Serba-serbi Hari Lebaran, Seperti Apa Perayaan Idul Fitri di Dunia?

Kompas.com - 23/05/2020, 18:15 WIB
Ilustrasi anak sungkem kepada orang tua saat Idul Fitri atau Lebaran. Dok. Shutterstock/ Odua ImagesIlustrasi anak sungkem kepada orang tua saat Idul Fitri atau Lebaran.


JAKARTA, KOMPAS.com - Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran jatuh pada hari Minggu (24/5/2020).

Umat Islam di seluruh dunia akan merayakan hari kemenangan, setelah menyelesaikan ibadah puasa bulan suci Ramadhan.

Lebaran 2020 ini terasa sedikit berbeda bagi semua umat Islam karena adanya virus corona membuat mereka tak bisa shalat Idul Fitri di masjid, festival di luar ruangan, maupun acara perayaan lainnya.

Baca juga: Kenapa Ketupat Identik dengan Opor Ayam Saat Lebaran? Ternyata Ini Maknanya...

Melansir Aljazeera, Idul Fitri merupakan sebuah perayaan akhir puasa dan menandai akhir Ramadhan.

Secara tradisi, Idul Fitri dirayakan selama tiga hari di semua negara oleh mayoritas umat Islam.

Bagaimana Hari Lebaran ditentukan?

Petugas lembaga Falakiyah pondok pesantren Al-Hidayah Basmol, melakukan pemantauan hilal di atas masjid Al-Musariin di Jalan Al Hidayah Basmol, Jakarta Barat, Kamis (23/4/2020).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas lembaga Falakiyah pondok pesantren Al-Hidayah Basmol, melakukan pemantauan hilal di atas masjid Al-Musariin di Jalan Al Hidayah Basmol, Jakarta Barat, Kamis (23/4/2020).

Diberitakan Aljazeera sama seperti penentuan Ramadhan, Hari Lebaran juga ditentukan dengan penampakan bulan sabit atau sehari setelah bulan baru.

Oleh sebab itu, umat Islam harus menunggu sampai malam sebelum Idul Fitri untuk memverifikasi tanggalnya.

Jika bulan sabit tak terlihat, Ramadhan akan berlanjut untuk hari berikutnya.

Baca juga: Intip Masjid Tertua di Cirebon Lewat Tur Virtual, Simak Caranya

Oleh karena ditentukan oleh bulan, maka tanggal Idul Fitri selalu berubah setiap tahunnya dan bervariasi dari satu negara ke negara lain. Semua bergantung pada lokasi geografis.

Untuk mendeklarasikan awal Idul Fitri, negara mayoritas Muslim bergantung pada kesaksian para pengamat bulan lokal.

Otoritas agama setempat kemudian mengumumkan kapan Idul Fitri akan berlangsung.

Di Indonesia tahun ini umat Islam akan merayakan Lebaran pada Minggu (24/5/2020). Pengumuman diberikan setelah Menteri Agama Fachrul Razi menggelar sidang isbat pada Jumat (22/5/2020).

Baca juga: BREAKING NEWS: Pemerintah Tetapkan Idul Fitri Jatuh pada Minggu 24 Mei 2020

Cara umat Islam merayakan Idul Fitri

Sebagian besar umat Islam di seluruh dunia memulai perayaan Idul Fitri dengan doa bersama saat subuh (shalat Ied) dan diikuti dengan khotbah singkat.

Shalat Ied diadakan di masjid dan bisa juga diadakan di tempat terbuka untuk mengakomodasi jumlah umat yang datang lebih besar.

Setelah shalat Ied, umat akan saling memberi salam selamat Lebaran.

Mereka menghabiskan hari mengunjungi kerabat dan tetangga. Biasanya momen silatuhrami akan dilengkapi dengan makanan dan camilan yang disediakan oleh tuan rumah.

Baca juga: Bermakna Minta Maaf sampai Alat Tolak Bala, Ini 7 Fakta Menarik Ketupat

Sementara itu, anak-anak akan mengenakan pakaian baru, diberikan uang untuk merayakan Lebaran.

Biasanya dilaporkan Aljazeera, hal ini akan didahului dengan pemberian sedekah bagi orang miskin.

Di negara-negara dengan mayoritas umat Islam, jalan-jalan kota akan dihiasi oleh lampu-lampu meriah dan malam hari sebelum Idul Fitri.

Ilustrasi ketupat dan opor ayam, hidangan khas Lebaran di Indonesia. SHUTTERSTOCK/ODUA IMAGES Ilustrasi ketupat dan opor ayam, hidangan khas Lebaran di Indonesia.

Ada juga yang megadakan festival karnaval berkeliling. Masyarakat Indonesia biasa menyebutnya dengan malam Takbiran.

Setiap negara memiliki makanan penutup dan manisan tradisional yang disiapkan sebelum Idul Fitri atau pada pagi hari pertama.

Baca juga: Sejarah Ketupat, Sajian Lebaran di Indonesia yang Sudah Ada sejak Abad Ke-15

Makanan ini bermacam-macam jenisnya mulai dari roti, kue, hingga puding.

Di Indonesia setiap daerah punya makanan khas tersendiri. Namun secara umum, makanan Lebaran yang khas yaitu ketupat, opor, dan sambal goreng ati.  

Perbedaan Lebaran di masa pandemi di seluruh dunia

Tahun ini, shalat Ied massal dibatalkan di beberapa negara Muslim, karena pandemi virus corona. Negara-negara tersebut di antaranya Arab Saudi, Oman, dan Mesir.

Arab Saudi pada Minggu telah mendesak warganya untuk shalat Ied di rumah. Festival dan perayaan publik di hari Lebaran juga akan dilarang di banyak bagian dunia.

Secara global, ada lebih dari 4,8 juta kasus virus corona dan lebih dari 318.000 orang telah meninggal.

Baca juga: Imam Masjid Istiqlal Ajak Masyarakat Ibadah Shalat Id di Rumah

 

Data tersebut menurut laporan Universitas Johns Hopkins, seperti diberitakan Aljazeera.

Suasana open house di Wisma Indonesia, Washington DC Amerika Serikat, Rabu (5/6/2019) kemarin. Para WNI yang bermukim di Washington DC dan sekitarnya merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah bersama-sama. Dok. Kedubes RI untuk AS Suasana open house di Wisma Indonesia, Washington DC Amerika Serikat, Rabu (5/6/2019) kemarin. Para WNI yang bermukim di Washington DC dan sekitarnya merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah bersama-sama.

Ucapan selamat Idul Fitri di berbagai negara

Perayaan Idul Fitri juga identik dengan ucapan salam atau selamat. Biasanya sesama umat Islam dan umat lintas agama akan memberikan ucapan selamat Idul Fitri.

Ucapan ini berbeda di setiap negara dengan berbahasa berbeda.

Di Indonesia, Idul Fitri disebut Lebaran, sehingga orang Indonesia akan mengatakan "Selamat Lebaran" yang artinya Selamat Idul Fitri.

Baca juga: Serunya Tradisi Lebaran di Nusantara, dari Aceh hingga Papua

Negara lain seperti Turki misalnya mengucapkan selamat Lebaran dengan ucapan "Mutlu Bayramlar" dalam bahasa Turki.

Sementara itu di Nigeria, ucapan Idul Fitri disebut "Barka da Sallah" dalam bahasa Hausa, Nigeria.

Untuk ucapan internasional selamat Idul Fitri disebutkan dalam Bahasa Arab, "Eid Mubarak"  artinya perayaan yang diberkati. 



Sumber Aljazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X