Tren Durian Terus Berubah, Indonesia Selalu Ketinggalan Malaysia

Kompas.com - 10/05/2020, 20:07 WIB
Suasana di Durian Ucok, Jalan Wahid Hasyim, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (25/8/2016). Durian Ucok buka 24 jam setiap hari, tujuh hari dalam sepekan. Di sini, pengunjung bisa meminta durian sesuai rasa yang digemari, antara pahit dan manis. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESSuasana di Durian Ucok, Jalan Wahid Hasyim, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (25/8/2016). Durian Ucok buka 24 jam setiap hari, tujuh hari dalam sepekan. Di sini, pengunjung bisa meminta durian sesuai rasa yang digemari, antara pahit dan manis.

“Kita memang selalu ketinggalan. Misalnya, kalau kita ikut menanam musang king sekarang di Malaysia, lima tahun lagi baru panen. Dapat sih kejayaan musang king, tapi sudah di ujung,” tuturnya.

“Sekarang ini Malaysia sudah mempersiapkan varietas lain, salah satunya durian duri hitam atau ochee. Itu sudah dipromosikan lewat kartun Upin Ipin. padahal masih masa produksi,” lanjut Reza.

Mengejar Ketinggalan

Menurut Reza, Indonesia harus bisa mengejar kekertinggalan dari Malaysia. Namun polanya harus sedikit diubah. Durian Indonesia punya banyak varietas.

Selengkapnya baca di: VIK: Pesta Durian Indonesia

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X