New Normal Pariwisata Indonesia: Toilet Bersih hingga Tim Rescue

Kompas.com - 13/05/2020, 10:19 WIB
Ilustrasi Pariwisata Indonesia Dokumentasi Biro Komunikasi KemenparekrafIlustrasi Pariwisata Indonesia

"Ini menarik sekali ternyata, padahal mirip banget pasar di Thailand Selatan sama di Indonesia. Artinya kan kita mesti kembali ke dasar-dasar kebutuhan wisatawan," ujarnya.

Baca juga: Hadapi Booming Pariwisata, Desa Wisata Milik Masyarakat Perlu Dikembangkan

Hal selanjutnya yang perlu dikembalikan ke dasarnya untuk menarik wisatawan adalah keselamatan.

Wishnutama mencontohkan keselamatan yang dasar bisa dilihat dari beberapa tempat wisata pantai di luar negeri.

"Kita lihat mereka menyediakan rescue-rescue di bibir pantai. Tim rescue selalu memantau. Coba deh teman-teman jalan ke pantai Anyer, ada engga tempat rescue? Kalau ada apa-apa siapa yang mau nolong kita?" tuturnya.

Berikutnya mengenai keamanan juga tak kalah pentingnya. Sebelum virus corona melanda, Wishnutama mengaku telah melakukan koordinasi dengan Basarnas, BNPB, Kepolisian, dan Kementerian Kesehatan.

Tak hanya beberapa lembaga atau kementerian tersebut, ia menyebut bahwa Kementerian PUPR, dan Perhubungan dapat membantu pembangunan infrastruktur.

Ia mengatakan, hal-hal tersebut termasuk ke dalam strategi pariwisata yang telah dilakukan sebelum Covid-19 melanda.

Baca juga: Hadapi Era New Normal, Pelaku Pariwisata Perlu Siapkan Protokol Kesehatan

Kemudian untuk ekonomi kreatif, ia menuturkan Kemenparekraf telah menyediakan berbagai creative hub untuk mencari potensi kreatif di masing-masing destinasi.

"Karena potensi kreatif itu beda-beda di masing-masing tempat. Di situ kita akan membangun creative hub tersebut untuk membikin training, coaching, sehingga teman-teman ekraf juga bisa eksplorasi kelebihannya," tuturnya.

Lanjut Wishnu, setelah Covid-19 melanda, semua kebutuhan dasar tersebut harus ditambahkan dengan protokol kesehatan.

Ia menyebut protokol kesehatan harus ada di semua hal yang berkaitan dengan pariwisata, misalnya restoran, maskapai penerbangan, dan hotel.

"Protokol kesehatan di restoran bagaimana, pesawat, hotel bagaimana? Kami sudah siapkan. Nanti protokol di tempat hiburan, bioskop bagaimana. Dan ini enggak bisa menunggu Covid selesai, ini sudah harus disiapkan mulai dari sekarang," jelasnya.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X