Wisata Virtual ke 8 Kedai Kopi Legendaris di Jakarta, Ada yang Berdiri Sejak 1878

Kompas.com - 08/05/2020, 22:52 WIB
Pemilik kedai kopi es Tak Kie, Latif Yunus Membawa secangkir kopi di kedainya di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Jumat (2/5/2014). Kedai kopi tua ini dirintis oleh Liong Kwie Tjong, kakek dari Latif Yunus sejak 1927. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pemilik kedai kopi es Tak Kie, Latif Yunus Membawa secangkir kopi di kedainya di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Jumat (2/5/2014). Kedai kopi tua ini dirintis oleh Liong Kwie Tjong, kakek dari Latif Yunus sejak 1927.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kopi bisa dikatakan sebagai minuman yang menemani hari-harimu selama di rumah. Bagi para pencinta kopi, tentu memiliki kedai kopi yang asyik dengan keunikannya tersendiri.

Demi menarik pencinta kopi untuk tetap berwisata meski hanya di rumah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) bersama komunitas JKT Good Guide (JGG) melangsungkan acara "Virtual Community Trip" bertemakan Ngabuburit Wisata Kopi di Jakarta, Jumat (8/5/2020) pukul 16.00 WIB.

Baca juga: Yuk, Coba Ngabuburit dengan Jelajah Virtual Tempat Kopi di Jakarta

Kompas.com berkesempatan mengikuti acara jalan-jalan virtual ini, bersama dengan lebih dari 100 peserta tur yang hadir pada aplikasi Zoom.

Jalan-jalan ini dipandu oleh pemandu wisata dari JKT Good Guide bernama Cindy Tan. Ia pun mengawali memandu dengan menceritakan sejarah kopi di dunia dan di Indonesia.

Setelah itu, ia mulai memandu ke beberapat tempat kopi di Jakarta yang sarat sejarah dan unik di antaranya Kopi Es Tak Kie, Warung Tinggi PD, Kopi Kong Djie, Bakoel Koffie, Toko Kopi Luwak Gondangdia, Phoenam Coffee Shop, Toko Sedap Djaja atau Kopi Bis Kota, dan terakhir Kopi Johny.

"Tempat kopi legend di Jakarta, saya rangkum ada tiga toko kopi yang legend, terus ada toko kopi lainnya. Kalau dihitung perjalanan biasanya menempuh 35 kilometer, tapi karena virtual jadi kita hanya bisa lihat-lihat saja sementara," kata Cindy.

Dari virtual tur ini, banyak ditemukan kedai kopi hidden gems atau tersembunyi di tengah Jakarta.

Berikut 8 kedai kopi legendaris dan tersembunyi di Jakarta:

1. Kopi Es Tak Kie

Kedai kopi pertama yang dikunjungi adalah Kopi Es Tak Kie. Kedai kopi ini termasuk legendaris di Jakarta karena sudah  ada sejak 1927.

Banyak pula dikunjungi pejabat dari berbagai periode pemerintahan, hingga selebriti.

Baca juga: Selayang Pecinan Jakarta, Seruput Kopi Es Tak Kie

Dulunya, pendiri toko kopi yang bernama Liong Kwie Tjong merupakan pedagang kopi kaki lima.

Singkat cerita, dagangan kopi tersebut laku keras, hingga ia memutuskan untuk sewa kios kecil di suatu rumah Belanda. Bangunan itu lah yang masih berdiri hingga sekarang.

Minuman kopi andalannya adalah Kopi O atau kopi hitam original. Cindy merekomendasikan agar memesan kopi O dingin karena ketika perjalanan ke kedai kopi suasana terasa panas.

"Lokasinya di situ kan gang, jadi kalau datang mending pesan Kopi O yang dingin, karena di sana lokasinya panas," kata Cindy.

Selain itu, kamu juga bisa memesan makanan karena tempat kopi ini juga menjual nasi tim, siomay, dan lainnya.

Kopi ini tepatnya berada di Gang Gloria, Glodok, Jalan Pintu Besar Selatan, Taman Sari, Jakarta Barat.

2. Kopi Warung Tinggi PD atau Tek Sun Ho

Kopi yang sudah dikemas dari Kopi Warung Tinggi. DOK. PRIBADI CINDY TAN Kopi yang sudah dikemas dari Kopi Warung Tinggi.

Kopi ini posisinya berada tak jauh dari Kopi Es Tak Kie. Cukup sulit mencari toko ini karena merupakan salah satu toko kopi yang tersembunyi di Jakarta.

Kopi yang dulunya bernama Tek Sun Ho ini berada di Jalan Tangki Sekolah Nomor 6 Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat.

Pada orde baru, Presiden Soeharto yang mengharuskan semua orang keturunan China menggunakan nama Indonesia. Oleh karena itu, nama Tek Sun Ho pun diganti menjadi Warung Tinggi.

Baca juga: Sarapan Ketan Serundeng dan Kopi Tubruk di Koffie Warung Tinggi

Cindy menjelaskan, toko kopi ini lah yang tertua di Indonesia. Berdiri sejak 1878, toko kopi ini telah berusia lebih kurang 142 tahun.

Hasil brewing kopi yang dibeli dari Toko Kopi Warung Tinggi PDDokumentasi pribadi Cindy Tan Hasil brewing kopi yang dibeli dari Toko Kopi Warung Tinggi PD

Warung kopi ini didirikan oleh seorang bernama Tek Sun, yang lalu diteruskan oleh anak angkatnya, Liaw Tek Siong.

Keunikan warung kopi ini adalah dari konsep warung yang tadinya merupakan warung nasi. Namun ternyata, pelanggan lebih banyak yang memesan kopi buatan Tek Sun ketimbang nasi.

Singkat cerita warung nasi pun ditutup dan kedai kopi pertama dibuka. Hingga kini, kedai kopi memiliki lebih dari 200 jenis kopi racikan, salah satunya kopi luwak original.

Selain itu, tempat ini merupakan toko kopinya saja yang berarti hanya menjual biji kopi dan tidak menyajikannya.

Kopi O atau kopi hitam murni Kong Djie, siap tersaji dan diseruput. Harganya Rp 8.000, kopi susu Rp 10.000 dan es kopi susu Rp 15.000.Nicholas Ryan Aditya Kopi O atau kopi hitam murni Kong Djie, siap tersaji dan diseruput. Harganya Rp 8.000, kopi susu Rp 10.000 dan es kopi susu Rp 15.000.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
Hari Pancasila, Simak Sejarah dan Fakta Menarik Gedung Pancasila

Hari Pancasila, Simak Sejarah dan Fakta Menarik Gedung Pancasila

Whats Hot
Hotel dan Restoran di Yogyakarta Bisa Buka, asal Terapkan Protokol Kesehatan

Hotel dan Restoran di Yogyakarta Bisa Buka, asal Terapkan Protokol Kesehatan

Whats Hot
[TravelTalk] Staycation di Hotel dengan Protokol New Normal, Seperti Apa?

[TravelTalk] Staycation di Hotel dengan Protokol New Normal, Seperti Apa?

Whats Hot
New Normal Pariwisata, Turis Bakal Lebih Peduli Asuransi Perjalanan

New Normal Pariwisata, Turis Bakal Lebih Peduli Asuransi Perjalanan

Whats Hot
Jangan Salah Seperti Karakter Legend of The Blue Sea, Ini 6 Cara Tepat Makan Pasta

Jangan Salah Seperti Karakter Legend of The Blue Sea, Ini 6 Cara Tepat Makan Pasta

Makan Makan
Liburan ala Legend of The Blue Sea di Spanyol, Jalan-jalan Kelar Corona

Liburan ala Legend of The Blue Sea di Spanyol, Jalan-jalan Kelar Corona

Jalan Jalan
Kunjungi 12 Lokasi Syuting The World of the Married, Liburan ke Korea Kelar Corona

Kunjungi 12 Lokasi Syuting The World of the Married, Liburan ke Korea Kelar Corona

Jalan Jalan
10 Restoran dan Kafe pada Drama Korea The World of the Married, Simpan untuk Liburan Nanti

10 Restoran dan Kafe pada Drama Korea The World of the Married, Simpan untuk Liburan Nanti

Makan Makan
Tingkat Kematangan dan Tips Memasak Steak ala Hotel Mewah di Bandung

Tingkat Kematangan dan Tips Memasak Steak ala Hotel Mewah di Bandung

Makan Makan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X