Wisatawan Nusantara, Kunci Pariwisata Indonesia untuk Bangkit saat Corona Berakhir

Kompas.com - 13/05/2020, 11:40 WIB
Wisatawan Nusantara sedang melayani warga lokal dengan makanan Uwi saat Pesta Reba Ngada di Kampung Langa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores, NTT, Selasa (15/1/2019). KOMPAS.com/MARKUS MAKURWisatawan Nusantara sedang melayani warga lokal dengan makanan Uwi saat Pesta Reba Ngada di Kampung Langa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores, NTT, Selasa (15/1/2019).


JAKARTA, KOMPAS.com - Sektor pariwisata diyakini akan bangkit dan melonjak setelah pandemi virus corona berakhir.

Untuk mencapai hal itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyampaikan strateginya adalah dengan menarik wisatawan nusantara terlebih dahulu.

"Untuk mendapatkan kunjungan pariwisata, step awalnya mulai dari nanti setelah pandemi berakhir, kita mulai dari wisatawan nusantara dulu, baru mancanegara," kata Wishnutama dalam teleconference bertema Milenial dan Generasi Z: Tantangan, Harapan, dan Masa Depan New Normal, Minggu (10/5/2020).

Baca juga: Pariwisata Dibuka untuk Wisatawan Nusantara saat Kasus Corona Menurun

Ia menyebut, upaya ini juga dilakukan oleh pariwisata di negara lainnya. Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena kesempatan atau peluang yang besar pada wisatawan lokal.

Kendati demikian, ia mengatakan pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak dari wabah virus corona.

Bukan tanpa sebab, menurut Wishnutama, bisnis atau ekosistem pariwisata didapat berdasarkan kunjungan orang atau wisatawan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wisatawan Nusantara asal Papua dan Manggarai Timur berswafoto di Pantai utara dari Kota Labuan Bajo, Jumat (26/7/2019). Pantai utara merupakan destinasi baru yang terus dikembangkan sejalan dengan akses jalan berstatus jalan strategis Nasional.KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Wisatawan Nusantara asal Papua dan Manggarai Timur berswafoto di Pantai utara dari Kota Labuan Bajo, Jumat (26/7/2019). Pantai utara merupakan destinasi baru yang terus dikembangkan sejalan dengan akses jalan berstatus jalan strategis Nasional.

Ia juga menyebut bahwa sebanyak 13 juta pekerja langsung pariwisata terkena dampak dari wabah ini. Sementara untuk yang tidak langsung pun juga terkena dampaknya, kata dia.

"Pekerja langsung di sektor pariwisata itu kan misalnya pegawai hotel, pekerja di travel agent dan lain sebagainya. Namun misalnya supplier daging di hotel, supplier barang-barang kerajinan, atau penjual kerajinan tangan di kawasan wisata itu pekerja tidak langsung di pariwisata. Mereka juga bergantung kepada pariwisata, jumlahnya sangat besar yaitu 2,5 kali lipat daripada 13 juta itu," terangnya.

Baca juga: Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dipastikan Dapat Insentif Pajak

Selain itu, Wishnutama juga menyebut kondisi seperti ini sangat berdampak bagi pariwisata yang merupakan penghasil devisa nomor dua di tahun 2019.

Melihat data laporan Bank Indonesia (BI), pariwisata berada di peringkat kedua setelah batu bara dalam sektor penympang devisa tertinggi berdasarkan komoditas.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

Jalan Jalan
Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Travel Update
PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

Travel Update
IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

Travel Update
Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Travel Tips
Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Travel Update
Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Jalan Jalan
Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Travel Update
7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

Jalan Jalan
Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Jalan Jalan
Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Travel Update
AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

Travel Update
Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Travel Update
Dinas Pariwisata Gunungkidul: Lebih dari 7.000 Pelaku Wisata Terdampak PPKM

Dinas Pariwisata Gunungkidul: Lebih dari 7.000 Pelaku Wisata Terdampak PPKM

Travel Update
Legenda Danau Toba, Tercipta akibat Amarah Putri Jelmaan Ikan

Legenda Danau Toba, Tercipta akibat Amarah Putri Jelmaan Ikan

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X