Askida Ekmek di Turki, Tradisi Berbagi Roti Gratis dalam Diam

Kompas.com - 14/05/2020, 16:24 WIB
Ilustrasi roti sourdough. shutterstock.com/YipunJJIlustrasi roti sourdough.

KOMPAS.com – Terdapat beragam cara untuk berbagi kepada sesama, terutama pada Ramadhan nan suci ini. Salah satunya dengan berbagi buka puasa gratis.

Baca juga: Di Batam, Dompet Dhuafa Bagikan 100 Paket Menu Buka Puasa untuk Dhuafa

Terkait berbagi kepada sesama, rupanya Turki mempunyai tradisi unik yang tidak hanya dijalankan saat bulan puasa ialah askida ekmek.

Istilah tersebut mungkin terdengar asing di telinga sebagian orang. Secara sederhana, askida ekmek adalah berbagi roti untuk sesama. Namun dengan cara yang tergolong unik.

Seperti apa tradisi kuno askida ekmek dijalankan oleh masyarakat Turki?

Tradisi berbagi roti

Ilustrasi toko roti di Turki yang melakukan askida ekmek, berbagi roti gratis bagi kaum yang membutuhkan. SHUTTERSTOCK/CEM SELVI Ilustrasi toko roti di Turki yang melakukan askida ekmek, berbagi roti gratis bagi kaum yang membutuhkan.

Askida ekmek secara harfiah berarti roti yang ditangguhkan, sedangkan istilah populer dalam Bahasa Inggris adalah paying it forward.

Istilah tersebut berkaitan dengan cara berbagi roti yang telah dijalankan orang Turki sejak beberapa abad yang lalu ini.

Prinsip utama tradisi roti yang ditangguhkan adalah membantu orang tanpa berharap akan imbalan atau pengakuan agar penerima bantuan tetap dapat menjaga martabat sembari meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Menurut BBC, seseorang biasanya membeli dua atau lebih roti, satu roti akan dimakan sendiri, sedangkan roti lainnya akan diberikan kepada orang yang membutuhkan.

Secara ringkas, seperti ini langkah dari tradisi askida ekmek:

  1. Pergi ke toko roti
  2. Beli dua roti, tetapi hanya satu roti yang dibawa pulang
  3. Saat membayar, beri tahu penjaga toko bahwa salah satu rotinya adalah roti yang ditangguhkan artinya diberikan kepada orang yang membutuhkan.
  4. Maka sang penjaga toko akan menyimpan roti tersebut dan dikumpulkan dengan roti yang ditangguhkan lainnya.
  5. Penjaga toko itulah yang biasanya akan memberikan roti kepada orang yang membutuhkan.

Ketika nantinya ada orang datang ke toko roti tersebut dan bertanya apakah tersedia roti yang ditangguhkan, maka mereka bisa mengambil roti itu secara gratis.

Tradisi ini terlihat di salah satu toko roti di Goztepe, dekat dengan Kadikoy di Istanbul.

Toko tersebut dalam sehari memproduksi sekitar 1.200 roti putih (seperti roti tawar). Ruang kosong pada rak roti yang tidak terisi akan dipenuhi oleh baguette, roti gulung, gandum hitam, multigrain, dan roti jagung.

Ada juga berbagai macam kue, biskuit, dan kue kering (pastry). Pemilik toko roti tersebut terkadang terlihat memberikan roti kepada orang-orang tanpa menerima uang sepeser pun.

Bahkan, beberapa kali sempat terlihat orang-orang membayar untuk dua roti tetapi hanya mengambil satu roti saja.

Selain Turki, terdapat tradisi serupa di Italia. Namun bukan roti yang ditangguhkan melainkan kopi. Tradisi ini disebut caffe sospeso.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X