Jepang Biayai Setengah Ongkos Perjalanan Warganya saat Corona Mereda

Kompas.com - 26/05/2020, 09:30 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona (Covid-19) berdampak besar bagi industri pariwisata di setiap negara.

Jepang, misalnya, dilaporkan mengalami penurunan kunjungan wisatawan hampir 100 persen tepatnya 99,9 persen pada periode April 2020 karena pandemi.

Melansir Japan Times, pelancong yang ke Jepang turun menjadi 2.900 orang. Hal ini menjadi yang pertama kalinya sejak 1964, pariwisata Jepang berada di bawah angka 10.000, tulis rilis dari Badan Pariwisata Jepang (Japan Tourism Agency).

Tercatat pada tahun 1964, pengunjung asing bulanan ada sekitar 17.543 orang. Laporan tersebut merupakan yang paling terendah selama ini.

Baca juga: Unik, Akuarium di Jepang Ajak Masyarakat VIdeo Chat dengan Belut Taman

Kini, Jepang tengah berupaya agar hal serupa tak terjadi lagi. Caranya, yaitu dengan berupaya meningkatkan pariwisata domestik.

Pemerintah setempat mensubsidi sebagian dari biaya perjalanan warganya saat wabah pandemi bisa dikendalikan.

Dalam program tersebut, pemerintah akan memberi subsidi sebesar 1,35 triliun Yen atau sekitar 12,5 miliar dollar AS, yang dimulai bulan Juli nanti jika infeksi virus mereda.

Hal tersebut dikatakan Hiroshi Tabata, Kepala JTA pada Rabu (20/5/2020).

Agensi juga melaporkan, pembatasan perjalanan yang diberlakukan secara global, membuat anjlok jumlah warga negara Jepang yang keluar negeri.

Tercatat pada April anjlokan 99,8 persen dari tahun sebelumnya menjadi 3.900, menurut data agensi.

Pemerintah Jepang diketahui telah memperluas pembatasan perjalanannya pada awal April, sehingga jumlah negara yang melarang Warga Negara Asing (WNA) masuk bertambah menjadi 70 negara di antaranya China, Korea Selatan, Amerika Serikat dan sebagian Eropa.

 

Suasana sakura mekar pada musim semi tampak indah, menjadikannya sebagai salah satu unggulan atraksi wisata alam wilayah Tohoku, Jepang. Tampak sakura bermekaran di Taman Hirosaki, Prefektur Aomori.KOMPAS/IRMA TAMBUNAN Suasana sakura mekar pada musim semi tampak indah, menjadikannya sebagai salah satu unggulan atraksi wisata alam wilayah Tohoku, Jepang. Tampak sakura bermekaran di Taman Hirosaki, Prefektur Aomori.

Melansir Japan Times, jumlah pengunjung dari China juga turun menjadi 200 pada April dari 726.132 orang di tahun sebelumnya. Sedangkan wisatawan Korea Selatan turun menjadi 300 dari 566.624 orang.

Untuk kunjungan wisatawan Taiwan dan Amerika Serikat juga dilaporkan menurun menjadi 300.

Tahun sebelumnya, wisatawan Taiwan di Jepang berjumlah 403.467 dan Amerika Serikat sebanyak 170.247 orang pada April.

Bulan lalu, tercatat kurang dari 10 orang asal Italia dan Spanyol yang datang ke Jepang.

Baca juga: Sandwich Buah, Camilan yang Sedang Tren di Jepang

Wabah virus corona membuat semua tampak berbeda, termasuk untuk menilai pertumbuhan sebuah negara dilihat dari pariwisata inbound.

Biasanya, dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata inbound telah menjadi salah satu dari sedikit sektor untuk melihat pertumbuhan tersebut.

Namun pandemi telah menghantam seluruh sektor pariwisata dunia, termasuk di negara Jepang.

Akibatnya, negeri Sakura ini menunda Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade yang sedianya terjadwal pada Juli nanti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.