Kompas.com - 18/05/2020, 12:21 WIB
Ilustrasi margarin ShutterstockIlustrasi margarin

 

Selain mentega yang dibuat dari susu atau krim yang sudah dipasteurisasi, ada pula mentega mentah yang dibuat dari susu mentah.

Mengocok mentega bertujuan untuk menambahkan udara ke dalam mentega, membuatnya punya konsistensi yang lebih ringan dan tidak terlalu padat.

Maka untuk satu porsi yang sama antara mentega yang sudah dikocok jika dibandingkan dengan mentega biasa, mentega yang sudah dikocok akan memiliki lebih sedikit kandungan kalori dan lemak.

Salah satu faktor yang membedakan berbagai merek mentega adalah kandungan lemaknya, yang akan berdampak pada rasa serta tekstur dari mentega itu sendiri.

Pasalnya mentega pada dasarnya adalah lemak hewani, maka mentega mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang lebih tinggi daripada margarin.

Apa itu margarin?

Margarin adalah produk non-dairy yang dibuat sebagai pengganti mentega.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Walaupun pada dasarnya dibuat dari lemak hewan pada tahun 1800-an, kini bahan-bahan utama margarin termasuk minyak sayur, air, garam, emulsifier, dan beberapa margarin mengandung susu.

Baca juga: Cara Membuat Dalgona Milo Tanpa Pakai Emulsifier

Tidak semua margarin dibuat serupa. Ada berbagai perbedaan antar merek yang beredar di pasaran, maka dari itu penting untuk membaca label pada kemasan margarin.

Tidak seperti mentega, margarin tidak bisa kamu buat sendiri di rumah.

Seperti halnya mentega, margarin biasa juga harus memiliki kandungan lemak minimal 80 persen. Margarin yang punya persentase lemak lebih sedikit dari itu dianggap “olesan” saja.

Margarin dan “olesan” yang bisa kamu temukan di pasaran biasanya mengandung kisaran 10 sampai 90 persen lemak. Berdasarkan pada kandungan lemaknya, kandungan minyak sayur dan airnya akan berbeda-beda.

Margarin yang punya kandungan lemak lebih sedikit akan memiliki persentase air yang lebih tinggi.

Pasalnya, komponen utama margarin terbuat dari minyak sayur, maka margarin tak punya kolesterol dan lemak jenuh seperti yang bisa kamu temukan pada mentega.

Margarin juga punya persentase lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal yang lebih tinggi daripada mentega.

Namun margarin juga mengandung lemak trans, walaupun beberapa merek telah mengurangi atau bahkan menghilangkan lemak trans ini dari bahan-bahan yang mereka gunakan. Sebagai gantinya, mereka menggunakan minyak sawit dan biji palem.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Travel Tips
Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Travel Update
Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

Travel Update
Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Travel Update
Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.