Mengemis dan Mengamen, Ulah Wisatawan Asing yang Begpackers di Indonesia dari 2019-2020

Kompas.com - 01/05/2020, 21:17 WIB
Wisatawan asing yang begpackers di sebuah kota dengan menjual foto dan pernak-pernik. Twitter/ImSoloTravellerWisatawan asing yang begpackers di sebuah kota dengan menjual foto dan pernak-pernik.

Lanjutnya, dalam situasi seperti ini, sulit untuk pulang ke negaranya, sedangkan biaya hidup pun menipis.

Alhasil Mikhail dan istri memutuskan untuk mengamen, menerima pemberian orang yang menikmati musiknya untuk membeli makan dan minum.

"Saya main musik di Bali, tapi polisi melarang kami, padahal itu untuk membeli makanan dan biaya hidup. Kami punya uang hanya untuk satu bulan kami tinggal di Bali. Kemudian kami ke Lombok mencari peluang ngamen, tapi di sini juga sama pintu ditutup," lanjutnya.

Namun, ternyata pernyataan Mikhail tersebut tak ditelan mentah-mentah oleh netizen Indonesia.

Mereka menemukan sebuah video yang memperlihatkan keluarga tersebut mengamen di Kuala Lumpur, Malaysia, Februari 2019 lalu.

Baca juga: Kisah Turis Asing di India Terpaksa Isolasi Diri di Goa, Kehabisan Uang untuk Hotel

Tak hanya itu, Mikhail juga ditangkap Kepolisian Malaysia usai mengamen.

Hal ini karena dirinya dianggap melakukan tindakan kekerasan terhadap anaknya saat mengamen dengan mengayunkan tubuh bayi yang kala itu berusia empat bulan.

Kepolisian Malaysia pun menangkap mereka atas laporan masyarakat yang melihat video viral itu.

"Kami menahan mereka pada hari Senin karena menginterogasi dugaan pelecehan," kata kepala polisi Kuala Lumpur Mazlan Lazim kepada AFP, seperti dikutip BBC.

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X