Kompas.com - 26/05/2020, 20:25 WIB
Satu meja dan satu kursi disediakan untuk satu tamu yang makan di restoran Bord For En dalam rangka physical distancing Facebook.com/Bord for enSatu meja dan satu kursi disediakan untuk satu tamu yang makan di restoran Bord For En dalam rangka physical distancing


KOMPAS.com – Jika biasanya sebuah restoran menyediakan banyak meja untuk pengunjung, berbeda dengan sebuah restoran pop-up di Swedia bernama Bord For En.

Seperti namanya, Bord For En yang berarti 'meja untuk satu orang' dalam bahasa Swedia,  hanya melayani satu tamu saja.

Baca juga: Lucu Banget! Kafe Kebun Binatang di Jepang Dipenuhi Boneka Kapibara untuk Jaga Jarak

Harga untuk tiga set makanan di Bord For En yang baru buka sejak 10 Mei 2020 lalu ini pun bergantung pada pilihan sang tamu.

Dilansir dari CNN Travel, Rasmus Persson dan Linda Karlsson, adalah pasangan yang menghadirkan restoran berkonsep unik ini.

Restoran ini berlokasi di Varmland, sekitar 350 kilometer dari Stockholm. Restoran yang hanya memiliki satu meja dan satu kursi ini terletak di sebuah padang rumput.

Tujuan dari restoran ini adalah tidak adanya interaksi dengan orang lain. Ini adalah pengalaman individual yang harus dinikmati dalam isolasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak ada pelayan ataupun pengunjung lain di sana. Selama dibuka, hanya satu orang per hari yang akan dilayani sehingga Persson dan Karlsson bisa benar-benar memfokuskan pelayanan pada tamu tersebut.

Bord For En akan dibuka hingga 1 Agustus 2020 mendatang.

Pasangan ini memang tidak melakukannya karena uang. Mereka juga tidak mengizinkan adanya penonton di sana.

“Kami ingin menghindari perasaan diamati ketika sedang makan. Kita semua menghadapi hal yang sulit dan ada orang-orang yang kehilangan pekerjaan mereka, orang terkasih mereka, dan bahkan akal sehat mereka.”

 

Rasmus Persson dan Linda Karlsson, pemilik restoran Bord For EnFacebook.com/Bord for en Rasmus Persson dan Linda Karlsson, pemilik restoran Bord For En

Awal mula berdirinya restoran satu meja

Persson dan Karlsson merancang konsep 'meja untuk satu orang' ini pada saat orang tua Karlsson datang ke rumah mereka ketika pandemi Covid-19 mulai melanda dunia.

Karlsson menekankan bahwa Swedia telah mengeluarkan aturan rekomendasi, bukan larangan, soal praktik jaga jarak fisik.

Mereka memutuskan untuk makan bersama di kebun. Meja diletakkan pada jarak aman, sehingga mereka tetap bisa makan bersama sembari jaga jarak fisik.

Pengalaman makan yang unik ini akhirnya menjadi inspirasi untuk membuat Bord For En.

“Kami menerima semua orang, bagaimana pun situasi finansialmu. Harga dari menu di sini juga tergantung dengan tamu,” ujar Karlsson.

Karlsson dan Perlsson mengatakan bahwa mereka mungkin akan memperluas Bord For En ketika pandemi sudah berakhir.

Pengalaman makan sendirian

Di banyak kota di dunia, makan sendirian, baik di bar atau restoran ujung jalan, tidak hanya diterima bahkan juga dianggap normal dan dirayakan.

Namun tetap saja, tidak semua restoran telah mampraktikkan konsep makan sendirian ini. Karlsson optimis bahwa Bord For En akan membantu mengurangi kecanggungan sosial yang melekat dengan konsep makan sendirian.

“Saya punya mimpi bahwa makan sendirian akan diterima secara sosial, dan mungkin sekarang kita sedang berjalan menuju ke sana?”

“Gambaran meja dan kursi yang kesepian ini seakan jadi panggilan untuk para pencari pengalaman sendirian.”

 

Restoran Bord For En terletak di tengah padang rumput yang suburFacebook.com/Bord for en Restoran Bord For En terletak di tengah padang rumput yang subur

Menu diantar menggunakan keranjang piknik

Makanan dan minuman yang disajikan di restoran Bord For En diantarkan kepada tamu menggunakan keranjang piknik yang diikatkan ke tali yang tersambung ke jendela dapur restoran tersebut.

Menu yang hadir di Bord For En terinspirasi dari pengalaman perjalanan dan ingatan Persson. Hash brown bergaya Swedia, smetana (sejenis krim asam), kaviar rumput laut, dan wood plucked sorrel jadi hidangan pembuka.

Selanjutnya, ada yellow carrot-ginger puree, browned hazelnut butter, sweet corn croquettes, dan serpent root ash yang jadi hidangan utama.

Lalu untuk hidangan penutup, yang disebut “Last Days of Summer”, adalah blueberry yang direndam gin, buttermilk dengan es, dan viola sugar yang dibuat dari buah bit yang dipetik dari kebun Karlsson dan Perlsson.

Minuman juga akan dihidangkan, dan semuanya berjenis non-alkohol.

Ada elderflowe, seedlip, dan stroberi yang disajikan di botol kecil yang dipersembahkan oleh kurator Joel Soderback.

Ketika ditanya apakah pengecualian akan dilakukan untuk melayani lebih dari satu tamu, mereka mengatakan tidak akan melakukan hal itu.

“Rasanya sedih harus mengatakan tidak,” tambah Karlsson.

“Kita mungkin terisolasi, tapi apakah kita sudah menghabiskan waktu dengan diri kita sendiri? Ini adalah kesempatan untuk melakukan itu. Kamu berharga untuk menghabiskan waktu sendiri.”



Sumber CNN Travel
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wings Air Buka Rute Kupang-Lewoleba-Kupang, Mulai dari Rp 400 Ribu

Wings Air Buka Rute Kupang-Lewoleba-Kupang, Mulai dari Rp 400 Ribu

Travel Update
Seluruh Obyek Wisata di Klaten Resmi Tutup Tiap Akhir Pekan

Seluruh Obyek Wisata di Klaten Resmi Tutup Tiap Akhir Pekan

Travel Update
Sandiaga, Salatiga, dan Sambal Tumpang Koyor

Sandiaga, Salatiga, dan Sambal Tumpang Koyor

Travel Update
Museum MACAN Jakarta Tetap Buka, Simak Panduan Berkunjungnya

Museum MACAN Jakarta Tetap Buka, Simak Panduan Berkunjungnya

Jalan Jalan
Simak, Ini Daftar 9 Hotel Karantina WNA dan WNI di Jakarta Selatan

Simak, Ini Daftar 9 Hotel Karantina WNA dan WNI di Jakarta Selatan

Travel Update
Cegah Covid-19, Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal 2021 dan Ubah Hari Libur Nasional

Cegah Covid-19, Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal 2021 dan Ubah Hari Libur Nasional

Travel Update
Wisata Rowo Jombor Klaten akan Direvitalisasi Mulai 16 Juli 2021

Wisata Rowo Jombor Klaten akan Direvitalisasi Mulai 16 Juli 2021

Travel Update
Indahnya Pemandangan Danau Toba dari Ketinggian di Geosite Sipinsur

Indahnya Pemandangan Danau Toba dari Ketinggian di Geosite Sipinsur

Jalan Jalan
Rute Menuju Obelix Hills, Wisata Instagramable Terbaru di Yogyakarta

Rute Menuju Obelix Hills, Wisata Instagramable Terbaru di Yogyakarta

Travel Tips
Thailand Targetkan Pembukaan Penuh Pertengahan Oktober 2021

Thailand Targetkan Pembukaan Penuh Pertengahan Oktober 2021

Travel Update
Cara Pesan Tiket Online Museum Angkut, Wisata Andalan di Kota Batu

Cara Pesan Tiket Online Museum Angkut, Wisata Andalan di Kota Batu

Travel Tips
Mulai Pulih dari Covid-19, Taman Hiburan Disney Akan Gelar Lagi Pertunjukan Kembang Api

Mulai Pulih dari Covid-19, Taman Hiburan Disney Akan Gelar Lagi Pertunjukan Kembang Api

Travel Update
Jam Buka dan Harga Tiket Museum Angkut di Kota Batu Terbaru 2021

Jam Buka dan Harga Tiket Museum Angkut di Kota Batu Terbaru 2021

Jalan Jalan
Obyek Wisata yang Dikelola Pemkab Bantul Tutup Akhir Pekan

Obyek Wisata yang Dikelola Pemkab Bantul Tutup Akhir Pekan

Travel Update
Pendakian Semeru Selalu Penuh, Kunjungan Wisata Bromo Masih Separuh

Pendakian Semeru Selalu Penuh, Kunjungan Wisata Bromo Masih Separuh

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X