Kompas.com - 08/05/2020, 15:05 WIB
Ilustrasi wisatawan mancanegara di Indonesia. Dokumentasi Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi KreatifIlustrasi wisatawan mancanegara di Indonesia.


JAKARTA, KOMPAS.com - Wabah virus corona berdampak langsung ke segala lini termasuk pariwisata.

Pasalnya, hampir semua tempat wisata hingga penerbangan di dunia tutup, sehingga praktis tidak ada aktivitas di jantung pariwisata.

Namun sampai kapan situasi ini akan berakhir? Hingga kini belum ada satu pun yang mengetahui kapan virus akan benar-benar hilang dan memulihkan keadaan seperti semula.

Kendati demikian, pariwisata sepertinya mulai bangkit dari keterpurukan.

Melansir Lonely Planet, Direktur World Travellers Association Jorge Branco mengatakan, akan ada opsi untuk memulai perubahan atau transisi secara bertahap ke arah normal.

"Industri travel adalah bagian besar dari kesehatan ekonomi banyak negara, jadi saya membayangkan pada akhir musim panas pariwisata akan mulai lagi," kata Branco seperti dikutip Lonely Planet.

Baca juga: Sekitar 140.000 Turis Berkunjung ke Jeju di Tengah Pandemi Corona

Lanjutnya, meski tidak mudah--pemerintah, pakar kesehatan, dan penyedia pariwisata akan secara metaforis memasang dimmer secara bertahap meningkatkan gaya hidup dan traveling ke arah normal.

Prediksi lainnya adalah, perjalanan bisnis akan menjadi kemungkinan yang pertama dimulai sebelum perjalanan konsumen wisata.

Menurut Asosiasi Perjalanan Bisnis Global, sepertiga bisnis berharap untuk melanjutkan perjalanan pada akhir musim panas, dengan sepertiga lainnya di akhir tahun.

Menanggapi hal ini, banyak pemerintah di berbagai negara tengah berencana meningkatkan pariwisata domestik dalam beberapa bulan mendatang.

"Kami akan mengembangkan pariwisata domestik," kata European Commissioner dari Perancis, Thierry Breton.

"Karena beberapa daerah lebih terkontaminasi daripada yang lain, mereka tidak akan dibuka kembali dengan kecepatan yang sama dengan lainnya," lanjutnya.

Baca juga: Apa Itu Begpackers? Fenomena Turis Asing Minta Uang Layaknya Pengemis

Hal senada juga dikatakan Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte yang akan memberitahu penduduk Italia untuk pergi berlibur di negaranya saja.

Bagi wisatawan domestik, hal ini merupakan kesempatan untuk berharap diskon besar pada semua kegiatan pariwisata, dan semua hal pendukungnya seperti maskapai, hotel dan lainnya.

"Maskapai memiliki penerbangan, dan saya berharap ada pilihan yang lebih murah untuk merangsang perjalanan lagi," ujar Branco.

Muncul juga pendapat agar Disney World dibuka kembali, meski hingga kini belum ada informasi apapun dari pihak Disney terkait hal tersebut.

Namun, perlu diketahui, hampir dua pertiga orang Amerika sudah bergerak untuk membuka kembali restoran dan toko-toko pada bulan Mei. Hal tersebut disampaikan Associated Press.

Baca juga: Libur Panjang, 85 Juta Wisatawan China Tercatat Plesiran di Negaranya

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Travel Tips
10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

Jalan Jalan
Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Travel Update
Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Travel Tips
MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Travel Update
Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.