Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sering Makan Tteokbokki? Ini Asal-usul Tteokbokki Saus Gochujang

Kompas.com - 28/05/2020, 12:51 WIB
Yana Gabriella Wijaya,
Yuharrani Aisyah

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamu pencinta kuliner Korea, K-pop, atau drama Korea mungkin tidak asing dengan tteokbokki.

Street food khas Korea ini sering muncul pada adegan drama Korea, salah satunya adalah The World of the Married.

Baca juga: Apa Itu Mafia Tteokbokki? Street Food Korea yang Muncul pada The World of The Married

Tteokbokki juga menjadi makanan yang 'wajib' dicoba saat kamu pelesir ke Korea. Kenyal dan gurihnya tteok atau rice cake, odeng atau fish cake, berbaur dengan saus gochujang yang rasanya manis, pedas dan gurih.

Selain itu tteokbokki juga dilengkapi dengan telur rebus, irisan daun bawang, dan keju yang menambah tekstur dan memperkaya cita rasa.

Baca juga: Resep Mudah Membuat Tteokbokki, Street Food Korea pada The World of The Married

Namun, tteokbokki bukan suatu hidangan baru bagi masyarakat Korea. Melansir Stripes Korea, tteokbokki merupakan jenis makanan nostalgia yang membawa kembali kenangan lama.

Ilustrasi Tteokbokki, salah satu street food Korea SelatanShutterstock Ilustrasi Tteokbokki, salah satu street food Korea Selatan

Konon tteokbokki sudah dinikmati masyarakat Negeri Gingseng itu sejak Dinasti Joseon.

Literatur lama menunjukkan bahwa tteokbokki disajikan di istana kerajaan tapi menggunakan  saus gungjung.

Saus ini merupakan suas yang tidak pedas, dan cita rasanya berbeda dengan saus gochujang. Gungjung terbuat dari kecap, sayuran, dan daging sapi.

Saat ini, hidangan tersebut bukan lagi hidangan yang disediakan hanya untuk lingkungan kerajaan, tapi sudah tersedia di restoran, prasmanan hingga warung kaki lima di Korea Selatan.

Dari pakai saus kecap menjadi saus pedas

Berbeda dengan versi lama, tteokbokki saat ini dikenal dengan kuahnya yang pedas manis dari saus gochujang. Nah, versi pedas tteokbokki yang kita kenal sekarang ternyata berasal dari ketidaksengajaan.

Pada pasca perang Korea, seorang wanita bernama Ma Bok Rim yang tinggal di lingkungan Sindang-dong secara tidak sengaja menjatuhkan garaetteok atau kue beras polos tanpa bumbu, ke dalam semangkuk jajangmyeon atau mie saus kedelai hitam.

Baca juga: Jajangmyeon, Mi Khas Korea untuk Para Jomblo

Ilustrasi sepiring tteokbokki saus gochujang, kuliner khas Korea Selatan. SHUTTERSTOCK/TMON Ilustrasi sepiring tteokbokki saus gochujang, kuliner khas Korea Selatan.

Mengingat pada saat setelah perang makanan adalah komoditas sangat berharga, Ma mencoba agar garaetteok tidak terbuang sia-sia.

Setelah Ma merasakan saus yang menyatu dengan kekenyalan kue beras, ia pun terinspirasi untuk mencoba membumbui kue beras dengan pasta lada merah atau gochujang.

Tteokbokki yang muncul dari zaman kerajaan, lalu dimofikasi rasanya pada zaman pasca-perang Korea hingga sampai sekarang dianggap sebagai salah satu makanan jalanan Korea yang paling umum ditemui.

Lebih dari setengah abad berlalu sejak terciptanya tteokbokki bercita rasa pedas, sekarang ada lebih banyak variasi baru. Jika kamu bukan penggemar makanan pedas, bisa mencoba carbonara atau kari tteokbokki.

Dalam satu mangkuk tteokbokki juga mengandung nilai sejarah, terbukti dari Museum Tteokbokki yang didirikan di Daegu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Travel Tips
Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Travel Update
Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

Travel Tips
Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Jalan Jalan
4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

Travel Tips
Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Travel Update
Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Jalan Jalan
 7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

Jalan Jalan
5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

Travel Tips
Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com