Sambut New Normal, Kadispar DKI Jakarta: Sektor Pariwisata Dibuka Bertahap

Kompas.com - 20/05/2020, 18:02 WIB
Sejumlah petugas Penanganan Prasarana Sarana Umum (PPSU) DKI Jakarta mencoba wahana permainan saat berwisata di Dufan, Ancol, Jakarta, Senin (22/7/2019). Wisata gratis bagi 20 ribu petugas PPSU tersebut  sebagai bentuk penghargaan kepada petugas yang telah menjaga kebersihan Ibu Kota. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO ASejumlah petugas Penanganan Prasarana Sarana Umum (PPSU) DKI Jakarta mencoba wahana permainan saat berwisata di Dufan, Ancol, Jakarta, Senin (22/7/2019). Wisata gratis bagi 20 ribu petugas PPSU tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada petugas yang telah menjaga kebersihan Ibu Kota.


JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia akan memasuki era baru yaitu New Normal. Semua sektor industri akan menerapkan beberapa protokol baru yang mengutamakan kesehatan dan kebersihan dampak Covid-19, termasuk sektor pariwisata.

Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia juga telah bersiap untuk berbenah terhadap sektor pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, mengatakan pihaknya tengah menggodok beberapa hal terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) pariwisata di Jakarta.

Baca juga: 6 Protokol New Normal untuk Restoran dari World Travel & Tourism Council

"Iya, jadi nanti memang akan ada SOP nya untuk masing-masing sektor industri pariwisata. Misalnya, kalau mau ke Ancol dan tempat-tempat wisata lainnya akan ada pembeda. Mall juga akan demikian," kata Cucu saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/5/2020).

Terkait New Normal, ia menyoroti bahwa hal tersebut akan lebih menitikberatkan pada protokol kesehatan atau standar kesehatan untuk pencegahan Covid-19.

Untuk itu, ia sudah berbicara kepada seluruh stakeholders pariwisata Jakarta untuk segera melengkapi dan membenahi tempat wisatanya dengan protokol kesehatan.

Cucu juga membenarkan bahwa protokol kesehatan di tempat-tempat pariwisata tetap berpedoman pada Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sesuai dengan anjuran Dinas Kesehatan.

Baca juga: 8 Protokol New Normal untuk Hotel Anjuran dari World Travel & Tourism Council

Namun, untuk New Normal sendiri, menurut Cucu akan bergantung pada pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Suasana sepi di kawasan wisata Monumen Nasional, Jakarta, Senin (16/3/2020). Pemprov DKI Jakarta memutuskan menutup 24 tempat wisata di Jakarta mulai Sabtu (14/3/2020) hingga dua pekan ke depan sebagai upaya pencegahan menyebarnya virus corona (Covid-19).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Suasana sepi di kawasan wisata Monumen Nasional, Jakarta, Senin (16/3/2020). Pemprov DKI Jakarta memutuskan menutup 24 tempat wisata di Jakarta mulai Sabtu (14/3/2020) hingga dua pekan ke depan sebagai upaya pencegahan menyebarnya virus corona (Covid-19).

"Untuk masalah akan dibuka kapan, itu bagiannya tim Covid-19, nanti kan bakal ada pelonggaran rencananya berakhir 4 Juni. Tapi itu enggak serta merta langsung dibuka semuanya, harus bertahap," ujarnya.

Baca juga: New Normal Pariwisata Indonesia: Toilet Bersih hingga Tim Rescue

Ia mengatakan bahwa tak semua tempat wisata dibuka serentak. Pembukaan perlu bertahap dengan memerhatikan sektor mana yang akan lebih siap.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X