Kisah Kapal Pesiar Terakhir di Laut saat Pandemi Corona

Kompas.com - 06/05/2020, 07:40 WIB
Ilustrasi kapal pesiar - Costa Cruises. PIXABAYIlustrasi kapal pesiar - Costa Cruises.

KOMPAS.comCosta Deliziosa, kapal pesiar terakhir di lautan, secara resmi merapat pada 22 April 2020.

Dilukiskan sebagai “gelembung bebas virus”, kapal pesiar tersebut berlayar sebelum pandemi virus corona melanda.

Menurut Insider, Sabtu (2/5/2020), Costa Deliziosa berangkat meninggalkan Venisia, Italia pada 5 Januari 2020 untuk memulai perjalanan selama 113 hari keliling dunia. Kapal tersebut dimaksudkan untuk kembali ke Venisia pada 26 April 2020.

Kapal tersebut mengangkut sekitar 2.000 penumpang dan 900 anak buah kapal (ABK). Kendati kapal pesiar memiliki citra yang buruk di tengah pandemi virus corona, namun Costa Deliziosa dikatakan sebagai salah satu tempat teraman di Bumi.

Daily Beast menuturkan, dikutip Insider, bahwa kapal pesiar tersebut merupakan kapal penumpang terbesar di laut mana pun di dunia yang merapat setelah menyelesaikan pelayaran.

Semua baik-baik saja di atas kapal

Saat Costa Deliziosa berlayar, virus corona masih belum dinyatakan secara resmi sebagai pandemi. Pada saat itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) hanya mengunggah informasi 59 kasus pneumonia di Wuhan, China melalui Twitter.

Pada saat itu juga masih belum tercatat adanya kematian.

“Sejak kami berlayar pada 5 Januari dari Venisia, dunia telah benar-benar berubah. Ini merupakan situasi yang aneh karena kami melihat dunia ditutup,” kata Kapten Costa Deliziosa, Nicolo Alba, kepada CNN, seperti dikutip Insider.

“Berbagai pelabuhan dan negara tidak lagi mengizinkan kedatangan orang dari luar,” lanjutnya.

Kapal tersebut melintasi Mediterania dan berhenti di beberapa pelabuhan. Mulai dari pelabuhan di Marseille, Perancis, hingga Barcelona, Spanyol sebelum akhirnya sampai di Karibia dan melanjutkan pelayaran ke Amerika Selatan dan Pasifik.

Selama perjalanan, para penumpang kapal kerap mengunggah foto-foto mereka tengah tersenyum di Facebook dan Instagram.

Mereka tidak sadar akan betapa beratnya keadaan yang terjadi di daratan.

“Kami mengikuti situasi melalui televisi di berita. Namun dampak pada kedatangan sangat luar biasa. Kami sedang berada di surga dan kami melihat bahwa dunia berubah menjadi neraka,” kata seorang penumpang bernama Carlos Paya kepada AFP News saat dia tiba di Barcelona, mengutip Daily Beast.

Halaman:


Sumber Insider
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X