Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

184 Pemandu Wisata Raja Ampat Kehilangan Pekerjaan

Kompas.com - 06/05/2020, 20:09 WIB
Ni Luh Made Pertiwi F.

Editor

Sumber Antara

SORONG, KOMPAS.com - Sebanyak 184 pemandu wisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, kehilangan pekerjaan.

Mereka juga kesulitan keuangan dalam dua bulan terakhir akibat pandemi Covid-19, sejak awal Maret 2020.

Baca juga: Raja Ampat Tutup Seluruh Tempat Wisata, Cegah Penyebaran Virus Corona

Kondisi ekonomi pemandu wisata Kabupaten Raja Ampat anjlok karena biasanya mereka mendapatkan upah dari aktivitas memandu wisatawan.

Sementara itu, tidak ada wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat sejak pembatasan sosial sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Pulau Waigeo, Wisata Raja Ampat, Papua. SHUTTERSTOCK/MARIUS DOBILAS Pulau Waigeo, Wisata Raja Ampat, Papua.

Ketua HPI Raja Ampat Ranny Iriani Tumundo saat ditemui di Sorong, Rabu (6/5/2020), kepada Antara, mengatakan bahwa tercatat pemandu wisata aktif yang tergabung dalam organisasi itu berjumlah 184 orang.

Dia mengatakan bahwa 80 persen pemandu wisata HPI Raja Ampat telah berkeluarga yang saat ini kesulitan keuangan untuk biaya hidup dan pendidikan anak-anak mereka.

Menurut dia, beruntung bagi pemandu wisata yang punya usaha lain. Namun pemandu wisata yang tidak punya pekerjaan lain sama sekali harus berjuang keras. Apalagi mencari pekerjaan lain di tengah situasi wabah corona sangat sulit.

Ia mengatakan pemandu wisata menghadapi kenyataan hidup yang sulit di tengah wabah virus corona. Namun tak ada yang perlu disalahkan karena kondisi ini adalah bencana dunia.

"Kami berharap bisa berdoa dan berharap kepada Tuhan agar badai ini cepat berlalu sehingga sektor pariwisata kembali berjalan seperti biasa," ujarnya.

Ranny berharap seluruh pemandu wisata anggota HPI Kabupaten Raja Ampat tetap menjaga kesehatan dan mengikuti protokol pencegahan penyebaran virus corona sehingga terhindar dari paparan virus tersebut. (Ernes Broning Kakisina/Agus Salim)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com