Kompas.com - 12/05/2020, 21:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com  - Mau masak rendang? Sate sapi? atau hidangan olahan sapi lainnya untuk buka puasa? Hal pertama yang perlu kamu siapkan selain bumbu adalah daging sapi yang segar.

Baca juga: Resep Mudah Bikin Empal Gentong khas Cirebon di Rumah

Chef Hotel Santika Cirebon, Aguk Prasetiyo memberikan tips memilih daging segar.

Daging yang segar dan berkualitas baik dapat dilihat dari tekstur, warna, darn aromanya.

"Kalau beli daging di pasar pertama kita raba dulu dari teksturnya. Setelah itu kita cium baunya," jelas Aguk kepada Kompas.com pada Rabu (6/5/2020).

Ia menjelaskan daging segar berbau normal khas sapi. Tidak ada bau yang terlalu amis dan terlalu tajam.

Bau daging yang sudah tidak segar akan tercium anyir dan sangat amis.

Baca juga: Cara Membedakan Daging Sapi dengan Babi Ternak dan Celeng

 

Sementara tekstur daging yang segar saat disentuh akan kenyal dan padat. Dari segi warna, daging akan merah kehitaman.

Namun penjual nakal di pasar sering memberi pewarna pada daging. Hal ini untuk mengelabui pembeli agar daging tampak segar.

Aguk menyarankan untuk memegang daging. Apabila ada warna merah dari daging susah hilang saat digsok, maka bisa dikatakan warna merah tersebut berasal dari pewarna.

Sebab daging segar akan mengeluarkan darah dan sari daging. Darah atau sari tersebut sangat mudah hilang saat digosok.

Baca juga: Tips Menyimpan Nasi di Kulkas agar Tidak Mudah Basi, Perhatikan Tekstur Nasi

"Cara yang tepat ya dicium kalau memang warna daging bisa dimanipulasi. Jika diraba yang penting dagingnya agak kenyal, padat. Kalau dicium anyir berarti tidak segar," jelas Aguk.

Cara membedakan daging sapi kualitas baik dengan daging gelonggongan

Ilustrasi daging sapiKOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Ilustrasi daging sapi


Daging gelonggongan adalah daging yang didapat dari hewan yang sebelum disembelih terlebih dahulu diminumi air secara berlebihan. 

Hal ini bertujuan membuat bobot daging lebih berat saat ditimbang, alhasil lebih mahal ketika dijual ke konsumen. 

Daging sapi gelonggongan akan mengecohkan mata pembeli karena warnanya yang merah dan ukurannya yang sangat besar.

Baca juga: Tips Mengolah Daging Beku, Jangan Pakai Microwave

Untuk membedakan daging gelonggongan dengan daging sapi berkualitas baik bisa dilihat dari teksturnya.

Kualitas daging gelonggongan biasanya tidak baik, karena di dalam daging sudah banyak mengandung air.

Daging yang meresap air begitu banyak akan bentrok dengan sari dalam daging.

Ilustrasi daging wagyuDok. Shutterstock Ilustrasi daging wagyu

 

Hal itu bisa memengaruhi rasa daging. Daging bisa terasa hambar, tidak gurih, dan rasanya khas dari dagingnya hilang.

Untuk membedakan daging sapi gelonggongan cukup mudah. Bila ditekan daging sapi gelonggongan akan mengeluarkan air berwarna putih yang banyak.

Selain itu tekstur daging lebih lembek, tidak terlalu kenyal, dan tidak padat karena banyak mengandung air.

Baca juga: Mengenal Marbling pada Wagyu, Jaringan Lemak pada Daging Mahal Khas Jepang

 

Warnanya daging sapi gelonggongan lebih pucat apabila dibandingkan dengan daging segar yang memilik warna merah kehitaman.

Kondisi daging gelonggongan agak rapuh sehingga tidak bisa dijadikan sejumlah produk olahan seperti bakso.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.