KILAS

Kemenparekraf Siap Pasarkan Produk 500 Pelaku Ekraf Secara Gratis

Kompas.com - 19/05/2020, 07:54 WIB
Kain tenun meruapakan salah satu produk UMKM lokal Dok. Humas KemenparekrafKain tenun meruapakan salah satu produk UMKM lokal

KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia (RI) siap memasarkan produk 500 pelaku ekonomi kreatif (ekraf) secara cuma-cuma atau gratis.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya dalam acara yang bertajuk Ngobrol Santai Blibli Seller episode ke-40, Senin (18/05/2020).

"Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para pelaku ekraf, seperti, lokasi usahanya harus berada di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek)," kata Nia.

Selain itu, ia mengatakan, syarat lain yakni akun sosial media tidak boleh di mode privat serta followers atau pengikut dari akun pendaftar program ini tidak lebih 10.000 orang.

Baca juga: Kemenpar Panggil Pengusaha OYO dan Red Doors, Untuk Apa?

"Program ini diperuntukkan khusus untuk pelaku ekonomi kreatif bidang kuliner, fashion, dan kriya," sambung Nia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait hal tersebut, ia mengatakan saat ini sudah ada 4.000 pelaku ekonomi yang mendaftar dan 900 yang mengisi form.

"Nantinya, dari jumlah tersebut akan dikurasi menjadi 500 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)," katanya.

Selanjutnya, Nia mengatakan, pelaku ekonomi tersebut akan diberikan pendampingan oleh mentor-mentor profesional mulai dari pengemasan, produk, hingga promosi.

Baca juga: SMF dan Kemenpar Salurkan Pembiayaan Homestay di Mandalika

"Tidak hanya itu, kami juga menyediakan konsultasi gratis dari ahli hukum terkait hak kekayaan intelektual (HKI) yang akan diberikan pada 100 pelaku ekraf terpilih, ” katanya.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya saat acara Ngobrol Santai Blibli Seller Eps.40 ?Beli Kreatif Lokal #BanggaBuatanIndonesia melalui akun instagram @kemenparekraf.ri bersama VP Galeri Indonesia Blibli Andreas Ardian Pramaditya, Senin (18/5/2020)Dok. Humas Kemenparekraf Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya saat acara Ngobrol Santai Blibli Seller Eps.40 ?Beli Kreatif Lokal #BanggaBuatanIndonesia melalui akun instagram @kemenparekraf.ri bersama VP Galeri Indonesia Blibli Andreas Ardian Pramaditya, Senin (18/5/2020)

Sementara itu, melalui akun instagram @kemenparekraf.ri, Nia menjelaskan, Kemenparekraf memiliki prinsip yang bisa diterapkan bagi UMKM untuk segera beradaptasi di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Kemenparkraf akan menerapkan prinsip Accept, Adapt, Digital, dan Creative Collaboration (AADC)," ungkap Nia.

Dalam keterangan tertulisnya, ia mengatakan accept yang dimaksud adalah masyarakat harus menerima kondisi saat ini untuk dihadapi bersama-sama.

Baca juga: Bantu Pemerintah Atasi Covid-19, PLN dan Mitra Siapkan Dua Tahap Distribusi Bantuan

"Lalu berikutnya adalah adapt, kita harus menyesuaikan dan cepat beradaptasi dengan kondisi saat ini," katanya.

Kemudian, sambung Nia, untuk digital yang dimaksud pada saat ini adalah suatu keniscayaan, UMKM  harus segera bertransformasi.

"Dan yang terakhir adalah creative collaboration yang artinya kita harus lebih kreatif dalam berkolaborasi dan berkarya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Blibli yang sudah memberikan tempat untuk UMKM.

Baca juga: Maruf Amin: MUI Bersama Kemenpar Dapat Mendorong Wisata Halal

Ia pun mendorong masyarakat untuk saling bahu-membahu menjadi pahlawan bagi produk lokal dengan cara ikut berkontribusi dalam program #BeliKreatiflokal dan #BanggaBuatanIndonesia.

Pada kesempatan yang sama, Vice President (VP) Galeri Indonesia Blibli Andreas Ardian Pramaditya menjelaskan, perekonomian Indonesia sedang diuji karena berbagai sektor terdampak Covid-19.

Namun demikian, ia mengatakan Blibli.com sebagai e-commerce atau platform penyedia layanan perdagangan online mendukung UMKM untuk bertahan di tengah pandemi dengan tidak mengambil komisi dari tiap transaksi.

"Kami terus mencari dan memberikan yang terbaik bagi merchant UMKM kami. Di tengah pandemi ini, kami memberi margin nol persen, semuanya kami kembalikan kepada para mereka di tengah pandemi ini," katanya.

Baca juga: Indonesia-Japan Fiesta 2019, Ajang Kemenpar Gaet Wisman Jepang

Ia juga menjelaskan di Blibli saat ini memiliki kanal khusus yaitu Galeri Indonesia yang sengaja disediakan untuk para seller atau penjual UMKM yang telah dikurasi produk-produknya.

"Untuk itu kami butuh komitmen yang kuat dari para seller terhadap produknya, agar kepercayaan masyarakat akan produk lokal bisa terjaga. Dengan begitu, masyarakat bisa bangga pada produk buatan Indonesia," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

Jalan Jalan
Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Jalan Jalan
Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Travel Update
Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Travel Update
Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Jalan Jalan
Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Jalan Jalan
Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jalan Jalan
6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.