Kompas.com - 27/04/2020, 10:15 WIB
Salah satu pemandu gunung bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sedang memandu turis mendaki Gunung Ijen di Banyuwangi. Dok. APGISalah satu pemandu gunung bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sedang memandu turis mendaki Gunung Ijen di Banyuwangi.


JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) mendesak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) agar memprioritaskan data massal yang sudah dikirim untuk Kartu Prakerja.

Sekretaris Jenderal APGI, Rahman Mukhlis mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan data massal anggotanya dan profesi pemandu gunung, serta para pekerjanya yang terdampak dari wabah virus corona ke Kemenparekraf.

"Awalnya kita kirim data via Kemenpar, harapannya bisa jadi prioritas diterima sebagai peserta prakerja, tetapi ternyata tidak. Semua dikembalikan sesuai prosedur. Akhirnya kita merespon dengan menginstruksikan anggota daftar secara individu atau masing-masing di web prakerja sesuai prosedur," kata Rahman saat dihubungi Kompas.com, Minggu (26/4/2020).

Baca juga: Manajemen Krisis Pariwisata Gunung Selama Corona, Bangun Kewaspadaan

Lanjutnya, hal ini justru menyulitkan bagi para pelaku pariwisata gunung yang tergabung dalam APGI untuk proses pendaftaran Kartu Prakerja.

Ia menuturkan bahwa pada gelombang pertama pendaftaran Kartu Prakerja, sebagian besar yang mendaftar tidak lolos.

Kendati demikian, Rahman tidak mengetahui pasti berapa orang yang lolos.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tapi yang report diterima tidak sampai 10 orang," terangnya.

Adapun 10 orang tersebut berasal dari 328 anggota yang diajukan APGI untuk menerima Kartu Prakerja. APGI sendiri memiliki total keseluruhan anggota sebanyak 1045 orang.

Baca juga: 6 Dampak Corona bagi Industri Pariwisata Gunung, Jumlah Pendaki Turun 44 Persen

Gunung Rinjanishutterstock Gunung Rinjani
Oleh karena itu, ia mengaku APGI tengah mendorong Kemenparekraf untuk mengembalikan pendaftaran kepada data massal yang sudah dikirimkan.

"Kita sih terus mendorong Kemenparekraf semoga data yang kita ajukan massal bisa diprioritaskan, karena semuanya sekarang dilakukan dengan individu," tambahnya.

APGI sendiri melaporkan, meski seluruh wisata gunung ditutup demi mencegah penyebaran virus corona, kegiatan asosiasi tetap berjalan seperti biasa dan melalui online.

Baca juga: Izin Pendakian Gunung Everest Ditangguhkan, Sherpa Tidak Punya Pendapatan

Hal tersebut kata dia, untuk menjaga silaturahmi, semangat, inspirasi dan kompetensi anggota.

"Kegiatan bisnis anggota di wisata gunung, sementara semua stop operasional. Namun kegiatan asosiasi tetap jalan melalui program online," katanya.

Terkait masalah finansial, Rahman mengatakan banyak dari anggota APGI yang banting setir ke pekerjaan lain seperti bertani, buka usaha di bidang kuliner, alat kesehatan dan lainnya.

Baca juga: Nepal Tutup Pendakian Gunung Everest karena Virus Corona

Kini, Rahman mengaku berharap pada pemerintah agar segera mewujudnyatakan segara program yang telah direncanakan untuk membantu sektor pariwisata.

"Program yang lebih kongkrit dan berdampak langsug bagi pelaku pariwisata. Misalnya jika pelatihan, itu sesuai kebutuhan industrinya, dan sisi lainnya pelaku dapat manfaat ekonomis," ujarnya.

Terakhir, ia menyarankan agar pemerintah memaksimalkan program padat karya pariwisata untuk pemberdayaan pelaku pariwisata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingat, Libur Maulid Nabi Digeser ke Hari Rabu Tanggal 20 Oktober 2021

Ingat, Libur Maulid Nabi Digeser ke Hari Rabu Tanggal 20 Oktober 2021

Travel Update
6 Oleh-Oleh Khas Pontianak, Serba Lidah Buaya

6 Oleh-Oleh Khas Pontianak, Serba Lidah Buaya

Jalan Jalan
Seru! Hotel Ini Bawa Stranger Things ke Dunia Nyata

Seru! Hotel Ini Bawa Stranger Things ke Dunia Nyata

Travel Update
Amerika Serikat Sambut Kembali Turis Asing Mulai November 2021

Amerika Serikat Sambut Kembali Turis Asing Mulai November 2021

Travel Update
Itinerary Wisata dari Tol Kahyangan Sigemplong sampai Dieng

Itinerary Wisata dari Tol Kahyangan Sigemplong sampai Dieng

Jalan Jalan
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Pangkalpinang, Ada Pantai Tanjung Pesona

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Pangkalpinang, Ada Pantai Tanjung Pesona

Itinerary
Rute ke La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Tempat Glamping Bernuansa Indian

Rute ke La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Tempat Glamping Bernuansa Indian

Jalan Jalan
Desa Wisata Serang Blitar Tawarkan Wisata Pantai dan Konservasi Penyu

Desa Wisata Serang Blitar Tawarkan Wisata Pantai dan Konservasi Penyu

Jalan Jalan
Rute ke Nawang Jagad Kaliurang dari Stasiun Yogyakarta

Rute ke Nawang Jagad Kaliurang dari Stasiun Yogyakarta

Jalan Jalan
Rute ke Curug Cikuluwung Bogor, 2 Jam dari Terminal Cibinong

Rute ke Curug Cikuluwung Bogor, 2 Jam dari Terminal Cibinong

Jalan Jalan
Botanica Sanctuary, Hotel Terbaru di Puncak Bogor yang Cocok untuk Keluarga

Botanica Sanctuary, Hotel Terbaru di Puncak Bogor yang Cocok untuk Keluarga

Travel Promo
Boon Pring, Tempat Wisata di Area Hutan Bambu Andalan Desa Wisata Sanankerto

Boon Pring, Tempat Wisata di Area Hutan Bambu Andalan Desa Wisata Sanankerto

Jalan Jalan
6 Tips ke Tol Kahyangan Bawang-Dieng, Kendaraan Mesti Kuat Menanjak

6 Tips ke Tol Kahyangan Bawang-Dieng, Kendaraan Mesti Kuat Menanjak

Travel Tips
Rute Menuju Tol Kahyangan Bawang-Dieng dari Kecamatan Bawang, Batang

Rute Menuju Tol Kahyangan Bawang-Dieng dari Kecamatan Bawang, Batang

Jalan Jalan
4 Tips Berwisata ke Curug Cikuluwung Bogor, Wajib Cek Ramalan Cuaca

4 Tips Berwisata ke Curug Cikuluwung Bogor, Wajib Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.