Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Panjang Masjid-Katedral Cordoba di Spanyol

Kompas.com - 18/05/2020, 09:30 WIB
Nabilla Ramadhian,
Kahfi Dirga Cahya

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Masjid Cordoba, juga dikenal sebagai Masjid-Katedral Cordoba atau Masjid Agung Cordoba, merupakan masjid Islam di Cordoba, Spanyol yang diubah menjadi katedral Kristen pada abad ke-13.

Masjid-katedral tersebut merupakan bangunan yang memukai bagi dua agama dan budaya yang membentuk Andalusia--Islam dan Kristen.

Sebab, mengutip The Culture Trip, bangunan tersebut memiliki sebuah gereja Renaisans yang terletak tepat di atas bangunan yang dulunya merupakan masjid paling penting di kerajaan Islam.

Melansir Britannica, struktur asli bangunan tersebut dibangun oleh Abd ar-Rahman I selaku penguasa Dinasti Umayyad pada 784 – 786.

Bangunan tersebut kemudian diperbesar pada abad ke-9 dan ke-10, membuat ukuran Masjid-Katedral Cordoba lebih besar dua kali lipat dan membuatnya salah satu bangunan suci terbesar di dunia Islam.

Ilustrasi - Masjid-Katedral Cordoba, Spanyol.PIXABAY Ilustrasi - Masjid-Katedral Cordoba, Spanyol.

Sementara itu melansir Lonely Planet, sebelum masjid-katedral tersebut didirikan, Abd ar-Rahman I membeli setengah dari gereja Visigoth San Vicente.

Hal ini dilakukan agar komunitas Muslim bisa melaksanakan salat Jumat. Kemudian pada 784, dia membeli setengahnya lagi untuk membangun sebuah masjid baru.

Tiga ekstensi kemudian hampir membuat masjid-katedral tersebut memiliki luas bangunan empat kali lipat dari ukuran sebelumnya yang bisa dilihat saat ini.

Sejarah terbentuknya Masjid-Katedral Cordoba

Awalnya, tempat berdirinya bangunan tersebut merupakan rumah bagi kuil Romawi yang kemudian digantikan oleh gereja Visigoth San Vicente.

Pada 711 saat bangsa Moor mengambil alih Andalusia dari orang-orang Kristen, struktur gereja tersebut dibagi menjadi dua bagian dan digunakan sebagai tempat ibadah oleh umat Muslim dan Kristen.

Ilustrasi - Masjid-Katedral Cordoba, Spanyol.PIXABAY Ilustrasi - Masjid-Katedral Cordoba, Spanyol.

Pemandangan tersebut merupakan sebuah sikap toleransi yang luar biasa jika melihat zaman tersebut.

Kemudian, pada 784 atas perintah Emir Abd al-Rahman, gereja tersebut dihancurkan dan pembangunan masjid pun dimulai. Pembangunan berlangsung selama lebih dari dua abad.

Fase terakhir pembangunan terjadi pada akhir abad ke-10. Pada saat itu, kerajaan Islam berada dalam posisi paling kuat.

Untuk memperkuat kekuatan bangsa Moor di wilayah-wilayah Kristen Spanyol, Al-Mansur—prajurit yang ditakuti—memulai serangan melalui utara Spanyol.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Jalan Jalan
Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Travel Update
Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Jalan Jalan
Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Travel Update
The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

Jalan Jalan
Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Travel Tips
Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Travel Update
Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Travel Update
13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

Travel Update
Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja 'Overtime' Sopir Bus Pariwisata

Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja "Overtime" Sopir Bus Pariwisata

Travel Update
Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

BrandzView
Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Travel Update
Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Travel Update
ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com