Masjid Huaisheng, Masjid Tertua di China yang Terkenal dengan Menara Mercusuarnya

Kompas.com - 06/05/2020, 14:38 WIB

 

Pintu masuknya merupakan sebuah pintu melengkung. Tepat di kedua sisi pintu terdapat tanda berwarna hijau yang memiliki kata-kata dalam bahasa Arab dan ditulis seperti karakter Mandarin.

Saat masuk ke dalamnya, kamu akan melihat langit-langit ruang salat yang terbuat dari ubin dengan perpaduan warna biru dan hijau yang memberi kesan hangat di area tersebut.

Selain sajadah, ruang salat tersebut juga dipenuhi oleh kaligrafi Arab di dindingnya. Keindahan di dalamnya hanya boleh dilihat oleh orang Muslim karena umat agama lain tidak diperbolehkan untuk masuk.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

?? AL-MUQADDIM - the Expediter ?? 'The sun is not permitted to overtake the moon nor can the night go beyond the day, but each moves easily in its lawful way.' 36:40 I hope you'll all forgive me but since we've gone away on holidays for a few days and since we're slightly behind with our #99namesproject2019 , I've decided to cheat a little ???? and use photographs in place of what we would have drawn. I promise we'll make up for it later! Anyway, today's image is from China and I chose it because of the expedited manner in which Islam arrived in that country. Did you know that the oldest Mosque in China (the Huaisheng (Lighthouse) Mosque was built in Guangzhou as early as 627?! Subhanallah! May Allah SWT protect the Muslims of China and keep them steadfast in the face of adversity. Image via Google #99namesproject2019 #99names99days #99namesbook #99namesproject #99namesofallah #asmaalhusna #almuqaddim #huaishengmosque

A post shared by KitabKids (@kitabkids) on Apr 19, 2019 at 3:43pm PDT

Kendati demikian, mereka masih bisa menikmati keindahan Masjid Huaisheng selain ruang salat.

3. Prasasti kuno dan buku-buku Islam

Terletak di barat daya ruang salat adalah sebuah prasasti kuno yang ditaruh di sebuah paviliun. Prasasti tersebut merupakan replika dari prasasti asli yang disabotase saat terjadi revolusi budaya.

Berdasarkan tulisan yang tertera pada prasasti tersebut, Masjid Huaisheng pernah terbakar dalam sebuah kobaran api besar pada tahun-tahun terakhir Periode Yuan Zhengkui.

Namun, masjid tersebut dibangun kembali oleh seorang jenderal Muslim pada tahun ke-10 periode tersebut (1350).

Selain prasasti kuno, ada juga buku-buku Islam yang berada di salah satu area di masjid. Buku-buku tersebut terdiri dari beberapa majalah dan Al-Quran.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

. ???? Masjid Huaisheng ???????? China ???? @ibnplus #masjidgraphy

A post shared by @ masjidgraphy on Mar 25, 2019 at 5:54am PDT

Area tersebut kerap dikunjungi oleh para imam dan pelajar Muslim dari provinsi lain di China.

4. Plakat asal Dinasti Qing

Masjid tersebut memiliki sebuah plakat yang diberikan oleh Kaisar Guangxu dari Dinasti Qing (1901).

Plakat tersebut bertuliskan “Jiao Chong Xi Yu” yang berarti “Islam datang dari Mekah Barat”. Plakat tersebut juga memiliki cap Kaisar Guangxu.

Konon katanya, empat kata yang terdapat pada plakat tersebut ditulis oleh Ibusuri Cixi yang juga dikenal dengan Ibusuri Barat oleh masyarakat di China.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.