Kompas.com - 14/05/2020, 22:29 WIB
Kawasan Kota Lama Semarang atau yang biasa disebut Outstadt memiliki luas 31 hektare. Kawasan ini terpisah dengan daerah sekitar, sehingga mendapat julukan ?Little Netherland?. Kawasan Kota Lama Semarang ini merupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda dan lokasinya berdampingan dengan kawasan ekonomi. Di tempat ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kukuh dan mempunyai sejarah Kolonialisme di Semarang. Dok. Biro Komunikasi Publik KemenparekrafKawasan Kota Lama Semarang atau yang biasa disebut Outstadt memiliki luas 31 hektare. Kawasan ini terpisah dengan daerah sekitar, sehingga mendapat julukan ?Little Netherland?. Kawasan Kota Lama Semarang ini merupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda dan lokasinya berdampingan dengan kawasan ekonomi. Di tempat ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kukuh dan mempunyai sejarah Kolonialisme di Semarang.

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia memiliki banyak sekali tempat menarik untuk dikunjungi usai virus corona. Namun sekarang di masa pandemi, kamu bisa mengunjungi lewat tur virtual

Beberapa di antaranya adalah Kota Lama, Pekojan, dan Pecinan di Semarang yang bisa kamu kunjungi secara virtual pada Jumat, 15 Mei 2020 pukul 15.30 WIB bersama TelusuRI.

Ada juga jelajah virtual ke Pulau Kapoposang pada Sabtu, 16 Mei 2020 pukul 15.30 WIB yang akan dipandu oleh Syukron selaku tim TelusuRI yang tinggal di sana. 

Baca juga: Tur Virtual ke Belitung Bisa Beli Oleh-oleh, Yuk Ikuti Caranya

Content & Social Media Manager TelusuRI, Mauren Fitri, menuturkan bahwa awalnya dia berbicara dengan salah satu penggiat pariwisata di Kota Lama bernama Juliansyah Ariawan, akrab disapa Ari.

“Mas Ari bercerita kalau pariwisata di Kota Lama sedang turun. Kami sepakat untuk membuat tur virtual ini sebagai salah satu media untuk 'berwisata' sekaligus untuk belajar tentang sejarah yang ada di sana,” kata Mauren saat dihubungi Kompas.com, Kamis (14/5/2020).

“Setidaknya ini salah satu cara supaya pariwisata tidak benar-benar mati di Kota Lama,” lanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Mau Lihat Hewan Bawah Laut dari Rumah? Yuk Ikut Tur Virtual Ancol

Mauren menuturkan bahwa tema “Jalur Religi" diangkat karena situasi sedang bertepatan dengan Ramadhan. Dia juga ingin mengangkat sisi wisata religi di Semarang.

Beberapa tempat yang akan dikunjungi di Kota Lama, Pekojan, dan Pecinan adalah Gereja Blenduk, Masjid Jami Pekojan, dan Klenteng Tay Kak Sie.

“(Kawasan yang akan dikunjungi) sangat menarik untuk ditelusuri sejarah, budaya, dan juga kulinernya. Melambangkan umat beragama juga. Dari gereja, masjid, hingga klenteng,” kata Mauren.

Untuk Masjid Jami Pekojan, terdapat satu hal yang menarik yaitu mereka memiliki tradisi sajian bubur India.

Baca juga: Menunggu Waktu Buka Puasa, Ngabuburit Virtual Dulu ke 6 Tempat Wisata di Solo

Ada juga makam Syarifah Fatimah binti Husain Al-Aidrus yang merupakan salah satu penyebar agama Islam di Pekojan.

Dalam tur virtual, kisahnya akan dijelaskan oleh Ari selaku pemandu tur.

Konsep tur virtual TelusuRI dengan menggunakan aplikasi Google Meet. Nantinya, wisatawan virtual akan dibawa menjelajah lewat Google Maps.

Ada juga slide presentasi yang sudah di siapkan untuk memudahkan penjabaran seputar tempat dan kawasan yang akan dikunjungi.

Gedung Marba di Kota Lama SemarangSHUTTERSTOCK Gedung Marba di Kota Lama Semarang

Tur virtual ini merupakan tur berbayar. Cukup membayar Rp 25.000 per orang, kamu juga sudah bisa menyumbang 50 persen ke Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKSBI).

“Pertimbangan kami dari TelusuRI dan Mas Ari karena donasi ke sesama manusia sudah cukup banyak. Sedangkan baru-baru ini muncul kekhawatiran untuk satwa di kebun binatang yang juga terkena dampak Covid-19,” tutur Mauren.

Baca juga: Seru! Pengalaman Jalan-jalan Virtual ke 8 Tempat Wisata Sekitar Gunung Tambora

“Biasanya mereka mendapatkan biaya untuk pakan satwa dari HTM pengunjung, sedangkan saat ini sepertinya semua kebun binatang harus tutup,” lanjutnya.

Cara mengikuti tur virtual menjelajahi Jalur Religi Semarang

  1. Unduh aplikasi Google Meet di ponsel, atau kunjungi bit.ly/googlemeetlink di komputer.
  2. Lakukan pembayaran melalui OVO atau GoPay ke nomor 085640244255 atas nama Mauren Fitri. Jangan lupa tulis nama di keterangan transfer. Pembayaran paling lambat dilakukan Jumat, 15 Mei 2020 pukul 13.00 WIB.
  3. Simpan bukti pebayaran. Konfirmasi pembayaran ke nomor tersebut melalui WhatsApp jika lupa menulis nama di keterangan transfer OVO atau GoPay.
  4. Lakukan pendaftaran di bit.ly/vt-pecinansmg.
  5. Tunggu konfirmasi yang akan diberikan melalui email atau nomor WhatsApp yang kamu daftarkan saat mendaftar.
  6. Ikuti tur virtual melalui Google Meet sesuai dengan langkah yang sudah diberikan.

Rencana tur virtual ke luar Semarang

Panorama Pulau Padar. SHUTTERSTOCK/PRAWAT THANANITHAPORN Panorama Pulau Padar.

Usai tur virtual Jalur Religi, Mauren menuturkan bahwa TelusuRI sudah memiliki beberapa rencana perjalanan virtual lainnya.

“Kami juga akan sharing tentang pengalaman selama tinggal di pulau, dan kegiatan apa saja yang kami lakukan di sana dalam hal pemberdayaan pariwisata lokal,” ujar Mauren.

Baca juga: Pengalaman Ikut Tur Virtual di Sumba, Simulasi Liburan 3 Hari 2 Malam

Selain itu, mereka juga sudah ada rencana untuk berkunjung ke Sabang, Labuan Bajo, dan beberapa tempat lain.

Semuanya dilakukan melalui kolaborasi dengan penggiat pariwisata lokal di daerah tersebut. Beberapa di antaranya adalah agen perjalanan dan kontributor telusuri.id.

Rencananya perjalanan tersebut akan dilakukan seminggu sekali. Untuk waktu masih belum ditentukan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Buka Kembali, Pelaku Wisata di Bantul akan Divaksin

Sebelum Buka Kembali, Pelaku Wisata di Bantul akan Divaksin

Travel Update
11 Wisata Cagar Budaya Yogyakarta Tutup Sementara, Termasuk Prambanan

11 Wisata Cagar Budaya Yogyakarta Tutup Sementara, Termasuk Prambanan

Travel Update
Garuda Dilarang Terbang Sementara ke Hongkong, Ini Kata Dirut Garuda

Garuda Dilarang Terbang Sementara ke Hongkong, Ini Kata Dirut Garuda

Travel Update
Taman Impian Jaya Ancol Tutup Sementara Mulai 24 Juni 2021

Taman Impian Jaya Ancol Tutup Sementara Mulai 24 Juni 2021

Travel Update
Penutupan Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Diperpanjang Hingga 5 juli

Penutupan Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Diperpanjang Hingga 5 juli

Travel Update
Covid-19 Melonjak, Taman Margasatwa Ragunan Tutup Sementara

Covid-19 Melonjak, Taman Margasatwa Ragunan Tutup Sementara

Travel Update
Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao Thailand Sambut Turis Asing 15 Juli

Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao Thailand Sambut Turis Asing 15 Juli

Travel Update
UNESCO Berencana Masukkan Great Barrier Reef Australia ke Daftar Terancam Punah

UNESCO Berencana Masukkan Great Barrier Reef Australia ke Daftar Terancam Punah

Travel Update
Bali Akan Jadi Destinasi Paket Wisata Vaksin Covid-19

Bali Akan Jadi Destinasi Paket Wisata Vaksin Covid-19

Travel Update
Kemenparekraf Luncurkan Paket Wisata Relief Candi Borobudur

Kemenparekraf Luncurkan Paket Wisata Relief Candi Borobudur

Travel Update
Simak! Ini Daftar 4 Hotel Karantina di Kawasan Sanur, Bali

Simak! Ini Daftar 4 Hotel Karantina di Kawasan Sanur, Bali

Travel Update
Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Tutup Mulai 22-28 Juni 2021

Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Tutup Mulai 22-28 Juni 2021

Travel Update
4 Hal Menarik Seputar Museum M.H. Thamrin, Bangunan Kaya Sejarah di Jakarta

4 Hal Menarik Seputar Museum M.H. Thamrin, Bangunan Kaya Sejarah di Jakarta

Travel Update
Wisata Boyolali Tutup Sementara, Restoran dan Kafe Masih Buka, tapi...

Wisata Boyolali Tutup Sementara, Restoran dan Kafe Masih Buka, tapi...

Travel Update
Wisata Klaten Tutup Sementara, Hotel dan Kafe Boleh Buka asal...

Wisata Klaten Tutup Sementara, Hotel dan Kafe Boleh Buka asal...

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X