Kompas.com - 01/05/2020, 21:17 WIB

"Bulan November dia di Malaysia ditolak, karena dari paspornya kita lihat dia sudah beberapa kali di Malaysia. Kemudian menyeberang ke Indonesia melalui Dumai," ujarnya.

Petugas Imigrasi mendapat informasi bahwa ditemukan seorang WNA yang menjadi pengemis di Dumai.

Kemudian, pihaknya langsung melesuri di mana keberadaan WNA tersebut. 

"Dia ini memang terluntang-lantunglah, tidak jelas. Jadi ada informasi minta-minta uang atau jadi pengemis, karena dia sudah tidak punya apa-apa, hanya pakaian di badan saja," kata Junior.

Setelah itu, Junior menyurati dan berkoordinasi dengan Kedutaan Mesir pada bulan Desember 2019.

Baca juga: Begpackers, Fenomena Turis Bule Kehabisan Uang dan Mengemis

"Kita dapat jawaban dari Kedutaan Mesir sekitar seminggu yang lalu. Kemudian difasilitasilah pembelian tiketnya," ungkap Junior.

Tarek pun akhirnya dideportasi dari Indonesia kembali ke Mesir. Ia berangkat dari Jakarta ke Jeddah, kemudian ke Kairo.

Deportasi dikawal oleh petugas imigrasi.

"Jadwal berangkatnya besok pagi, Sabtu (15/2/2019). Jadi yang bersangkutan itu satu malam ini di ruang detensi imigrasi yang ada di bandara Soekarno Hatta," jelas Junior.

Keluarga Rusia Mengamen di Pasar Tradisional Kebon Roek, Nusa Tenggara Barat

Kasus lain turis asing yang mengemis di Indonesia terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.