NTT Kembali Buka Pariwisata dengan Protokol Kesehatan

Kompas.com - 28/05/2020, 11:20 WIB
Ilustrasi Nusa Tenggara Timur - Bukit Cinta, Labuan Bajo. SHUTTERSTOCKIlustrasi Nusa Tenggara Timur - Bukit Cinta, Labuan Bajo.

KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur ( NTT) Wayan Darmawa, mengatakan, pemerintah setempat berencana membuka kembali destinasi wisata pada 15 Juni 2020.

Menurut Wayan, sejumlah tempat wisata di NTT akan dibuka, namun aktivitas di lokasi wisata tetap harus mengikuti anjuran pemerintah.

"Protokol kesehatan mesti diikuti oleh semua pihak. Hal itu tentu dalam rangka mencegah penyebaran virus corona seperti memakai masker, menjaga jarak fisik dan mencuci tangan dengan sabun,"ujar Wayan kepada sejumlah wartawan di Kupang, Kamis (28/5/2020) pagi.

Wayan menyebut, pembukaan kembali destinasi wisata dilakukan secara selektif, terutama destinasi yang telah siap dengan sarana untuk protokol kesehatan ( new normal).

Baca juga: NTT Buka Pariwisata, Wisatawan Bisa Berkunjung Mulai 15 Juni

Untuk memastikan destinasi mana yang siap pada 15 Juni, lanjut Wayan, pihaknya akan menyurati setiap kabupaten dan kota untuk menanyakan tentang kesiapan mereka.

Keputusan membuka kembali destinasi wisata disampaikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, pada rapat virtual, Selasa (26/5/2020) kemarin

Setelah itu lanjut Wayan, pihaknya kemudian menggelar rapat virtual dengan sejumlah pihak yakni Badan Promosi Wisata Provinsi, BOP Labuan Bajo Flores dan Asosiasi Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementrian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Dalam rapat itu, kata Wayan, semuanya mendukung pembukaan destinasi wisata terutama yang telah siap dengan sarana protokol kesehatan.

Namun, sebut Wayan, sebelum pembukaan kembali destinasi wisata, daerah diminta membangun komunikasi dengan masyarakat di dekat lokasi wisata untuk mengantisipasi adanya penolakan, termasuk memastikan di lokasi tersebut aman dari peluang penyebaran virus corona.

Baca juga: Kapal Wisata di Labuan Bajo Tenggelam karena Tak Terurus Saat Pandemi Corona

Saat pembukaan kembali destinasi wisata, Wayan memastikan pengunjung lebih banyak dari kelompok wisatawan lokal, namun pengelola diminta memastikan seluruh protokol kesehatan ditaati wisatawan.

Selain itu, keterangan bebas Covid-19 cukup mahal dan proses mendapatkan keterangan tersebut juga tidak mudah.

"Dalam rapat kemarin, memang ada usulan untuk dilakukan penyesuaian dengan mengunakan ukuran protokol kesehatan seperti ukur suhu tubuh, cuci tangan dan kenakan masker, digunakan sebagai dasar untuk tes, sehingga tidak memberatkan wisatawan melakukan kunjungan ke destinasi wisata,"kata Wayan.

Baca juga: Kunjungan Turis Asing ke Labuan Bajo Anjlok 50 Persen

Secara terpisah Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu mengungkapkan, khusus untuk destinasi pariwisata populer, Viktor menegaskan kepada para pimpinan daerah untuk segera mempersiapkan destinasi tersebut.

Karena, sebut Marius, dipekirakan setelah keadaannya pulih secara internasional, akan banyak orang yang akan datang ke Indoensia, termasuk NTT.

"Dalam rapat dan arahannya Bapa Gubernur perintahkan semua bupati yang memiliki destinasi populer seperti, Pulau Komodo di Manggarai Barat, Danau Kelimutu di Ende, Mulut Seribu di Rote Ndao dan Kalaba Maja di Sabu Raijua serta Taman Bawah Laut di Alor itu semua harus diberi perhatian,"kata Marius.

Marius mengungkapkan, ekonomi kreatif pun mulai dibuka kembali.

"Kita harapkan dari kebijakan ini ekonomi NTT kembali bergerak dan bertumbuh," tutupnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X