya diberi kopi kocok yang berbentuk seperti whiped cream.

Namun jika pergi ke Korea Selatan, dalgona bukanlah minuman kopi melainkan permen manis berbahan dasar gula.

Baca juga: Bisakah Membuat Dalgona Coffee Tanpa Gula?

Dilansir dari SCMP, tidak banyak orang yang tahu bahwa dalgona, atau ‘ppopgi’ dalam bahasa Korea berarti “minuman madu”.

Jajanan ini memiliki rasa yang bisa membangkitkan kenangan masa kecil bagi orang-orang yang tumbuh pada era tahun '70-an hingga '80-an.

“Ketika saya masih kecil, saya ingat orang-orang tua menjual makanan kecil ini, "kata Kenny Hong Kyoung-soo, salah satu pendiri Cafe Cha di Seoul dilansir dari South China Morning Post.

Hong mengatakan jajanan itu dulunya sangat terkenal dan murah. Sebab hanya membutuhkan bahan yang seperti air, gula dan baking soda.

Rasa permen ini awalnya sangat manis sementara di akhir rasanya terasa agak pahit. Namun, di balik rasa manisnya terdapat sejarah yang pahit dari permen satu ini.

Baca juga: Apa Itu Dalgona? Permen Tradisional ala Korea

Jajanan itu awalnya dibuat setelah perang Korea tahun 1950-1953. Personel Angkatan Darat Amerika Serikat memberikan permen atau gula-gula untuk anak-anak setempat.

Orang tua mereka, yang tidak dapat menyisihkan uang untuk membeli permen, berusaha membuat versi mereka sendiri. Mereka membuat versi sederhana dan seadanya permen.

Proses pembuatan dalgona atau ppopgi, permen khas KoreaShutterstock Proses pembuatan dalgona atau ppopgi, permen khas Korea

Dalgona dibuat dengan cara mencampurkan gula dan merebusnya di air sampai mulai berubah warna menjadi agak kuning. Setelah itu diberikan baking soda agar mengembang. Ketika dingin, maka air gula itu akan mengeras, menjadi ringan, dan renyah.

Taktik orang tua itu berhasil dan anak-anaknya menyukainya.

Semenjak itu jajanan ini naik daun hingga tahun 1980-an, dalgona dijual dengan bentuk seperti lolipop (permen gagang), dengan cap gambar bermacam-macam di bagian tengahnya.

Baca juga: Pakai Es Batu, Trik Bikin Dalgona Coffee Cepat Mengembang

 Rasanya tidak seperti karamel tapi memiliki tekstur renyah dan mudah larut saat dalam mulut.

Dalgona pada akhirnya mulai dilupakan lantaran kalah pamor dengan makanan cepat saji asal Amerika Serikat yang masuk ke Korea Selatan pada 1988.

Oleh karena itu bagi generasi Korea yang tumbuh '70-'80an perman dalgona mampu membangkitkan kenangan-kenangan masa kecil mereka.

 

Lantas dari permen kenapa bisa jadi kopi?

Pada awal Januari 2020 dalam acara televisi Korea Selatan menampilkan aktor ternama Jung Il-woo. Kala itu ia berada di sebuah kafe di Makau.

Pemilik kafe membuatkan dia minuman kopi dengan gula pasir yang diaduk sebanyak 400 kali, lalu ditambahkan air panas dan es batu.

Baca juga: Kenalkan! Jung Il Woo, Aktor Korea yang Populerkan Dalgona Coffee

 Ketika meminumnya, Jung Il Woo teringat pada jajanan bernama Dalgona, zaman sekolah dasar.

"Ketika aku di sekolah dasar (SD), ada yang menjual permen gula bakar di depan sekolah. Rasa kopi ini seperti versi lelehan permen itu," kata Jung Il Woo dalam video di YouTube, dikutip Kompas.com, Rabu (15/4/2020).

Dalgona atau ppoggi, jajanan permen khas Korea SelatanShutterstock Dalgona atau ppoggi, jajanan permen khas Korea Selatan

Alhasil Jung Il Woo menjuluki minuman tersebut dengan nama Macau Dalgona Coffee.

Sejak itu, banyak publik figur Korea Selatan seperti BTS dan artis papan atas lainnya yang membicarakan kreasi kopi ini.

Selain itu jejaring sosial seperti TikTok, Instagram juga berjasa menghantarkan minuman ini hingga dikenal di seluruh dunia.

Minuman serupa dalgona sudah ada sejak dulu

Orang-orang kebanyakan melihat jika minuman ini adalah tren baru yang meledak saat masa pandemi corona.

Namun, minuman ini sebenarnya kurang tepat jika disebut berasal dari Korea Selatan. Apalagi lewat asal-usulnya dalgona coffee berasal dari Macau. 

Minuman serupa dalgona coffee juga terlebih dahulu dapat ditmeui di India dan Pakistan.

Dikutip dari India Today, Senin (30/3/2020), dalgona coffee disebut mirip dengan Phenti Hui Coffee (kopi kocok) dari India.

Baca juga: Tidak Sulit Membuat Teh Telur Khas Padang Agar Tidak Amis

Pembuatannya sama, yaitu hanya dengan mencampurkan kopi, gula, dan sedikit air panas ke dalam cangkir. Lalu dikocok sampai berbusa.

Sementara di Malaysia, minuman dengan wujud mirip dalgona adalah teh tarik. Di Indonesia juga ada minuman yang bentuknya menyerupai dalgona coffee, tak lain adalah teh talua (teh telur) dari Sumatera Barat.

Ilustrasi teh telur dari Sumatera Barat.Dok. Shutterstock/Yahdi Bin Rus Ilustrasi teh telur dari Sumatera Barat.

Minuman ini terdiri dari teh, susu dan telur bebek atau telur ayam kampung. Butuh keahlian yang mumpuni untuk membuat teh telur.

Sebab beda dengan dalgona coffe yang punya dua tingkat, teh telur punya empat tingkat. 

Untuk membuat teh telur, bahan yang digunakan adalah kuning telur dipisahkan dengan putih telurnya lalu, gulanya satu setengah sendok makan, dan serbuk kayu manis secukupnya. 

Teh telur biasanya dinikmati oleh laki-laki Minang, disajikan dengan pisang goreng raja dan diminum sebelum mekalukan aktivitas kerja.

 

Popularitas dalgona coffee

Popularitas dalgona coffee saat ini sedang berada di atas-atas. Video tutorial membuat dalgona coffee sudah tersebar banyak sekali di YouTube, TikTok dan Instagram.

Salah satu YouTuber Korea Selatan yakni Korean Grandma juga ikut memopulerkan dalgona coffee

Baca juga: 3 Cara Membuat Dalgona Coffee di Rumah, Pernah Coba yang Mana?

Video yang diunggah di kanal YouTube-nya memperlihatkan bagaimana ia lelah mengaduk adonan dalgona dengan whisk pengaduk dan sendok sebanyak lebih dari 400 kali, tetapi tidak kunjung berhasil.

"Saya mengaduknya lebih dari 400 kali. Jangan pernah mencoba ini di rumah. Tidak sepadan dengan waktu dan usaha," jelas Korean Grandma dalam video berjudul "Whisking in anger.. How to Make Dalgona Coffee [Korea Grandma] ". 

Percobaan pertama membuat dalgona coffee. Kopi belum bisa membentuk foam.KOMPAS.com/YANA GABRIELLA WIJAYA Percobaan pertama membuat dalgona coffee. Kopi belum bisa membentuk foam.

Video tersebut sudah ditonton lebih dari 2 juta kali di YouTube.

Selain itu dalgona coffee juga diangkat oleh YouTuber asal Korea Selatan J’adore. Videonya tentang cara membuat dalgona sudah ditonton ditonton lebih dari 8,6 juta kali dan disukai lebih dari 195.000 kali.

Pada salah satu artikel dari Kompas.com menyebutkan jika tanda pagar #dalgonacoffee di TikTok mencapai 100 juta tampilan.

Video berisi berbagai cara membuat Dalgona coffee dari yang berbau komedi hingga estetika, begitu juga di Instagram.

Baca juga: 17 Kafe dan Restoran di Jakarta yang Jual Dalgona Coffee, Bisa Dipesan Lewat GrabFood dan GoFood

Masifnya pencarian akan dalgona coffee di dunia maya, lantas membuat orang mulai berkreasi dengan variasi lain seperri dalgona milo, matcha, green tea, hingga Nutrisari.

Berangkat dari “kopi karantina” yang dibuat di rumah, kini kafe-kafe juga menyelipkan dalgona coffee dalam menu mereka.

Dalgona Green CoffeeDok. Atria Residence Gading Serpong Dalgona Green Coffee

Mereka melihat tren ini sebagai peluang usaha untuk mengumpulkan pundi di masa pandemi.

Pilihan ini cocok bagi orang yang ingin mengikuti tren dan penasaran akan dalgona coffee tetapi enggan atau tak sempat membuatnya.

Baca juga: Terdengar Sepele, Ini Rahasia Sukses Membuat Dalgona Coffee

Entah kamu membuat sendiri atau membeli dalgona coffee, yang pasti kamu adalah salah satu dari jutaan orang di dunia yang terkena 'demam' dalgona coffee.

Syukurnya 'demam' ini membuat kita mampu untuk lebih bersemangat dan terhibur di masa pandemi virus corona. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Travel Update
Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Travel Update
Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Travel Update
85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

Travel Update
Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Travel Update
Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Travel Update
Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Travel Update
Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Jalan Jalan
ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

Travel Update
 Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Travel Update
PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

Travel Update
Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Travel Tips
Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Travel Update
Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Travel Update
Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X