Kompas.com - 09/05/2020, 13:17 WIB
Ilustrasi PixabyIlustrasi


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengizinkan moda transportasi untuk kembali beroperasi sejak Kamis (7/5/2020), dengan pembatasan kriteria penumpang.

Kendati demikian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tetap melarang masyarakat untuk mudik Lebaran.

Hal ini sesuai dengan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah.

"Dimungkinkan semua angkutan udara, kereta api, laut, bus untuk kembali beroperasi dengan catatan satu, harus menaati protokol kesehatan," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi V secara virtual, Rabu (6/5/2020).

Baca juga: Transportasi Kembali Beroperasi, Garuda Indonesia Mulai Terbang Lagi Besok

Sejauh ini, sudah ada tiga maskapai penerbangan Indonesia yang kembali beroperasi mengangkut penumpang dengan kriteria khusus. Tiga pesawat ini adalah Garuda Indonesia, Lion Air, dan Citilink.

Berikut Kompas.com rangkum tiga maskapai penerbangan yang kembali beroperasi mengangkut penumpang dengan syarat khusus:

Pesawat Garuda IndonesiaANTARA/MUHAMMAD DEFFA Pesawat Garuda Indonesia

1. Garuda Indonesia

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia kembali beroperasi pada Kamis (7/5/2020). Garuda melayani operasional mengacu pada ketentuan kriteria penumpang yang dapat mengakses transportasi di masa pandemi.

Melihat situs resmi Garuda Indonesia, maskapai menerapkan prosedur penerimaan penumpang dan screening yang sangat ketat seperti pemberlakuan ketentuan penyertaan surat keterangan sehat dan negatif Covid-19 dari rumah sakit.

Penumpang wajib menyertakan surat keterangan perjalanan dari instansi pemerintah atau swasta sebagai endorser yang isinya menerangkan bahwa calon penumpang melakukan perjalanan bukan untuk tujuan mudik melainkan dinas.

Garuda Indonesia juga beroperasi mengangkut penumpang para pelajar atau mahasiswa, pekerja migran Indonesia, WNI, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah.

Proses pemulangan harus dilaksanakan secara terorganisir oleh lembaga pemerintah, pemerintah daerah, swasta dan universitas.

Adapun setiap pemulangan harus disertai dengan surat keterangan dari masing-masing kategori penumpang.

Garuda Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenuhi persyaratan yang dimaksud.

Pihak maskapai tetap diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan saat beroperasi selama masa pandemi.

Baca juga: Ragam Warna Seragam Pramugari Garuda Indonesia Punya Makna Tersendiri, Apa Saja?

 

Ilustrasi: Lion Air KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI Ilustrasi: Lion Air

2. Lion Air

Lion Air Group yang terdiri dari maskapai penerbangan Lion Air, Batik Air, dan Wings Air akan kembali beroperasi pada Minggu (10/5/2020) dengan syarat dan ketentuan khusus untuk penumpang.

Melalui rilisnya, Lion Air Group menekankan, seluruh layanan Lion Air Group beroperasi berdasarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 yang mengatur kebijakan mengenai larangan mudik.

Baca juga: Ingat, Mudik Tetap Dilarang meski Moda Transportasi Beroperasi Lagi

Selain itu juga berdasarkan surat edaran Nomor 31 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub tentang Pengaturan Penyelenggaraan Transportasi Udara Selama Masa Dilarang Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Mengacu pada surat edaran nomor 4 Tahun 2020, Lion Air menerapkan persyaratan perjalanan di antaranya penumpang yang bekerja pada pemerintah atau swasta wajib menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19.

Kemudian menunjukkan surat tugas bagi aparatur sipil negara, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, yang ditandatangani oleh minimal pejabat setingkat eselon 2.

Selain itu, menunjukkan surat tugas bagi pegawai Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, Unit Pelaksana Teknis, Satuan Kerja, Organisasi non pemerintah, Lembaga Usaha yang ditandatangani oleh Direksi.

Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang diteken di atas materai dan diketahui lurah atau kepala desa.

Melaporkan rencana perjalanan mulai dari jadwal keberangkatan, jadwal saat berada di tempat penugasan, serta waktu kepulangan.

Kemudian, untuk persyaratan perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia.

Persyaratannya tetap menunjukkan hasil negatif Covid-19. Kemudian, menunjukkan surat rujukan dari rumah sakit untuk pasien yang akan berobat di tempat lain, dan menunjukkan surat keterangan kematian untuk izin mengunjungi keluarga yang meninggal dunia.

Lion Air Group juga melayani penerbangan untuk repatriasi pekerja migran Indonesia, WNI, dan pelajar atau mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus dari pemerintah.

Adapun syarat dan ketentuan berlaku di antaranya menunjukkan hasil negatif Covid-19, surat keterangan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, surat keterangan dari universitas atau sekolah, dan proses pemulangan harus dilaksanakan secara terorganisir oleh lembaga pemerintah.

Calon penumpang wajib melengkapi dan menunjukkan kelengkapan dokumen perjalanan yang dibutuhkan serta mengikuti protokol pengamanan kesehatan diri seperti mengenakan masker.

Calon penumpang dapat membeli tiket di Kantor Pusat dan Kantor Cabang Penjualan Tiket Lion Air Group di seluru kota di Indonesia.

 

Pesawat Citilink yang melakukan penerbangan internasional perdana dari Banyuwangi, Jawa Timur menuju Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (19/12/2018).KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Pesawat Citilink yang melakukan penerbangan internasional perdana dari Banyuwangi, Jawa Timur menuju Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (19/12/2018).

3. Citilink

Maskapai penerbangan Citilink mulai beroperasi Jumat (8/5/2020). Penumpang yang diperbolehkan terbang adalah yang memenuhi syarat.

Kriteria penumpang yang diperbolehkan yaitu penumpang yang bukan mudik, penumpang dalam rangka kerja dinas, repatriasi WNI/pelajar/mahasiswa, pekerja migran, serta pemulangan orang dengan alasan khusus.

Selain itu, kriteria penumpang juga berlaku untuk pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat. Bagi keluarga yang berniat mengunjungi keluarga inti yang sakit keras atau meninggal.

Baca juga: Cara Refund dan Reschedule Tiket Citilink Setelah Keputusan Larangan Mudik

Adapun syarat dan ketentuan khususnya yaitu penumpang harus mengunggah sejumlah dokumen perjalanan saat melakukan pembelian tiket seperti surat keterangan negatif Covid-19, surat tugas dari kantor atau instansi terkait, surat pernyataan perjalanan dan dokumen pendukung lainnya.

Selain itu, ketika melakukan check-in, calon penumpang wajib menunjukkan kelengkapan dokumen fisik asli.

Calon penumpang dapat mengetahui informasi seputar pembelian tiket, rute dan jadwal penerbangan dengan mengunjungi situs resmi Citilink di www.citilink.co.id, aplikasi BetterFly Citilink dan kantor penjualan Citilink, kecuali kantor yang berada di area bandara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.