Kompas.com - 26/05/2020, 10:50 WIB
Kamar hotel dengan king size bed ShutterstockKamar hotel dengan king size bed


KOMPAS.com - Pandemi virus corona membatasi perjalanan orang, termasuk liburan ke luar kota atau dunia.

Pemerintah juga mengimbau agar masyarakat tidak bepergian kecuali keadaan penting dan bersyarat.

Oleh karena itu, setelah pandemi corona, para wisatawan siap untuk kembali berlibur. Adapun pilihan pertama yang memungkinkan adalah staycation

Melansir Lonely Planet, staycation digemari karena membutuhkan biaya lebih murah daripada liburan internasional.

Adanya pembatasan dan jagak jarak sosial di setiap negara, rasanya akan membuat tren ini semakin meningkat. Berikut Kompas.com rangkum tujuh alasannya dari Lonely Planet:

Baca juga: Sabtu Rebahan di Lombok, Staycation di 5 Penginapan ala Rumah Sasak

1. Pilihan terbatas

Jurnalis Lonely Planet, Imogen Hall menuliskan, perjalanan yang tidak penting sangat terbatas di seluruh dunia karena virus corona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara semua wisatawan berharap situasi akan membaik sesegera mungkin. Namun, jika pembatasan perjalanan internasional dibuka, rasanya tetap menantang bagi wisatawan selama setahun ke depan.

Wisatawan akan dihadapkan pada keterbatasan di bandara, masuk obyek wisata. Semua pengalaman wisata tersebut akan terasa berbeda.

Untuk itu, pilihan yang lebih mudah adalah menggunakan transportasi pribadi untuk bepergian dalam negeri, ketika pemerintah mengizinkannya.

2. Staycation merupakan penantian

Sebelum darurat Covid-19, banyak dari wisatawan menganggap perjalanan sebagai kebutuhan hidup dan bukan kemewahan.

Semua wisatawan kini tengah berpikir bagaimana dapat kembali melakukan perjalanan dengan cepat.

Jalan keluarnya bisa didapatkan dari staycation. Pemesanan staycation akan memberi wisatawan sesuatu dan menjawab semua kerinduan perjalanan.

Kamu bisa menjelajahi tempat yang disukai, atau tempat baru yang lokasinya tak jauh dari rumahmu.

Baca juga: Staycation, Tren Wisata Pascapandemi Terkendali

 

Staycation gratis selama 18 tahunSHUTTERSTOCK Staycation gratis selama 18 tahun
3. Perjalanan harus bebas dari stres

Semua mengetahui bahwa perjalanan adalah salah satu cara penghilang stres dan menjauhkan dari beban pikiran. Namun, di situasi saat ini perjalanan sangat terbatas, bahkan melarang perjalanan internasional untuk wisatawan.

Wisatawan dapat mengakalinya dengan cara tetap berjalan meski di area sekitar rumah. Misalnya, pergi ke toko-toko yang buka, seperti toko makanan.

Kamu juga bisa berjalan-jalan santai atau olahraga di sekitar tempat staycation. Namun setiap orang perlu tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, hand sanitizer, dan jaga jarak sosial.

4. Wisatawan internasional sedikit, kunjungan domestik lebih leluasa

Berkurangnya wisatawan internasional bisa menjadi hal positif bagi wisatawan domestik. Khususnya bagi yang ingin mengunjungi obyek wisata yang biasanya ramai oleh wisatawan internasional.

Kamu bisa mengunjungi semua tempat wisata, ketika pemerintah kembali mengizinkannya, tanpa harus berdesakan mendapat tempat.

5. Menciptakan aktivitas menarik

Selama beberapa bulan ke depan, mungkin liburan tak jadi ajang untuk melihat-lihat keadaan. Orang akan jarang berkumpul di kafe atau restoran karena adanya pembatasan jarak.

Orang justru akan lebih banyak menikmati liburan di rumah saja. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan di rumah saja ketika liburan, salah satunya berlatih seni.

Misalnya, kamu dapat belajar memasakmelalui tontonan video Instagram, Youtube dan lainnya. Atau dapat mencoba hal-hal baru yang tak pernah dilakukan sebelumnya misalnya membuat eksperimen makanan atau minuman.

Baca juga: Virtual Tour, Peluang Baru Pariwisata di Era New Normal

Ilustrasi Pariwisata IndonesiaDokumentasi Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ilustrasi Pariwisata Indonesia

6. Coba sapa temanmu

Selama staycation, kamu bisa melakukan aktivitas yang mungkin jarang dilakukan karena sibuk kerja dan lainnya.

Kini kamu dapat lebih leluasa menghubungi atau menyapa teman, keluarga terkasih di rumah, melalui gawaimu. Tanpa melakukan kontak fisik, sapaan dan berbagi kabar tentu akan menghiburmu.

Hal ini setidaknya meredam kerinduan ketika tak bisa bertemu langsung. Kamu masih bisa melihat wajah mereka melalui virtual.

 

7. Membantu perekonomian lokal

Dengan pembatasan ke luar negeri, kamu tentu akan banyak beraktivitas hanya di area lokal. Artinya, kamu juga bisa membantu perekonomian lokal misalnya membeli makanan di toko-toko sekitarmu.

Bagi wisatawan, kamu juga bisa membantu sektor pariwisata khususnya pemandu wisata. Caranya dengan mengikuti virtual tur yang mereka adakan.

Tanpa harus jauh-jauh berwisata, kamu tetap bisa membantu mereka dengan berdonasi ketika ikut virtual tur.

Selain itu, ketika perjalanan domestik dibuka, kamu bisa menginap di hotel-hotel lokal, yang otomatis kamu turut serta membantu perekonomiannya.

Tentunya ketika perjalanan domestik dibuka, kamu bisa mengunjungi tempat-tempat wisata lokal yang otomatis membantu perekonomian pariwisata lokal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.