3 Manfaat Rempah pada Zaman Dulu, Dipakai sebagai Pengharum Mulut?

Kompas.com - 12/05/2020, 15:36 WIB
Ilustrasi biji pala Dok. ShutterstockIlustrasi biji pala

Rempah yang digunakan sebagai bumbu untuk menambah cita rasa pedas dan penghangat di antaranya adalah jahe, cabai jawa (piper retrofractum), lada, dan cabai (capsicum).

Dalam sebuah buku masak kuno Bali bernama Dharma Caruban, terdapat tiga olahan pedas yang dibuat menggunakan rempah.

Tiga olahan tersebut berbeda dan bahkan tidak disebutkan dalam naskah kuliner Jawa kuno.

“Seperti jahe, laos, kencur, dan ketumbar (untuk basa). Lalu ada bawang merah, bawang putih, lada, terasi, garam, kencur, dan gula (untuk sambel). Ada juga yang menggunakan cabai Jawa yang sekarang hanya digunakan untuk jamu oleh masyarakat Jawa kuno,” kata Fadly.


3. Alat barter dan afrodisiak

Dalam catatan Jan Huygen van Linschoten, Fadly menuturkan bahwa di Kepulauan Maluku dulunya cengkeh dijadikan sebagai alat barter.

“Cengkeh kemudian ditukar dengan beras, jagung, bawang merah, bawang putih, dan lain-lain. Artinya, komoditas bukan untuk konsumsi melainkan kebutuha niaga,” tutur Fadly.

Selanjutnya, rempah seperti cengkeh, pala, dan lada kerap digunakan sebagai kebutuhan medis dan meningkatkan gairah seksual.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X