Hari Raya Waisak, Apa Itu Waisak dan Bagaimana Umat Buddha Merayakannya?

Kompas.com - 07/05/2020, 12:12 WIB
Sejumlah biksu melaksanakan prosesi Pindapata atau mengumpulkan sumbangan dari warga di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019). Prosesi Pindapata merupakan rangkaian dari perayaan Tri Suci Waisak 2563 BE/2019 yang puncaknya jatuh pada Minggu (19/5) dan dipusatkan di Candi Borobudur. ANTARA FOTO/HENDRA NURDIYANSYAHSejumlah biksu melaksanakan prosesi Pindapata atau mengumpulkan sumbangan dari warga di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019). Prosesi Pindapata merupakan rangkaian dari perayaan Tri Suci Waisak 2563 BE/2019 yang puncaknya jatuh pada Minggu (19/5) dan dipusatkan di Candi Borobudur.

 

Biasanya, umat Buddha akan pergi ke kuil lokal mereka dan beberapa bahkan mungkin tinggal di sana sepanjang hari dan pada saat malam bulan purnama.

Mereka juga banyak yang melakukan perbuatan baik, mengambil bagian dalam melantunkan dan meditasi, merenungkan ajaran Buddha, membawa persembahan ke kuil hingga berbagi makanan ke orang-orang.

Sebuah keluarga Buddhis biasanya juga akan mendekorasi rumah mereka dengan lentera. Mereka juga akan mengambil bagian dalam prosesi dan mengenakan pakaian putih.

Momen saling bertukar kartu ucapan juga biasa dilakukan dengan teman dan keluarga pada hari Waisak.

Selain perayaan tersebut, umat Buddha juga biasa melakukan upacara Bathing the Buddha pada hari Waisak.

Upacara ini memperingati di mana air mengalir di atas bahu Buddha untuk mengingatkan orang-orang dalam menjernihkan pikiran mereka dari pikiran negatif seperti keserakahan dan kebencian.

Sementara itu, mengutip berita Kompas.com, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Nyoman Suriadarma mengimbau umat Buddha di Indonesia untuk merayakan Hari Raya Waisak 2564 dari rumah.

Kebijakan tersebut dilakukan demi mencegah penyebaran pandemi corona (Covid-19).

"Dirjen Bimas Buddha mengajak semua umat Buddha di tanah air, kita dalam rangka merasakan Waisak ini kita merayakan masing-masing dari rumah," kata Nyoman seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Kementerian Agama Imbau Umat Buddha Rayakan Waisak dari Rumah

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X