Vietnam Mulai Buka Tempat Wisata untuk Wisatawan Domestik

Kompas.com - 13/05/2020, 23:03 WIB
Ilustrasi obyek wisata Da Nang Vietnam. Golden Bridge. ShutterstockIlustrasi obyek wisata Da Nang Vietnam. Golden Bridge.

KOMPAS.com – Vietnam membuka kembali tempat wisata untuk wisatawan domestik. Pembukaan tempat wisata dilakukan setelah mencatat nol kasus kematian akibat virus corona.

Mengutip South China Morning Post (SCMP), Minggu (10/5/2020), Vietnam memiliki kurang dari 300 kasus virus corona per 9 Mei 2020.

Vietnam juga telah mengkarantina puluhan ribu orang yang melakukan kontak dengan virus tersebut.

Beberapa hari sebelumnya, pemerintah Vietnam mulai mengangkat pembatasan pergerakan dan mengizinkan bisnis pariwisata untuk mulai beroperasi.

Baca juga: Menunggu Waktu Buka Puasa, Ngabuburit Virtual Dulu ke 6 Tempat Wisata di Solo

 

Dibukanya kembali tempat wisata membuat Vietnam menjadi salah satu negara pertama di Asia Tenggara yang membangkitkan kembali industri pariwisatanya.

Maskapai penerbangan, kereta api, dan perusahaan bus juga membuka kembali rute perjalanan domestik usai beberapa minggu pembatasan.

Banyak tempat wisata juga membuka kembali pintunya. Mulai dari Imperial City (Hoang thanh) di Hue, kereta gantung di dataran tinggi Sapa, hingga gua sungai di Phong Nha.

Wisatawan domestik mulai mengunjungi tempat wisata

Ratusan pengunjung memenuhi tepi sungai Thu Bon pada 2 Mei 2020. Mereka terlihat tengah berpose sembari berfoto.

Wisatawan domestik di Vietnam kembali meramaikan beberapa destinasi wisata. Salah satunya Hoi An.SCMP / PATRICK SCOTT Wisatawan domestik di Vietnam kembali meramaikan beberapa destinasi wisata. Salah satunya Hoi An.

Mereka juga terlihat tengah melangkah ke perahu kayu yang dipenuhi dengan lentera warna-warni yang terbuat dari sutra dan mengantre di beberapa gerobak makanan di sana.

Tran Nga tengah duduk bersama teman-temannya di bangku plastik dekat tepi sungai sembari menyeruput kelapa.

Dia mengambil empat hari libur dari pekerjaannya dan memutuskan pada 30 April 2020 waktu setempat untuk menaiki bis dari Thanh Hoa menuju Hoi An.

Baca juga: Virtual Tour, Peluang Baru Pariwisata di Era New Normal

“Saya perkirakan orang-orang di Vietnam masih takut akan virus corona dan tidak bepergian. Jadi ini merupakan waktu yang bagus bagi saya untuk mencari tempat yang sepi,” kata Tran, mengutip SCMP.

Sama seperti kebanyakan orang di Hoi An, Tran tidak mengenakan masker.

Dia menuturkan bahwa tidak banyak yang perlu dikhawatirkan karena pemerintah telah melakukan pekerjaannya dengan baik.

Tran juga menuturkan bahwa pemerintah telah menkarantina orang-orang yang diduga terpapar virus corona.

Selain Tran, ada juga seorang warga Afrika Selatan bernama Kim Gordhan yang pergi dari Hanoi menuju Hoi An bersama dua orang temannya.

Kim Gordhan (kiri) melakukan perjalanan dari Hanoi ke Hoi An untuk berlibur.SCMP / PATRICK SCOTT Kim Gordhan (kiri) melakukan perjalanan dari Hanoi ke Hoi An untuk berlibur.

“Kami tidak ingin menjadi seperti para ekspatriat yang melakukan perjalanan sesegera mungkin walaupun mereka tahu bahwa hal tersebut berisiko dan menempatkan orang lain dalam risiko,” kata Gordhan yang merupakan guru Bahasa Inggris.

“Namun datang ke sini dan melihat seberapa banyak orang-orang di sini, saya merasa lebih baik dan tidak banyak dihakimi,” lanjutnya.

Pembatasan perjalanan internasional berdampak pada pariwisata Vietnam

Hoi An merupakan sebuah kota pelabuhan yang terletak di kawasan Central Coast, Vietnam.

Kendati wisatawan sudah mulai berdatangan, namun jumlahnya tidak sebanding dengan keramaian yang memadati area Ancient Town selama beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Wisata Virtual ke 8 Kedai Kopi Legendaris di Jakarta, Ada yang Berdiri Sejak 1878

Saat Vietnam melanjutkan larangan kedatangan internasional Maret lalu, di sana hanya terdapat beberapa wisatawan asing. Sisanya ekspatriat dan warga Eropa yang terdampar.

Sebagai kota yang industri utamanya adalah pariwisata, Hoi An mengalami dampak yang parah. Apalagi 75 persen dari 5,35 juta wisatawan yang datang ke Hoi An pada 2019 adalah wisatawan asing,

Walaupun tidak sulit untuk mencari penginapan dan tempat makan, banyak bisnis lain yang melayani wisatawan asing memilih tutup.

Ada pun bisnis tersebut termasuk beberapa resor, operator tur, dan hampir ratusan toko penjahit. Hal ini menyebabkan ribuan orang kehilangan pekerjaannya.

Senin (3/5/2020) merupakan hari pertama Pham Thi Thu Xiem kembali menjual gelang manik-manik di pantai An Bang.

Baca juga: Sejarah Pulau Galang di Batam, Eks Tempat Pengungsian Vietnam

 

Selama jaga jarak sosial, dia berada di rumah bersama anak-anaknya hingga sekolah dibuka kembali.

Pantai An Bang memiliki pemandangan Kepulauan Cham dan gedung pencakar langit Da Nang. Restoran dan barisan lounge di sana biasanya dipenuhi wisatawan asing.

Namun kini sebagian besar dari mereka terlihat kosong.

Tempat bersantai di pinggir pantai yang terlihat sepi akan wisatawan asing yang biasanya memenuhi tempat tersebut, Hoi An, Vietnam.SCMP / PATRICK SCOTT Tempat bersantai di pinggir pantai yang terlihat sepi akan wisatawan asing yang biasanya memenuhi tempat tersebut, Hoi An, Vietnam.

Sebelum pandemi, Pham menuturkan bahwa dia mungkin menjual 15 gelang sehari. Namun saat ini mungkin tidak ada yang terjual.

Dia berharap pariwisata cepat pulih kembali. Sementara itu, dia masih harus meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tidak hanya Pham, pelaku bisnis perhotelan, restoran, dan operator tur di Hoi An menuturkan bahwa mereka tidak berharap banyak dari wisatawan domestik.

Baca juga: Kota Termurah di Asia untuk Backpacker Ada di Vietnam dan Laos

Sebab, pandemi global tersebut nampaknya tetap bertahan dan libur musim panas Vietnam diperpendek guna menggantikan waktu pembelajaran yang hilang di sekolah.

Mereka ragu jika masyarakat Barat dari Eropa dan Amerika akan diperbolehkan untuk kembali ke Vietnam tahun ini.

Namun, mereka mengatakan bahwa mereka mengantisipasi kembalinya wisatawan dari pasar Asia seperti China, Korea Selatan, dan Taiwan paling cepat Juni mendatang.

Meski begitu, hingga saat ini pemerintah Vietnam masih belum mengatakan bagaimana atau kapan perjalanan internasional akan dilanjutkan.

“Mulai sekarang hingga akhir tahun, kami tidak memiliki banyak pemesanan,” kata seorang pekerja Rose Travel Service, Pham Vu Dung.

Sisi positif pandemi corona: pengembangan pariwisata berkelanjutan

Bagi masyarakat setempat seperti Pham Vu Dung yang merupakan bagian dari jaringan kecil pariwisata berkelanjutan, ada sisi positif dari merebaknya virus corona.

Wisatawan domestik di Vietnam berkunjung ke Ancient Town, Hoi An.SCMP / PATRICK SCOTT Wisatawan domestik di Vietnam berkunjung ke Ancient Town, Hoi An.

Mereka memiliki waktu untuk fokus pada proyek-proyek yang akan memberi pengunjung pilihan yang lebih ramah lingkungan saat mereka kembali.

Salah satu contohnya adalah taman organik dan situs pengomposan yang mulai dikembangkan oleh perusahaan Dung tahun lalu.

Baca juga: Ngabuburit Virtual ke 7 Tempat Wisata di Jakarta, Ada Monas dan Kota Tua

Taman yang terletak 4,8 kilometer utara dari Hoi An di sepanjang sungai Ho dipenuhi oleh mangga, pepaya, nangka, jagung, sayuran, dan lain-lain.

Dung berencana untuk membuka restoran organik, melanjutkan tur, dan membuka kembali salah satu dari hotelnya yakni Hoi An Chic.

Rencananya akan dilakukan saat libur sekolah dimulai pada pertengahan Juli 2020. Bahkan lebih cepat dari itu jika penerbangan internasional di daerahnya dilanjutkan sebelum bulan tersebut.

Baca tentang


Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X