Durasi Puasa Jepang 15 Jam, WNI di Jepang Lakukan Pemanasan Sebelum Ramadhan

Kompas.com - 29/04/2020, 22:02 WIB
Ilustrasi Jepang - Tokyo Tower. SHUTTERSTOCKIlustrasi Jepang - Tokyo Tower.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Cerita menarik tentang Warga Negara Indonesia (WNI) yang berpuasa di negara dengan durasi puasa panjang juga datang dari Jepang.

WNI asal Bogor, Ariefsetyo Nugroho, sudah tinggal di Jepang selama satu tahun. Bagi dirinya, ini merupakan pengalaman tahun kedua berpuasa di Jepang. 

Negeri Sakura terkenal memiliki waktu puasa Ramadhan yang cukup panjang. Ramadhan tahun ini umat Islam di Jepang harus berpuasa 15 jam.

WNI menjalankan Ramadhan di Jepang. DOK. PRIBADI ARIFSETYO NUGROHO WNI menjalankan Ramadhan di Jepang.

Arief mengaku sempat kaget pada awal berpuasa di Jepang satu tahun yang lalu.

Baca juga: Resep Roti Panggang Boba Viral Buat Camilan Malam Setelah Buka Puasa

Namun kini ia sudah paham bagaimana mengatur persiapan agar kuat berpuasa 15 jam.

"Kalau saya pemanasan dulu sebelum puasa. Maksudnya makan dikurangi sedikit-sedikit, ya ditahan-tahan lah waktu sebelum bulan puasa," kata Arief saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/4/2020).

Adaptasi lebih awal sebelum Ramadhan dilakukan oleh Arief agar kondisi tubuh tidak kaget ketika harus berpuasa kala Ramadhan.

"Jadi yang harusnya makan jam segini, ditahan dulu. Nanti lama-lama biasa," jelas Arief. 

Ilustrasi Masjid Kobe di Jepang.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Masjid Kobe di Jepang.

Kendati berpuasa dalam waktu lama, dirinya mengaku tetap melakukan aktivitas seperti biasa, misalnya bekerja dan berolahraga.

Namun saat pandemi virus corona seperti sekarang pola kerja Arief jadi berbeda. Sebab tempat kerja Arief menerapkan jam waktu istirahat yang bergilir atau dibagi. 

Baca juga: Kisah WNI Puasa di Norwegia saat Corona: Tidak Ada Buka Bersama Komunitas WNI

Tadinya sebelum pandemi virus corona jam istirahat di tempat kerja Arief pukul 12.00. Ia bisa berisirahat sembari menunaikan shalat dzuhur.

"Nah pas corona ini, jadwal istirahatnya dimajuin jadi jam 11.00, itu kan belum waktu shalat ya. Jadi yaudah saya manfaatkan untuk tidur saja dan baca buku di kantin," jelas Arief.

"Orang Jepang lainnya pada makan saya tidur," ucapnya sembari tertawa.

Baca juga: Cerita WNI di Islandia, Pernah Puasa Selama 22 Jam



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X