184 Pemandu Wisata Raja Ampat Kehilangan Pekerjaan

Kompas.com - 06/05/2020, 20:09 WIB
Destinasi wisata Pianemo di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANADestinasi wisata Pianemo di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit.

SORONG, KOMPAS.com - Sebanyak 184 pemandu wisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI) Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, kehilangan pekerjaan.

Mereka juga kesulitan keuangan dalam dua bulan terakhir akibat pandemi Covid-19, sejak awal Maret 2020.

Baca juga: Raja Ampat Tutup Seluruh Tempat Wisata, Cegah Penyebaran Virus Corona

Kondisi ekonomi pemandu wisata Kabupaten Raja Ampat anjlok karena biasanya mereka mendapatkan upah dari aktivitas memandu wisatawan.

Sementara itu, tidak ada wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat sejak pembatasan sosial sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Pulau Waigeo, Wisata Raja Ampat, Papua. SHUTTERSTOCK/MARIUS DOBILAS Pulau Waigeo, Wisata Raja Ampat, Papua.

Ketua HPI Raja Ampat Ranny Iriani Tumundo saat ditemui di Sorong, Rabu (6/5/2020), kepada Antara, mengatakan bahwa tercatat pemandu wisata aktif yang tergabung dalam organisasi itu berjumlah 184 orang.

Dia mengatakan bahwa 80 persen pemandu wisata HPI Raja Ampat telah berkeluarga yang saat ini kesulitan keuangan untuk biaya hidup dan pendidikan anak-anak mereka.

Menurut dia, beruntung bagi pemandu wisata yang punya usaha lain. Namun pemandu wisata yang tidak punya pekerjaan lain sama sekali harus berjuang keras. Apalagi mencari pekerjaan lain di tengah situasi wabah corona sangat sulit.

Ia mengatakan pemandu wisata menghadapi kenyataan hidup yang sulit di tengah wabah virus corona. Namun tak ada yang perlu disalahkan karena kondisi ini adalah bencana dunia.

"Kami berharap bisa berdoa dan berharap kepada Tuhan agar badai ini cepat berlalu sehingga sektor pariwisata kembali berjalan seperti biasa," ujarnya.

Ranny berharap seluruh pemandu wisata anggota HPI Kabupaten Raja Ampat tetap menjaga kesehatan dan mengikuti protokol pencegahan penyebaran virus corona sehingga terhindar dari paparan virus tersebut. (Ernes Broning Kakisina/Agus Salim)



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X