Wisata Virtual ke 8 Kedai Kopi Legendaris di Jakarta, Ada yang Berdiri Sejak 1878

Kompas.com - 08/05/2020, 22:52 WIB
Kemasan kopi dari Toko Sedap Djaja Wong Hin atau Kopi Bis Kota, Jatinegara, Jakarta Timur Dokumentasi pribadi Cindy TanKemasan kopi dari Toko Sedap Djaja Wong Hin atau Kopi Bis Kota, Jatinegara, Jakarta Timur

 

6. Phoenam Coffee Shop

Warung kopi satu ini berada di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 12 Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Berlokasi tak jauh dari toko Kopi Luwak Gondangdia, ada satu tempat kopi yang sebenarnya berasal dari Makassar.

Phoenam sendiri singkatan dari phoe dan nam yang berarti sebelah selatan sungai. Toko ini di Makassar sudah ada sejak 1946.

Kemudian, warung kopi ini juga membuka cabang di Jakarta dengan tetap menghadirkan kopi khasnya yaitu kopi Toraja.

Pelanggan bisa menikmati secangkir kopi hitam atau kopi susu di sini ditemani satu piring kecil berisi pisang goreng, dan roti panggang.

7. Toko Sedap Djaja Wong Hin atau Kopi Bis Kota

Toko Sedap Djaja Wong Hin ini berada di pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Toko kopi ini sudah ada sejak tahun 1943 dan kini telah dikelola oleh generasi ketiga.

Jenis kopi yang dijual yaitu arabika, robusta, dan satu yang unik yaitu WB. Keunikan kopi WB yang berasal dari tanah Jawa itu terletak pada biji kopi yang belum matang, dan sengaja dipetik.

"Kalau misalnya biji kopi yang diolah itu kan warnanya merah, kalau ini dipetik ada yang kuning, hijau. Lalu disangrai, dan digiling. Kafeinnya kencang dan bisa bikin orang susah tidur, rasanya unik dibandingkan kopi lainnya," kata Cindy.

Toko kopi Sedap Djaja Wong Hin atau Kopi Bis Kota, Jatinegara, Jakarta TimurDokumentasi pribadi Cindy Tan Toko kopi Sedap Djaja Wong Hin atau Kopi Bis Kota, Jatinegara, Jakarta Timur

Toko kopi ini juga bergabung dengan toko sembako. Tak heran, jika berkunjung ke sana, kamu akan menemukan beras, dan bahan sembako lainnya berjejeran di tengah dagangan kopi.

Toko kopi Bis Kota juga memiliki keunikan lain dari kemasan kopi klasik berwarna cokelat lengkap dengan tulisan ejaan lama.

Dinamakan bis kota karena pada masa itu, orang Jakarta kerap menggunakan bus kota sebagai alat transportasi.

Jika kamu turun di halte Transjakarta Jatinegara, cukup berjalan sekitar satu kilometer ke arah pasar, dan kamu akan menemukan satu toko kopi yang bergabung dengan toko sembako.

8. Kwang Koan Kopi Johny

Warung kopi yang viral karena sering dikunjungi pengacara kondang Hotman Paris ini berlokasi di Jalan Raya Kelapa Kopyor, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Siapa sangka, kedai kopi yang dikenal dengan kopi Johny ini asalnya bernama Kwang Koan. Namun karena orang lebih mengenal si pemilik warung kopi yaitu Johny, maka nama warung pun berganti menjadi Kopi Johny.

Pemilik warung yaitu Johny berasal dari Manado, dan ia terinspirasi menamakan Kwang Koan dari satu kampung kopi di Manado, tepatnya dekat dengan Bukit Kasih.

Pilihan kopi yang dapat dinikmati di sini adalah kopi hitam dan kopi susu. Selain itu, pelanggan juga bisa memesan menu camilan lain untuk menemani kopi yaitu bakpao.

Hal yang spesial dari kopi yang disajikan terletak pada proses pembuatannya. Biji kopi di Kopi Johny tidak digiling hancur lalu diseduh, melainkan difermentasikan beberapa tahun kemudian direbus.

Jika kamu sudah sering ke sini, cukup duduk dan diam sejenak, tanpa perlu memesan ke pemilik warung yaitu Johny. Hal ini karena biasanya, Johny sudah hafal siapa saja pelanggannya.

"Koh Johny nanti bakal bikinin langsung kalau sudah lihat pelanggannya. Kita tinggal diam duduk saja. Nanti kopi dan pesanan kita datang. Dia sudah tahu pasti kita mau pesan apa," ujar Cindy.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Travel Update
Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Travel Update
Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Travel Update
85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

Travel Update
Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Travel Update
Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Travel Update
Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Travel Update
Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Jalan Jalan
ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

Travel Update
 Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Travel Update
PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

Travel Update
Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Travel Tips
Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Travel Update
Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Travel Update
Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X