Kompas.com - 18/05/2020, 07:30 WIB
Ilustrasi masjid. PIXABAYIlustrasi masjid.

KOMPAS.comMasjid Shitta Bey, atau dikenal sebagai "Masjid Turki", merupakan salah satu masjid tertua di Nigeria. Masjid ini didirikan oleh pebisnis ternama--Mohammed Shitta Bey.

Mengutip Daily Sabah, pembangunan masjid dilihat langsung oleh Sultan Abdul Hamid II yang merupakan sultan ke-34 Kerajaan Ottoman.

Masjid tersebut dianggap sebagai salah satu peninggalan bersejarah yang paling penting di Nigeria. Bahkan, Masjid Shitta Bey dijadikan sebagai tempat pertemuan Muslim di sana.

Baca juga: Masjid Agung Taipei, Masjid Tertua dan Terbesar di Taiwan

Dibangun pada 1891

Pada akhir abad ke-19, Shitta yang merupakan seorang saudagar kelahiran Sierra Leone, membangun Masjid Shitta Bey di Lagos, Nigeria.

Mengutip Rabaah.com, Shitta merupakan keturunan Yoruba yang kemudian diberi gelar “Bey” oleh Hamid.

Gelar tersebut diberikan sebagai penghormatan lantaran Shitta merupakan pemimpin komunitas Muslim di Lagos.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada saat itu, dia membiayai pembangunan masjid berdasarkan desain seorang arsitek asal Brazil bernama Joao Batista da Costa.

Pembangunan masjid dilakukan oleh orang-orang Afro-Brasil yang kembali untuk memperkenalkan gaya arsitektur khas Afrika Barat yang rumit. Banyak dari mereka merupakan pengrajin terampil.

Baca juga: Masjid Adelaide, Masjid Tertua di Australia, Berdiri sejak 1888

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Coloured photo of Shitta-Bey Mosque on Martins Street. It was completed and opened in 1894 with a large event attended by the majority of elite in the Muslim society and across Lagos like Richard Beale Blaize, Oba Oyekan I, JPL Davies, J. O. Payne, Edward W. Blyden, presided over by Lagos Colony Governor, Sir Gilbert Carter. It was also on this day that Mohammed Shitta was conferred with the title "Bey" by the Sultan of Turkey, Abdul Hamid II (who was represented by an official) in recognition of Shitta's philanthropy (the Ottoman Order of Medjidie 3rd class, the highest class for a civilian). It was designed by the Afro-Brazilian mason João Baptista da Costa assisted by Sanusi Aka. On the large pediment are stone block pilasters capped by pinnacles embossed with flowers and topped by an onion bulb, crescent and seven point star. There are two oculi and the facade is faced by ceramic tiles resemblance of the Zellige mosaic tile work, a form of Islamic art (The Moorish art of zellige flourished during the Hispano-Moresque period (Azulejo) of the area known as Al-Andalus (modern day Spain) between 711–1492.). Mohammed Shitta-Bey was a major donor for the construction of the Lagos Central Mosque in 1873 and held the chieftaincy title Seriki Musulumi of Lagos, thus making him the leader of the Muslims of Lagos. He also donated to spreading Islam across Lagos and Sierra Leone. In 1852, the crisis between Akitoye and Kosoko forced his family to move to Badagry where he became an agent to the firms of Pinnock B & Co and Messrs Miller & co. He served as an adviser to Oba Oyekan I, and financed Oyekan's candidacy for the Lagos throne until the colonial government approved Oyekan's succession of Dosunmu. He earned the nickname "Olowo Pupa" because of his famous gold cowrie coins. He died of influenza on the 4th of July, 1895, exactly a year after the opening of the mosque. ????: Eliot Elisofon/1961 #thefacadenigeria #colonialarchitecture #shittabey #shittabeymosque #coloniaeramosque #martinsstreet #martinsstreetlagos #oldmosque #historyoflagos #historiclagos #lagoshistory #coloniallagos #colonialfootprints #byHisgraceforHisglory

A post shared by @ thefacadenigeria on Mar 21, 2020 at 9:10am PDT

Biaya pembangunan masjid pada saat itu, mengutip Aa.com.tr, diperkirakan mencapai 300 poundsterling, setara dengan Rp 54 juta berdasarkan kurs tahun 2020.

Pembangunan selesai pada 3 Juli 1894 dan segera diresmikan oleh Gubernur Lagos. Masjid Shitta Bey merupakan masjid paling modern dan termahal di British West Africa, daerah jajahan Inggris di Afrika Barat pada saat itu.

Baca juga: Masjid Huaisheng, Masjid Tertua di China yang Terkenal dengan Menara Mercusuarnya

Peresmian dihadiri oleh banyak orang penting

Dalam peresmian masjid, Shitta juga mengundang Hamid. Melalui undangan tersebut, dia berharap bahwa Hamid akan membantu dalam penyebaran Islam di daerah tersebut.

Kendati demikian, dia tidak bisa datang. Hamid kemudian mengirim perwakilannya, Abdullah Quilliam, yang turut membawakan Order of Osmanieh dan Order of the Medjidie.

Selain itu, Quilliam juga dikirim untuk menyampaikan dukungan terbuka bagi Muslim di Afrika Barat.

Acara peresmian Masjid Shitta Bey merupakan acara sosial dan keagamaan yang penting di Lagos pada saat itu.

Baca juga: Masjid Kobe, Masjid Pertama dan Tertua di Jepang yang Selamat dari Perang Dunia II

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Another prior, and equally important, development of the period within which many works on display were made, that is, the period of increasing colonial domination, is the Yoruba-Brazillian architectural tradition of the late nineteenth century. This is the style of building introduced to West Africa by Yoruba people repatriated from Brazil. The buildings of Francisco Nobre, for example, were to be found from Lagos to Elmina in what is now Ghana, and his younger compatriot, Joao Baptist Da Costa, was responsible for the strikingly beautiful Martins Street Mosque in Lagos (Laotan 1960). It is often forgotten that the returning Yoruba people from Brazil and frin Sierra Leone, in the nineteenth century, included Muslims as well as Christians. In 1891 Muhammad Shitta Bey, merchant, philanthropist, and a son of Sierra Leone repatriate, commissioned the building of the Martins Street Mosque. While it was still under construction, its fame spread all over the Yorubaland, and across the seas to Sierra Leone, England and Turkey... its formal opening on 4 July 1894 was a grand occasion... The Governor, Sir G. T. Carter, was present, and so was a representative of the Sultan of Turkey in the person of Abdallah Quillam, the President of the Liverpool Muslim Association. The mosque was formally opened by the Turkish representative.(Gbadamosi 1978:66) What was wanted was something in the latest style that was yet unique, and this was provided by the Yoruba-Brazillian Catholic artists. Da Costa later laid the foundations of the Central Mosque on Nnamdi Azikiwe Street (now tragically demolished), which was completed by his trainee, Sanusi Aka, circa 1900 (Laotan 1960) Source The Yoruba Artist #reminisce #nigeriahistory #reminiscebyolabisi #historicalpictures #colonialnigeria #britishempire #britishnigeria #yorubabrazilian #yorubabrazillianarchitecture #martinsstreetmosque #centralmosquelagos #shittabey #dacosta #brazillianreturnees #slavetrade #yorubaartist

A post shared by Olabisi Ojora (@reminiscebyolabisi) on Sep 12, 2019 at 4:58am PDT

Sebab, acara tersebut turut dihadiri oleh banyak sheikh, raja, dan imam dari seluruh komunitas Muslim di pantai barat Nigeria.

Bahkan, mengutip Masjed.ir, ada juga yang hadir dari barat Sudan. Tidak hanya Muslim, juga umat Kristen dan masyarakat lain yang ingin memberi selamat.

Ribuan Muslim terlihat menunggangi kuda, kereta kuda, bahkan berjalan kaki. Hujan deras yang mengguyur hari peresmian tidak membuat pria, wanita, dan anak-anak berhenti melakukan paradei di jalan sembari menyanyikan berbagai macam lagu.

Hingga kini, Masjid Shitta Bey masih berfungsi dan bangunannya masih dipelihara dengan baik. Bahkan pada 10 Desember 2013, masjid tersebut dijadikan sebagai satu dari sembilan monumen nasional oleh Nigerian National Museums and Monuments Commision.

Baca juga: Menengok Masjid Shah Cheragh di Iran yang Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.